Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Asa yang hampir mati
25
Suka
37,041
Dibaca

Satu jam berlalu, tetapi pandangan Tiara masih terarah ke sebuah benda yang terletak di sudut bawah jendela. Benda persegi yang sudah lama tak ia sentuh, yang permukaannya telah dipenuhi debu.

“Cobalah. Bukankah kau rindu?”

Suara Dina yang juga berada di dalam kamar, membuyarkan lamunan wanita itu seketika.

Seperti mengerti apa yang sedang sang kakak pikirkan, Dina berusaha menyemangatinya.

Wanita yang telah lama meninggalkan hingar bingar dunia kepenulisan karena sebuah penyakit mendera tubuhnya. Benar, kakak Dina itu memang seorang penulis.

Tiara menggeleng pelan, kemudian tersenyum masam.

Dengan sekuat tenaga, ia bangkit dari tempat duduknya. Melangkah dengan terseok-seok. Seperti biasa, kakinya masih saja gemetar tiap kali berjalan.

“Mau ke mana? Sini aku antarkan,” kata Dina kemudian.

“Tidak usah. Biarkan aku belajar.”

Sang kakak kembali mencoba menggerakkan kaki. Selangkah dua langkah, lalu yang ketiga kakinya melemah. Tubuhnya limbung lalu terhempas ke lantai. Dina yang menyaksikan terkejut seketika. Ia segera mendekat dan mencoba membantu kakaknya untuk berdiri.

“Hanya kakimu yang melemah, bukan jarimu. Kalau untuk berjalan saja kau mau belajar, lalu kenapa tidak dengan menulis?”

Tiara tak menanggapi. Pikirannya justru kembali berkelana. Semua yang Dina katakan memang benar. Namun, sejak kondisi Tiara melemah, bukan hanya tubuhnya, tetapi kepercayaan dirinya ikut melemah. Kondisinya yang terbilang cukup menyedihkan, membuatnya terpuruk. Ia kehilangan rasa percaya diri. Jangankan untuk menghadapi orang lain. Bahkan jari-jemari yang biasanya selalu lihai, kini mendadak kaku tiap kali berhadapan dengan tombol keyboard pada laptopnya. Mereka seperti enggan bertautan.

“Cobalah, Kak. Sekali aja. Kau hanya takut, aku tahu itu. Bukankah kau sendiri yang bilang kalau di dunia ini enggak ada yang enggak bisa dilakukan selagi kita yakin bisa? Kalau aku aja bisa, kau pun sama.”

 Mereka saling bertatapan. Cukup lama sampai salah satu dari keduanya tersenyum dan berkata, “Akan kucoba.”

Itu Tiara yang bersuara.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (5)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Bronze
Blackbird
Adhy Musaad
Flash
Asa yang hampir mati
Adhy Musaad
Flash
Jarak
Indra Afriza Arsad
Flash
Bronze
Pelamar
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Eno Hamil (seperti) Wiwin Hamil
Habel Rajavani
Flash
Tidak Sah
Dwi Kurnialis
Flash
Bronze
Ketua Kelas
Herman Siem
Flash
Bronze
Pecundang Yang Merendahkan
Rere Valencia
Cerpen
MANUSIA
Sarjana MIPA
Novel
Sympathy For Love
Asya Meiji Fadlianda
Skrip Film
Tingkat Akhir -- Skrip(si)
Michelia Rynayna
Skrip Film
ANTING KIRI (SCRIPT)
Mario Matutu
Flash
MEDIA TIDAK SOSIAL
Hazalia Zahra
Cerpen
Bronze
Pria Buta dan Kuda Putih
Kemal Ahmed
Cerpen
Bronze
Sora dan Keputusannya
Moycha Zia
Rekomendasi
Flash
Asa yang hampir mati
Adhy Musaad
Flash
Bronze
Blackbird
Adhy Musaad
Cerpen
Bronze
A Strange Story
Adhy Musaad
Skrip Film
test aja11222
Adhy Musaad
Komik
Cumimi - Dunia Sotong
Adhy Musaad
Cerpen
Delapan Tahun yang Berakhir
Adhy Musaad
Cerpen
Sebuah Pelarian
Adhy Musaad
Novel
Kembali
Adhy Musaad
Flash
Alarm Hidupku
Adhy Musaad