Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
Sekolah yang Pulang Lebih Dulu
1
Suka
2,792
Dibaca

Kami masih berseragam saat itu.

Liburan, katanya. Ke sekolah Jawa yang bangunannya tua, berasrama, dan terlalu tenang untuk disebut ramah.

Awalnya biasa saja—keliling, kenalan, tertawa seperti anak sekolah yang belum tahu apa-apa. Sampai satu anak berhenti di tengah lapangan.

Ia memegang kepalanya sendiri.

Dan menjatuhkannya.

Tak ada jeritan panjang. Hanya bunyi tumpul kepala mengenai tanah. Badan dan kepala terpisah di hadapan kami, seperti demonstrasi kematian yang terlalu rapi untuk disebut kecelakaan.

Setelah itu, satu per satu dari mereka menghilang.

Bukan kabur. Bukan diculik.

Seolah seseorang meneriaki kami untuk berlari.

Kami mencoba keluar. Pagar sekolah keras seperti besi yang menolak harapan. Dari luar, tak ada yang mencari. Tak ada yang bertanya. Seolah sekolah ini tak pernah ada di peta.

Aku dan Tasya mengurung diri di kamar asrama. Dua ranjang. Satu ketakutan yang sama. Seorang teman sempat berbisik, “Malam ini ada yang datang.”

Lampu di kamar kami mati.

Entah dari mana, aku memeluk daster pink bermotif bunga milik mamaku. Tanganku gemetar. Napasku tersengal.

Terdengar ketukan diluar pintu kamar kami.

Tapi yang datang bukan hantu. Melainkan Ayahku dan kedua pamanku—Uwak Anul dan Uwak Abal. Mereka tertawa prank, katanya. Seolah kejadian berdarah itu tak pernah terjadi.

Kami keluar dari tempat itu.

Sekolah itu berubah jadi cafe terbengkalai. Meja berdebu. Kursi patah. Tak ada papan nama. Tak ada jejak anak-anak yang mati.

Aku pergi naik mobil. Sendirian.

Hanya bersama Ayahku dan kedua pamanku.

Sawah-sawah lewat di kanan kiri jalan. Hijau. Tenang. Terlalu tenang.

Aku baru sadar satu hal saat mobil menjauh:

Tak ada kuburan.

Tak ada perpisahan.

Dan Tasya… entah di mana.

Mungkin sekolah itu pulang lebih dulu. Meninggalkan kami yang tak sempat dipanggil.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Misteri
Flash
Sekolah yang Pulang Lebih Dulu
Aulia umi halafah
Flash
Criminal Case
Ariq Ramadhan Nugraha
Novel
Bronze
Pesan Arwah Tragedi '98
yhantlies92
Cerpen
Ruang yang Bergeser
muhaibra
Novel
JALAINI: Sumur-Sumur Mutilasi Berantai
Ikhsannu Hakim
Novel
FIRASAT
Rara
Cerpen
Bronze
Seseorang Yang Tinggal di Pemakaman Gereja; M.R.James; penerjemah : Ahmad Muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
KLIK UNTUK MEMBALAS
mayang dara negara
Flash
MILIARAN KESADARAN MANUSIA YANG MENGELANA DI ANGKASA
Reiga Sanskara
Novel
Freak Out
Poetry Alexandria
Cerpen
Bronze
Halusinasi Staley Fleming. Cerpen Ambrose Bierce. Penerjemah: Ahmad Muhaimin
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Gerbang Nasib
Venny P.
Novel
Bronze
HILANG
mahes.varaa
Cerpen
Bronze
Saldo anda Rp.0
Ron Nee Soo
Flash
Ular Berbisa
BANYUBIRU
Rekomendasi
Flash
Sekolah yang Pulang Lebih Dulu
Aulia umi halafah
Flash
Orang yang Selalu Pulang Lebih Dulu
Aulia umi halafah
Flash
Malam yang Seharusnya Tidak Dilewati
Aulia umi halafah
Cerpen
Anggaran Yang Hilang Jam Dua Pagi
Aulia umi halafah
Flash
Lampu Terakhir di Lorong B
Aulia umi halafah
Flash
Pesan yang Tak Pernah Terkirim
Aulia umi halafah
Novel
Series Detektif Senja
Aulia umi halafah
Novel
Tanda Tangan Neraka
Aulia umi halafah
Cerpen
Bronze
Ketika Lampu Padam
Aulia umi halafah
Flash
Bronze
Keputusan yang Datang Terlambat
Aulia umi halafah
Cerpen
Bronze
Saat Gelap Tak Lagi Meminta Izin
Aulia umi halafah
Cerpen
Bronze
Jam Pulang yang Selalu Sama
Aulia umi halafah
Cerpen
Lorong yang Menganga
Aulia umi halafah
Flash
Sebelum nafas itu berhenti
Aulia umi halafah
Cerpen
Rapat Tanpa Nama
Aulia umi halafah