Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
Gak Ada Mens Rea, Tapi Bikin Jatuh Cinta
0
Suka
1,285
Dibaca

"Aku tak pernah punya niat mengecewakanmu, apalagi mempermainkan perasaanmu. Jika ini pengadilan pun, sudah pasti dan jelas tidak ada Mens Rea!"

Begitulah kira-kira kalimat laki-laki 'Arrrggghhh' !!!! yang 10 tahun lalu membuatku gila!

Bagaimana tidak gila? Aku dibuatnya jatuh cinta dengan caranya, dengan perlakuannya, dengan perhatiannya.

"Tidak ada Mens Rea," katanya dulu. Bahkan aku tidak mengerti apa Mens Rea? Menstruasi aku paham!

Dia bahkan pergi begitu saja, tanpa penjelasan! Menyebalkan!

Apa yang aku lakukan? Aku googling apa itu Mens Rea? Dan .. ya!

Tidak ada Mens Rea = Tidak ada Niat Jahat.

Ini seperti ketika ada tetangga gibahin kita, terus kita pergokin, dan mereka bilang 'Hah? Kita cuma ngobrol kok. Tidak ada Mens Rea!'

Pffftt ...

Semua itu Actua Reus / hanya tindakan, tanpa niat jahat dibaliknya. Betul! Cuma dua-duanya sama! Sama-sama Nyakitin!

Dan ... Setelah 10 tahun, aku ketemu dia lagi! Dan kamu tahu, ketemu di mana? Di pernikahanku!

***

Kau tau? Suamiku adalah pengacara, pengacara sungguhan. Bukan pengangguran banyak acara.

Ya Lawyer! Tapi jangan dibayangkan seperti Lawyer yang cincinnya sebesar batu khodam itu! Suamiku Lawyer yang 'agak normal'. Dia bahkan cenderung pilih-pilih kasus. Tarif jasanya? Dia cukup mapan dari penghasilan dari satu kasus ke kasus lain. Tapi bukan itu yang ingin aku ceritakan.

Begini, kau tau Mens Rea? Lagi-lagi Mens Rea! Gara-gara Mens Rea kami ketemu, kenalan, dan ngobrol.

Kamu bisa bayangkan? Awal kita ketemu, bahas Mens Rea! Mampus! Pertemuan kita sudah kayak persidangan.

Aku bongkar lagi kasus-kasusku, aku pelajari lagi kasus-kasusku. Sedang 'calon suamiku' membongkar Undang-undang, mencari fakta-fakta, bukti-bukti, sampai menemukan kesesuaian-kesesuaian dengan tuntutanku.

Sebesar apapun pembelaan diriku. Si 'calon suamiku' selalu punya argumen untuk mematahkannya. Alih-alih mengincar terdakwa, dia malah mengincarku! Sial memang!

Tapi begitulah, laki-laki sama saja. Mereka cerdik, bagaimanapun mereka dijadikan terdakwa oleh perempuan. Mereka selalu punya cara untuk menghindari vonis!

Dan kini, kami sudah berada di pelaminan. Pengadilan cinta yang sesungguhnya. Vonis itu kini jatuh pada suamiku. Dan ...

Kini aku juga akan segera mendapatkan fakta baru! Tentang Si Kunyuk Mens Rea!

Apakah dia masuk dalam list Undanganku dan suami? Tentu saja tidak!

Tapi bagaimana dia bisa ke sini? Datang tak diundang, pulang minta diantar? Arrgh! Jadi teringat, 3 tahun dia bikin aku klepek-klepek, dan setelah itu runtuh dunia gara-gara Mens Rea.

Saat aku tahu dia datang ke pernikahanku, dalam hatiku, "Kok bisa sih ini orang di sini? Kayaknya bareng Om Dewo pula."

"Selamat ya May, Sakinah, Mawadah, Warohmah." Om Dewo ngasih selamat.

"Iya Om, terima kasih sudah datang." Jawabku padat saja, masih shock soalnya.

"Maya masih ingat Renald gak? Temen kampusmu?" Tanya Om Dewo.

Dalam hati; 'Ya kenal lah, masak gak kenal sama si Kunyuk ini.' Aku jawablah; "Hehe.. iya om, masih inget dikit."

"Nah, Renald ini anak Om." Tiba-tiba suara Om Dewo kayak halilintar. Dar der dor cetar membahana.

Kaget dong. Makin Shock, gak ngerti mau bilang apa.

"Dia ini dulu dipesenin papamu, buat ngawasin sekaligus jagain kamu. Jadi, pas tahu papamu meninggal dia pindah ke sini, ke kampusmu itu." Om Dewo menjelaskan.

"Dia ini baik aslinya, tapi kalau Renald punya salah tolong dimaafin ya." Om Dewo sambil nyuruh Renald buat salamin aku dan suami.

Renald dan Om Dewo udah beres salaman dan berlalu ke arah hidangan. Tapi aku masih shock, gak bisa berkata-kata.

Ini kalau di persidangan, Om Dewo jadi saksi. Nah keterangan saksi ini nih.

Kenapa baru sekarang?

Nah, singkat cerita dari BAP nya versi Om Dewo. Si Kunyuk ini dulu dibiayai sekolah sama papaku, tanpa sepengetahuanku, Om Dewo memang baik banget orangnya, dulu adalah orang kepercayaan papa. Namun, sejak papa meninggal Om Dewo sibuk ngurus salah satu usaha papa. Jadi, kita hampir tidak pernah bertemu lagi.

Oh.. aku jadi teringat, "Jadi, uang sekolahku yang sedikit itu, karena dibagi sama si Kunyuk ini?' makanya, papa dulu sering minta untuk berhemat dan banyak-banyak bersyukur karena ada tanggungan yang lain.

Ternyata ...

Dan, suamiku tiba-tiba mendekat dan berbisik, "May, ini bukan persidangan. Ini rekonsiliasi."

Bah, apalagi rekonsiliasi?

"Ternyata dia selama ini ada hutang budi, karena sejak remaja jadi anak asuh papaku, disembunyikan, dan aku tak tahu apa-apa." Gumam ku dalam hati.

Sungguh papa yang plot twist.

"Heh, ayo ajak Om Dewo dan Saudara barumu foto bersama" sela suamiku tiba-tiba sambil menyenggol lenganku.

"Om Dewo, Ayo kita Foto Bersama." Aku mengundang Om Dewo serta yang mulia saudara baruku tuan Renald buat foto bersama.

"Baik, saudara sekalian, di ruang persidangan pernikahan ini, setelah menimbang fakta di persidangan, sekarang kita sudah hampir purna dalam keputusan, jadi mari kita foto bersama." Tiba-tiba MC di sebelah fotografer menjadi orator mengarahkan gaya.

"Satu, dua, tiga." Yak!

"Coba sekarang terdakwa dengan pelapor, eh maaf, maksud saya ayo pegangan tangan dengan saudara barunya. Agar akrab." MC yang tak lain adalah karibku tampak puas lihat mukaku yang hah hoh hah hoh.

'Sekarang gaya bebas ya! Satu, dua, tiga.'

'Gaya bebas gimana????????'

'Ya sudah, gaya keluarga cemara, om Dewo di tengah, Maya di belakang, yang lain ke kanan kiri Maya. Oke siap ya! Satu, dua, tiga.'

Sekarang, setelah vonis pernikahan disahkan. Ditambah fakta-fakta yang baru aku tahu. Semoga masing-masing dari kita bisa menjalani hari-hari dengan lebih tenang, ikhlas, dan bermakna. Dan ... Jangan sampai jadi kitab undang-undang baru! Yang merevisi undang-undang lagi repot, masih banyak Undang-undang penting yang belum disahkan. Eh, malah ngesahin yang lain.

Tamat.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
Bronze
Ani-Ani Potong Padi
Silvarani
Flash
Gak Ada Mens Rea, Tapi Bikin Jatuh Cinta
snang.tjarita
Komik
DY! Mr. Sleepyhead
Cindy Saraswati
Cerpen
Perjalanan Singkat Satu Gerbong Bersamamu
cahyo laras
Flash
Tawa Tiwi
Binar N
Flash
Bronze
Malang pertamanya
Reda Rendha Deviasri
Cerpen
Bronze
Diary SMP
Haris Fadilah Hryadi
Cerpen
Me Vs Trio Mokondo Sok Kaya
cahyo laras
Cerpen
Bronze
Keinginan Yang Kusesali
Vania
Flash
Ilfeel
Delia Angela
Flash
Menjemput Teman
Saifan Rahmatullah
Cerpen
Motovloger Apes
cahyo laras
Flash
Bronze
NGGAK JADI CINTA
Siti rokhmah
Cerpen
Kok Malah Deal???
cahyo laras
Komik
KOMIK JERAWAT
moris avisena
Rekomendasi
Flash
Gak Ada Mens Rea, Tapi Bikin Jatuh Cinta
snang.tjarita
Flash
Pagar Laut
snang.tjarita
Flash
Sawit
snang.tjarita
Flash
Indonesia Gelap di Taman Pikiran
snang.tjarita
Flash
Makan Bertulah Gratis
snang.tjarita
Flash
Dr. Buta Huruf
snang.tjarita
Flash
Feromon
snang.tjarita
Flash
Tambang
snang.tjarita
Flash
1873: Geger Sekolah Fort de Kock
snang.tjarita
Flash
1945: Indonesia Dalam Pusaran Kuasa Perang
snang.tjarita