Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Handphone yang Tertinggal
1
Suka
11,854
Dibaca

Udara pagi masih lembap, aroma kopi baru menyengat, tapi semua itu terasa hampa. Tangannya gemetar saat merogoh tas—kosong. Tangannya meraba saku—kosong lagi. Sebuah ketakutan sederhana tapi nyata muncul: apakah aku akan melewatkan sesuatu yang penting hari ini?

Bus kota melaju, tapi dunia seolah melambat. Klakson, obrolan penumpang, deru mesin—semuanya terdengar jauh, seperti berasal dari dimensi lain. Anjani duduk kaku di kursi sempit, sadar: tanpa handphone, ia benar-benar sendirian.

Di kantor, jam berdetak lambat. Pikirannya mengembara. Pesan yang ia tunggu selama seminggu seakan melayang di udara, menunggu untuk dibaca. Saat ia menoleh ke jendela, layar hitam handphone di rumah muncul di bayangannya—seolah menatap balik, menuntut perhatian.

Rina, rekan kerjanya, menepuk pundak.

“Kau baik-baik saja? Mukamu pucat sekali.”

“Ah, cuma handphone-ku… tertinggal di rumah,” jawab Anjani sambil tersenyum kikuk.

Rina terkekeh. “Hahaha, iya… rasanya dunia runtuh sebentar ya?”

Anjani mengangguk. Dunia runtuh, ya—tapi bukan karena sepi. Melainkan karena hilangnya rasa aman yang selama ini diberikan benda itu.

Saat istirahat siang, sebuah email dari bos muncul di layar komputer. Anjani hampir melupakan dirinya sendiri saat membaca subjeknya: “Pertemuan Mendesak: Segera ke Ruang 502”. Panik menjeratnya. Tanpa handphone, ia tidak tahu siapa yang akan hadir, apakah dokumen yang dikirim sudah diterima, atau bahkan apakah rapat itu batal.

Ia bangkit, melangkah ke lift, tapi langkahnya terhenti. Di saku jasnya… sesuatu bergetar. Sebuah kotak kecil, handphone lain—tidak ia kenal. Layar menyala, menampilkan pesan: “Aku tahu kau akan lupa hari ini. Jangan khawatir, aku di sini.”

Anjani terdiam. Siapa yang mengirimnya? Bagaimana bisa seseorang tahu ia akan panik tanpa handphone aslinya?

Di jendela ruang rapat, ia menatap langit yang berubah warna. Dunia bergerak cepat, tapi ia sadar sesuatu: ketergantungan itu bukan hanya pada benda. Handphone adalah jembatan ke rasa aman, pengakuan, bahkan pengawasan yang tak terlihat. Tanpanya, ia rapuh.

Malam tiba. Anjani pulang, membuka pintu rumah, dan melihat handphone aslinya di meja. Layar menyala, notifikasi berhamburan. Tapi di layar itu ada satu pesan baru, dari nomor yang sama dengan yang muncul di kantor: “Selamat datang kembali. Tapi sesuatu telah berubah.”

Anjani menelan ludah. Ia sadar: hari ini, sebuah hal sederhana—handphone tertinggal—telah menyingkap lebih banyak dari yang ia bayangkan. Dunia yang selama ini terasa pasti, ternyata penuh kejutan kecil yang menunggu untuk ditemukan.

Dan di sudut hatinya, ada rasa lega—dan sekaligus rasa waspada yang tak bisa dihapus.

Blora, Januari 2026.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
CALL YOU MINE
Fadila Damayanti
Flash
Handphone yang Tertinggal
Desto Prastowo
Novel
Bronze
Route
Hendika A. Cantona
Novel
BusterBee
Tama Neio
Novel
UNDERRATED CLASS
Mirna Devi
Novel
Manusia Daur Ulang
Raz Aka Yagit
Skrip Film
Pemimpi, Janda, dan Laki-Laki Paruh Baya
Webi Okto Satria
Flash
Bronze
Dunia Dudu
Afri Meldam
Cerpen
Bronze
Telur Gulung Yang Membawa Manfaat
Hargo Trapsilo
Novel
Bronze
Simulakrum
Dinda Ratri
Novel
Diary Sarah
Maysaaaa
Novel
Tiga Bintang Paling Terang
Dann
Flash
Keberadaanmu Tidak Lagi Nyata
Nurai Husnayah
Novel
Life Is A Privilege
Ayu Nuru Syarifah
Novel
Big Dream Princess
Sukma Maddi
Rekomendasi
Flash
Handphone yang Tertinggal
Desto Prastowo
Cerpen
Syamsul dan Senja yang Jujur
Desto Prastowo
Cerpen
Ginastel di Bulan Bagus
Desto Prastowo
Cerpen
Cuti Emosional WiFi
Desto Prastowo
Cerpen
Bronze
DELAPAN LENGAN PAK OKTOPUS
Desto Prastowo
Cerpen
Kuburan Di Bawah Gedung Megah
Desto Prastowo
Novel
HARGA DARI SEBUAH SUARA
Desto Prastowo
Novel
Bronze
Kita Dibesarkan untuk Kuat, Bukan Bahagia
Desto Prastowo
Flash
Bronze
Dua Lilin di Bukit Sunyi
Desto Prastowo
Flash
Bronze
Algoritma Hasrat, Borgol di Tangan
Desto Prastowo
Flash
Satu Butir Telur dari Ibu
Desto Prastowo
Cerpen
Bronze
Puisi yang Tak Pernah Sampai
Desto Prastowo
Cerpen
Lampu dari Sungai yang Mengering
Desto Prastowo
Cerpen
Tombol Setuju
Desto Prastowo
Cerpen
GAMBAR TANPA WAJAH
Desto Prastowo