Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Handphone yang Tertinggal
1
Suka
8,452
Dibaca

Udara pagi masih lembap, aroma kopi baru menyengat, tapi semua itu terasa hampa. Tangannya gemetar saat merogoh tas—kosong. Tangannya meraba saku—kosong lagi. Sebuah ketakutan sederhana tapi nyata muncul: apakah aku akan melewatkan sesuatu yang penting hari ini?

Bus kota melaju, tapi dunia seolah melambat. Klakson, obrolan penumpang, deru mesin—semuanya terdengar jauh, seperti berasal dari dimensi lain. Anjani duduk kaku di kursi sempit, sadar: tanpa handphone, ia benar-benar sendirian.

Di kantor, jam berdetak lambat. Pikirannya mengembara. Pesan yang ia tunggu selama seminggu seakan melayang di udara, menunggu untuk dibaca. Saat ia menoleh ke jendela, layar hitam handphone di rumah muncul di bayangannya—seolah menatap balik, menuntut perhatian.

Rina, rekan kerjanya, menepuk pundak.

“Kau baik-baik saja? Mukamu pucat sekali.”

“Ah, cuma handphone-ku… tertinggal di rumah,” jawab Anjani sambil tersenyum kikuk.

Rina terkekeh. “Hahaha, iya… rasanya dunia runtuh sebentar ya?”

Anjani mengangguk. Dunia runtuh, ya—tapi bukan karena sepi. Melainkan karena hilangnya rasa aman yang selama ini diberikan benda itu.

Saat istirahat siang, sebuah email dari bos muncul di layar komputer. Anjani hampir melupakan dirinya sendiri saat membaca subjeknya: “Pertemuan Mendesak: Segera ke Ruang 502”. Panik menjeratnya. Tanpa handphone, ia tidak tahu siapa yang akan hadir, apakah dokumen yang dikirim sudah diterima, atau bahkan apakah rapat itu batal.

Ia bangkit, melangkah ke lift, tapi langkahnya terhenti. Di saku jasnya… sesuatu bergetar. Sebuah kotak kecil, handphone lain—tidak ia kenal. Layar menyala, menampilkan pesan: “Aku tahu kau akan lupa hari ini. Jangan khawatir, aku di sini.”

Anjani terdiam. Siapa yang mengirimnya? Bagaimana bisa seseorang tahu ia akan panik tanpa handphone aslinya?

Di jendela ruang rapat, ia menatap langit yang berubah warna. Dunia bergerak cepat, tapi ia sadar sesuatu: ketergantungan itu bukan hanya pada benda. Handphone adalah jembatan ke rasa aman, pengakuan, bahkan pengawasan yang tak terlihat. Tanpanya, ia rapuh.

Malam tiba. Anjani pulang, membuka pintu rumah, dan melihat handphone aslinya di meja. Layar menyala, notifikasi berhamburan. Tapi di layar itu ada satu pesan baru, dari nomor yang sama dengan yang muncul di kantor: “Selamat datang kembali. Tapi sesuatu telah berubah.”

Anjani menelan ludah. Ia sadar: hari ini, sebuah hal sederhana—handphone tertinggal—telah menyingkap lebih banyak dari yang ia bayangkan. Dunia yang selama ini terasa pasti, ternyata penuh kejutan kecil yang menunggu untuk ditemukan.

Dan di sudut hatinya, ada rasa lega—dan sekaligus rasa waspada yang tak bisa dihapus.

Blora, Januari 2026.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Sepasang Sayap yang Tak Sempurna
Wardatul Jannah
Skrip Film
The Superstar Is Fallin (In Love)
Maya Suci Ramadhani
Flash
Jam Pelajaran
Fatimah Ar-Rahma
Flash
Handphone yang Tertinggal
Desto Prastowo
Novel
Aku, Kamu, Kita Semua Harus Kuat!
C R KHAN
Flash
Bronze
Payudara Lepuh
Bai Ruindra
Cerpen
Bronze
Hidung
Ahmad Muhaimin
Novel
AKU KAMU BEDA YANG SAMA
Oktaviona Bunga Asmara
Skrip Film
Landau Badai
Sarah Nurul Khotimah
Cerpen
Sahabat terakhir di hati ku
moeycha ryu
Flash
Mengatasi Penyakit Menganggur
Eko Triono
Flash
DRAMAMU
Ragel
Flash
Bronze
Menonton Televisi di Losmen
Sulistiyo Suparno
Flash
Stairway To Heaven
Ika nurpitasari
Novel
Gadis yang memeluk lukanya sendiri
Aliafia afandi
Rekomendasi
Flash
Handphone yang Tertinggal
Desto Prastowo
Cerpen
Bronze
Puisi yang Tak Pernah Sampai
Desto Prastowo
Flash
Tongkat, Payung, dan Kulit Kacang
Desto Prastowo
Flash
Satu Butir Telur dari Ibu
Desto Prastowo
Flash
Cum Laude di Sudut Jalan
Desto Prastowo
Novel
Bronze
Kita Dibesarkan untuk Kuat, Bukan Bahagia
Desto Prastowo
Cerpen
Sebelum Kamu Mengetuk Lagi
Desto Prastowo
Flash
Hantu Anti-Ghosting
Desto Prastowo
Flash
Bronze
Algoritma Hasrat, Borgol di Tangan
Desto Prastowo
Flash
Bronze
Dua Lilin di Bukit Sunyi
Desto Prastowo
Flash
Rapat Zoom dengan Diri Sendiri
Desto Prastowo
Novel
Bronze
RESONANSI ROMENI
Desto Prastowo
Cerpen
Tombol Setuju
Desto Prastowo
Cerpen
Syamsul dan Senja yang Jujur
Desto Prastowo
Cerpen
Lampu dari Sungai yang Mengering
Desto Prastowo