Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Wilayah Terlarang Bernama Kita
0
Suka
1,864
Dibaca

Pada tahun ketiga perang geopolitik, negara tidak lagi mengebom kota.

Mereka mengebom hubungan.

Alya baru menyadarinya saat pesan “aku rindu” yang ia ketik berubah menjadi layar kosong. Tidak gagal terkirim. Tidak juga terkirim. Hanya hilang, seolah kata rindu tak pernah ada dalam kamus yang diizinkan.

Pemberitahuan resmi masuk beberapa detik kemudian.

AKUN ANDA SEDANG DALAM PEMANTAUAN.

KOMUNIKASI LINTAS NEGARA DIKLASIFIKASIKAN SEBAGAI RISIKO NASIONAL.

Tak ada tanda seru. Tak ada ancaman langsung. Justru itu yang membuatnya menakutkan.

Rama menghilang dari daftar kontaknya pada malam yang sama. Bukan diblokir. Bukan dihapus. Namanya seakan tak pernah disimpan. Riwayat percakapan mereka kosong tahun-tahun percakapan, tawa, ketakutan, dan rencana masa depan diratakan seperti tanah setelah perang.

Alya mencoba mengingat isi chat mereka, tapi ingatan tak sepresisi arsip digital. Ada kalimat yang hilang, ada suara yang kabur. Ia mulai menuliskan kembali percakapan itu di buku catatan, dari ingatan yang bocor.

“Kalau kita bertemu nanti, kau ingin ke mana dulu?”

“Aku ingin memastikan kau nyata.”

Kalimat itu membuat tangannya gemetar. Ia tak yakin siapa yang mengucapkannya dulu.

Seminggu kemudian, seorang petugas datang.

Bukan berseragam militer. Ia mengenakan pakaian sipil, rapi, dengan tablet di tangan. Wajahnya netral, seperti seseorang yang tak pernah jatuh cinta.

“Hubungan Anda dengan warga negara musuh terdeteksi sebagai ikatan emosional mendalam,” katanya. “Dalam kondisi perang, emosi lintas batas negara berpotensi melemahkan loyalitas.”

Alya menatapnya lama.

“Dia bukan negara,” katanya pelan. “Dia manusia.”

Petugas itu mengangguk, mencatat sesuatu.

“Itulah masalahnya.”

Alya dilarang mengakses akun internasional. Semua unggahan lamanya disunting otomatis. Kata kami diganti menjadi saya. Foto-foto berdua yang bahkan belum pernah diambil menghilang dari ingatan digital sebelum sempat menjadi bukti.

Setiap malam, Alya berbicara sendiri. Ia mengucapkan nama Rama dengan suara pelan, seperti kata terlarang. Ia takut suatu hari nama itu juga akan dihapus dari kepalanya.

Di sisi lain perbatasan, Rama mengalami hal serupa. Akunnya masih ada, tapi setiap kali ia menulis nama Alya, layar berkedip merah.

KATA KUNCI TIDAK DIIZINKAN.

Ia mencoba menulis dengan metafora. Langit, rumah, suara yang kutunggu. Semua disaring. Semua dipotong. Hingga akhirnya ia menyerah dan menulis satu kalimat netral:

“Aku baik-baik saja.”

Pesan itu lolos.

Tak pernah sampai.

Beberapa bulan kemudian, perang mereda. Negara-negara menandatangani perjanjian damai. Internet dipulihkan. Sensor dilepas perlahan, seperti luka yang dibiarkan bernapas.

Alya membuka aplikasinya dengan perasaan asing. Ia mencari nama Rama. Tidak ada.

Ia menghubungi pusat data nasional. Seorang operator menjawab dengan suara datar.

“Data tersebut telah dihapus permanen karena termasuk dalam kategori hubungan berisiko tinggi.”

“Apa artinya dia mati?” tanya Alya.

Operator itu terdiam sebentar.

“Tidak,” katanya. “Lebih tepatnya dia tidak pernah diizinkan untuk ada.”

Malam itu, Alya menulis satu kalimat di buku catatannya, dengan tinta yang mudah pudar:

Di zaman perang modern, cinta bukanlah korban. Ia adalah tersangka.

Dan sejak hari itu, Alya hidup dengan satu kesadaran yang tak bisa ia ceritakan pada siapa pun: bahwa ia pernah mencintai seseorang yang secara resmi tidak pernah ada.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
True Love
salisa
Novel
Gold
Bride Wannabe
Bentang Pustaka
Novel
Bronze
Sepasang Mata Bola (Bukan Lagu Walo Banyak Nyanyinya)
Aneidda
Novel
Satu Bulan Saja
Naily Infiroha
Novel
Kisah Kasih 98
Siti Ulfatuz Zhalfa
Novel
Bronze
Nadi dan Vena: Ketika Cinta Tak Dapat Bersatu
Jaza Pinky
Flash
Wilayah Terlarang Bernama Kita
lidia afrianti
Novel
Gold
Kekasih Terjauh
Falcon Publishing
Novel
Bronze
I'll Catch You, Gavarles
fikaliv
Novel
Bronze
Love is Dangerous
Juya
Novel
Cewek Medan
Idris Pasaribu
Novel
Bronze
WEDDING SCHOOL
Okhie vellino erianto
Novel
Finding Soo
Dya
Novel
If You Were Him
Farahiah Almas Madarina
Novel
Cinta Datang Terlambat
NIZAP02
Rekomendasi
Flash
Wilayah Terlarang Bernama Kita
lidia afrianti
Flash
Bronze
Hilang di Kota Virtual
lidia afrianti
Flash
Terapi kota
lidia afrianti
Flash
Hear You
lidia afrianti
Flash
Hari Ketika Aku Mati Sebentar
lidia afrianti
Flash
Jika kita berubah
lidia afrianti
Flash
Bisakah Aku Jadi Dewasa?
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Dazzling Love
lidia afrianti
Flash
Bronze
Kata Mereka Akan Baik-Baik Saja
lidia afrianti
Flash
Bronze
From River To Sea
lidia afrianti
Flash
Bronze
Manusia Yang Kupanggil Priaku
lidia afrianti
Flash
Raut
lidia afrianti
Flash
Cerita 14 Mei 2013
lidia afrianti
Flash
Kesalahan Hitung
lidia afrianti
Flash
Maaf aku tidak menjadi apa yang kamu mau
lidia afrianti