Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Wilayah Terlarang Bernama Kita
0
Suka
9,630
Dibaca

Pada tahun ketiga perang geopolitik, negara tidak lagi mengebom kota.

Mereka mengebom hubungan.

Alya baru menyadarinya saat pesan “aku rindu” yang ia ketik berubah menjadi layar kosong. Tidak gagal terkirim. Tidak juga terkirim. Hanya hilang, seolah kata rindu tak pernah ada dalam kamus yang diizinkan.

Pemberitahuan resmi masuk beberapa detik kemudian.

AKUN ANDA SEDANG DALAM PEMANTAUAN.

KOMUNIKASI LINTAS NEGARA DIKLASIFIKASIKAN SEBAGAI RISIKO NASIONAL.

Tak ada tanda seru. Tak ada ancaman langsung. Justru itu yang membuatnya menakutkan.

Rama menghilang dari daftar kontaknya pada malam yang sama. Bukan diblokir. Bukan dihapus. Namanya seakan tak pernah disimpan. Riwayat percakapan mereka kosong tahun-tahun percakapan, tawa, ketakutan, dan rencana masa depan diratakan seperti tanah setelah perang.

Alya mencoba mengingat isi chat mereka, tapi ingatan tak sepresisi arsip digital. Ada kalimat yang hilang, ada suara yang kabur. Ia mulai menuliskan kembali percakapan itu di buku catatan, dari ingatan yang bocor.

“Kalau kita bertemu nanti, kau ingin ke mana dulu?”

“Aku ingin memastikan kau nyata.”

Kalimat itu membuat tangannya gemetar. Ia tak yakin siapa yang mengucapkannya dulu.

Seminggu kemudian, seorang petugas datang.

Bukan berseragam militer. Ia mengenakan pakaian sipil, rapi, dengan tablet di tangan. Wajahnya netral, seperti seseorang yang tak pernah jatuh cinta.

“Hubungan Anda dengan warga negara musuh terdeteksi sebagai ikatan emosional mendalam,” katanya. “Dalam kondisi perang, emosi lintas batas negara berpotensi melemahkan loyalitas.”

Alya menatapnya lama.

“Dia bukan negara,” katanya pelan. “Dia manusia.”

Petugas itu mengangguk, mencatat sesuatu.

“Itulah masalahnya.”

Alya dilarang mengakses akun internasional. Semua unggahan lamanya disunting otomatis. Kata kami diganti menjadi saya. Foto-foto berdua yang bahkan belum pernah diambil menghilang dari ingatan digital sebelum sempat menjadi bukti.

Setiap malam, Alya berbicara sendiri. Ia mengucapkan nama Rama dengan suara pelan, seperti kata terlarang. Ia takut suatu hari nama itu juga akan dihapus dari kepalanya.

Di sisi lain perbatasan, Rama mengalami hal serupa. Akunnya masih ada, tapi setiap kali ia menulis nama Alya, layar berkedip merah.

KATA KUNCI TIDAK DIIZINKAN.

Ia mencoba menulis dengan metafora. Langit, rumah, suara yang kutunggu. Semua disaring. Semua dipotong. Hingga akhirnya ia menyerah dan menulis satu kalimat netral:

“Aku baik-baik saja.”

Pesan itu lolos.

Tak pernah sampai.

Beberapa bulan kemudian, perang mereda. Negara-negara menandatangani perjanjian damai. Internet dipulihkan. Sensor dilepas perlahan, seperti luka yang dibiarkan bernapas.

Alya membuka aplikasinya dengan perasaan asing. Ia mencari nama Rama. Tidak ada.

Ia menghubungi pusat data nasional. Seorang operator menjawab dengan suara datar.

“Data tersebut telah dihapus permanen karena termasuk dalam kategori hubungan berisiko tinggi.”

“Apa artinya dia mati?” tanya Alya.

Operator itu terdiam sebentar.

“Tidak,” katanya. “Lebih tepatnya dia tidak pernah diizinkan untuk ada.”

Malam itu, Alya menulis satu kalimat di buku catatannya, dengan tinta yang mudah pudar:

Di zaman perang modern, cinta bukanlah korban. Ia adalah tersangka.

Dan sejak hari itu, Alya hidup dengan satu kesadaran yang tak bisa ia ceritakan pada siapa pun: bahwa ia pernah mencintai seseorang yang secara resmi tidak pernah ada.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Come Back to Me
Erlin Natawiria
Flash
MEMORIZE YOU
Iman Siputra
Flash
Wilayah Terlarang Bernama Kita
lidia afrianti
Novel
Aku dan Halusinasiku [Skizofrenia]
Lusia_army
Novel
Bronze
Tak Mudah untuk Cinta
syafetri syam
Novel
BUNGAKU
Arai Merah
Novel
Bronze
Malam, Hujan
Hary Budiarto Koriun
Novel
(Still) Marry You
Vithree Rosea
Cerpen
Bronze
Taman di atap sekolah 🏫
Syaqueenn
Novel
Gold
Everything For You
Bentang Pustaka
Skrip Film
Sepotong Kisah Almara
Efelana
Novel
Secangkir Matcha
imagivine
Novel
But You Arsean
achamrsha
Novel
My Lovely Angel
Shasadewa
Novel
Bronze
Dear Editor, My Heart Is Yours
Nurul Adiyanti
Rekomendasi
Flash
Wilayah Terlarang Bernama Kita
lidia afrianti
Novel
Wandering Toward You
lidia afrianti
Flash
Perempuan
lidia afrianti
Novel
Simulasi Pernikahan (The year we practiced forever)
lidia afrianti
Flash
Kenapa Kamu Pergi?
lidia afrianti
Flash
Bronze
From River To Sea
lidia afrianti
Flash
Maaf aku tidak menjadi apa yang kamu mau
lidia afrianti
Flash
Jika aku tidak cukup, bilang saja
lidia afrianti
Flash
Bagian Mana kita?
lidia afrianti
Flash
Bronze
Rumus Manual ayah
lidia afrianti
Flash
My Battery
lidia afrianti
Flash
Bronze
Juni Tanpa Ju
lidia afrianti
Flash
Titik Tumbuh
lidia afrianti
Flash
Barangkali Tulisan Memang Bisa Mati
lidia afrianti
Flash
Cerita 14 Mei 2013
lidia afrianti