Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
Lampu Terakhir di Lorong B
1
Suka
2,129
Dibaca

Tidak ada yang benar-benar memperhatikan Lorong B.

Rumah sakit itu sudah tua—dibangun sebelum gedung-gedung modern menjamur, dengan dinding hijau pucat yang catnya mengelupas di sudut-sudut. Lorong A selalu ramai. Lorong C dipakai staf. Tapi Lorong B… dibiarkan.

Hanya satu hal yang konsisten di sana.

Lampu terakhir.

Setiap malam, tepat setelah jam kunjungan selesai, lampu neon di ujung Lorong B selalu menyala. Padahal saklarnya rusak sejak lama.

“Korsleting listrik,” kata Pak Harun, petugas keamanan malam, sambil menguap. “Gedung tua. Biasa.”

Aku hampir percaya. Hampir.

Sampai malam ketiga aku yang berjaga.

Aku perawat magang. Shift malam adalah hukuman sekaligus pelajaran. Saat jam menunjukkan 01.47, aku berjalan melewati Lorong B untuk ke pantry. Lorong itu kosong. Sunyi. Lampu-lampu lain mati, kecuali satu—lampu neon yang berdengung pelan, berkedip seperti napas yang tidak stabil.

Aku berhenti melangkah.

Lampu itu baru saja menyala.

Di ruang ICU, seorang pasien lansia sedang kritis. Monitor jantungnya berbunyi pelan, ritmenya tak teratur. Aku kembali ke nurse station. Lima menit kemudian, alarm panjang terdengar.

Dokter menutup tirai.

Monitor berhenti.

Dan entah kenapa—aku tahu sebelum menoleh—lampu di Lorong B pasti mati.

Aku terpaku.

Besoknya aku mencatat waktu. Sengaja. Pasien sekarat, lampu menyala. Pasien meninggal, lampu mati. Tidak pernah meleset. Tidak pernah lebih cepat. Tidak pernah terlambat.

Aku melapor ke bagian teknik. Mereka mengganti kabel. Mematikan panel. Bahkan mencabut aliran listrik khusus Lorong B.

Lampu itu tetap menyala malam berikutnya.

“Ada yang mainin saklar?” tanyaku.

Pak Harun menggeleng pelan. “Nggak ada saklar. Dari dulu nggak ada.”

Aku mulai mencari arsip lama. Denah rumah sakit sebelum renovasi. Lorong B tidak selamanya berfungsi sebagai koridor.

Dulu, itu ruang isolasi.

Zaman wabah. Zaman ketika keluarga pasien tidak boleh masuk. Tidak boleh menyentuh. Tidak boleh berpamitan.

Di catatan manuskrip usang, tertulis satu prosedur sederhana:

Jika pasien kritis, keluarga menyalakan lampu di luar ruangan sebagai tanda: jangan masuk.

Aku menutup berkas itu dengan tangan gemetar.

Malam berikutnya, aku sengaja berdiri di Lorong B.

Lampu itu menyala perlahan, seperti seseorang yang mengingat sesuatu. Dengungnya lembut. Tidak mengancam. Justru… sabar.

Di ICU, seorang anak kecil terbaring. Orang tuanya menunggu di luar, memeluk satu sama lain tanpa suara.

Monitor berbunyi dengan nada statis.

Lampu mati.

Aku berdiri sendirian di lorong kosong, menyadari sesuatu yang membuat tenggorokanku kering.

Lampu itu bukan karena korslet.

Bukan hantu.

Itu ingatan.

Jejak terakhir dari keluarga-keluarga yang dulu tidak sempat mengucapkan selamat tinggal. Sebuah tanda yang terus dinyalakan—bukan untuk melarang masuk, tapi untuk mengingatkan:

Ada seseorang yang sedang pergi. Dan mereka pantas dihormati dengan sunyi.

Sejak malam itu, aku tidak pernah lagi menyebut Lorong B sebagai lorong kosong.

Dan setiap kali lampu itu menyala, aku berhenti berjalan.

Karena seseorang, entah siapa, sedang berpamitan.

Dan aku tidak mau masuk tanpa izin.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Flash
Lampu Terakhir di Lorong B
Aulia umi halafah
Novel
DANDELION
Felicia Putra
Novel
KECEBONG
Hevnkid
Flash
Bronze
BURUNG PUTIH YANG TIDAK KEHILANGAN WARNANYA
Mu Xuerong
Skrip Film
Death distrik
Vaearen
Flash
Coffee
Wuri
Novel
The Winter's Hunter
Wuri
Flash
Si Pembawa Pesan
Ayu Anggun
Cerpen
Bronze
Perempuan yang Menikahi Belik
Intan Andaru
Novel
KRING!
gie
Flash
REMEMBER ME
Ocha
Flash
Kasus Terakhir Rissa
Sekar Kinanthi
Flash
Bronze
Sang Penjaga (3)
Omius
Flash
Benalu
Mambaul Athiyah
Novel
Gold
Bird Box
Noura Publishing
Rekomendasi
Flash
Lampu Terakhir di Lorong B
Aulia umi halafah
Flash
Orang yang Selalu Pulang Lebih Dulu
Aulia umi halafah
Flash
Sebelum nafas itu berhenti
Aulia umi halafah
Flash
Malam yang Seharusnya Tidak Dilewati
Aulia umi halafah
Cerpen
Bronze
Penumpang Terakhir Malam Itu
Aulia umi halafah
Cerpen
Bronze
Saat Gelap Tak Lagi Meminta Izin
Aulia umi halafah
Flash
Pesan yang Tak Pernah Terkirim
Aulia umi halafah
Novel
Tanda Tangan Neraka
Aulia umi halafah
Cerpen
Lorong yang Menganga
Aulia umi halafah
Cerpen
Salah Kirim Chat, Malah Jadi Gebetan
Aulia umi halafah
Flash
Sekolah yang Pulang Lebih Dulu
Aulia umi halafah
Novel
Series Detektif Senja
Aulia umi halafah
Flash
Bronze
Keputusan yang Datang Terlambat
Aulia umi halafah
Flash
Nama yang Tidak Pernah Dipanggil
Aulia umi halafah
Cerpen
Bronze
Jam Pulang yang Selalu Sama
Aulia umi halafah