Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Aku tidak sembuh.
Aku hanya berhenti berperang dengan apa yang pernah melukaiku.
Untuk waktu yang lama, aku pikir tumbuh berarti melupakan.
Menghapus ingatan, menutup pintu, berpura-pura semuanya tidak pernah terjadi.
Ternyata tidak.
Tumbuh adalah duduk berhadapan dengan diriku yang dulu
dan tidak lagi menyalahkannya karena bertahan dengan cara yang ia bisa.
Aku mulai mengerti: rasa takutku bukan kelemahan, ia adalah alarm yang pernah menyelamatkanku.
Dan jarak yang kubangun dari orang lain
bukan karena aku dingin, melainkan karena aku terlalu lama belajar bahwa dekat itu berbahaya.
Di titik ini, aku berhenti bertanya, “Kenapa ini terjadi padaku?” dan mulai bertanya, “Apa yang bisa kulakukan dengan hidup yang masih kumiliki?”
Aku masih membawa lukaku.
Ia tidak hilang.
Tapi sekarang aku tahu letaknya, aku tahu kapan ia berdenyut, dan aku tahu aku tidak harus membiarkannya mengendalikan seluruh langkahku.
Mungkin inilah tumbuh: bukan menjadi seseorang yang tidak pernah terluka, melainkan seseorang yang berani hidup tanpa terus meminta maaf atas rasa sakitnya sendiri.
Dan untuk pertama kalinya, aku tidak hanya bertahan.
Aku memilih.