Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
Nama yang Tidak Pernah Dipanggil
0
Suka
2,683
Dibaca

Papan absensi itu tergantung miring di dinding kelas.

Aisyah baru sadar ada yang aneh ketika ia menghitung ulang jumlah muridnya untuk ketiga kali.

Tiga puluh satu.

Padahal seharusnya tiga puluh.

Ia mengerutkan kening. Mungkin ada murid pindahan yang belum dicatat, pikirnya. Namun daftar nama di tangannya tetap sama. Tidak ada tambahan. Tidak ada coretan baru.

“Ada yang merasa jumlah kita hari ini beda?” tanyanya ringan.

Kelas hening. Beberapa murid saling pandang, lalu menggeleng.

Aisyah mulai memanggil nama satu per satu.

Semua menjawab. Semua mengangkat tangan.

Hingga ia sampai di nama terakhir yang bahkan ia sendiri tak ingat pernah menuliskannya.

Rizal.

Tidak ada yang menjawab.

“Rizal?” ulangnya.

Kursi di pojok dekat jendela kosong. Buku tulis tertata rapi. Pulpen tergeletak seolah baru saja dilepas.

“Bu, memang ada murid namanya Rizal?” tanya seorang siswi.

Aisyah terdiam. Pertanyaan itu sederhana, tapi dadanya mendadak terasa sempit.

Ia yakin tadi pagi ada seseorang duduk di sana. Ia ingat bayangan bahu. Ingat seragam yang sedikit kusut. Bahkan ingat suara kursi yang bergeser saat ia masuk kelas.

“Ada,” jawabnya pelan. “Seharusnya ada.”

Jam pelajaran berlanjut dengan canggung. Beberapa murid mulai sering menoleh ke kursi kosong itu. Seolah menunggu sesuatu kembali.

Saat bel berbunyi, Aisyah menghampiri meja pojok itu.

Buku tulisnya terbuka.

Tulisan di halaman terakhir membuat jari Aisyah bergetar.

Bu, kalau nanti saya tidak ada, tolong jangan cari saya. Saya sudah cukup lama duduk di sini tanpa pernah benar-benar terlihat.

Nama di bawahnya: Rizal.

Aisyah menutup buku itu cepat-cepat.

Di ruang guru, ia membuka data akademik. Tidak ada nama Rizal. Tidak pernah terdaftar. Tidak pernah tercatat.

Namun di lemari arsip lama, ia menemukan satu map usang.

Tahun ajaran: sepuluh tahun lalu.

Nama yang sama.

Keterangan di sampingnya singkat: Mengundurkan diri. Alasan: tidak pernah hadir.

Aisyah duduk lama.

Keesokan harinya, kursi pojok itu tetap kosong. Buku tulisnya hilang. Papan absensi kembali menunjukkan angka tiga puluh.

Tak ada yang menanyakan Rizal.

Tak ada yang mengingatnya.

Saat Aisyah hendak keluar kelas, ia mendengar suara kursi bergeser pelan.

Ia menoleh.

Tidak ada siapa-siapa.

Hanya udara sore yang bergerak, dan satu kalimat terlintas di benaknya:

Mungkin, misteri terbesar bukan tentang siapa yang menghilang…

tapi tentang siapa yang selama ini tak pernah dianggap ada.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Flash
Nama yang Tidak Pernah Dipanggil
Aulia umi halafah
Flash
Truntum
Nunik Farida
Novel
Kematian Misterius
MuhammadMisbakhulMunir
Flash
Misteri Merah Maroon
I | N
Cerpen
Bronze
Memilih Takdir
hyu
Flash
WONDERLAND
Ri(n)Jani
Cerpen
TOPENG
Arthur William R
Novel
99
Dianikramer
Skrip Film
misteri di apartemen
susi purwaningsih
Cerpen
Bronze
MALAIKAT KEMATIAN
Jejak Penulis
Cerpen
Bronze
Siapa Tamu Rumahku
Christian Shonda Benyamin
Flash
Kehidupan Kedua
AnotherDmension
Novel
Mind vs. Machine
Kiara Hanifa Anindya
Flash
Sera Alyana
Haris Hidayat
Cerpen
Last Saturday
Elkanara K.
Rekomendasi
Flash
Nama yang Tidak Pernah Dipanggil
Aulia umi halafah
Flash
Malam yang Seharusnya Tidak Dilewati
Aulia umi halafah
Flash
Orang yang Selalu Pulang Lebih Dulu
Aulia umi halafah
Cerpen
Bronze
Saat Gelap Tak Lagi Meminta Izin
Aulia umi halafah
Cerpen
Anggaran Yang Hilang Jam Dua Pagi
Aulia umi halafah
Cerpen
Bronze
Ketika Lampu Padam
Aulia umi halafah
Flash
Bronze
Keputusan yang Datang Terlambat
Aulia umi halafah
Cerpen
Bronze
Jam Pulang yang Selalu Sama
Aulia umi halafah
Novel
Tanda Tangan Neraka
Aulia umi halafah
Flash
Lampu Terakhir di Lorong B
Aulia umi halafah
Flash
Pesan yang Tak Pernah Terkirim
Aulia umi halafah
Cerpen
Rapat Tanpa Nama
Aulia umi halafah
Flash
Sebelum nafas itu berhenti
Aulia umi halafah
Novel
Series Detektif Senja
Aulia umi halafah
Cerpen
Surat yang Tidak Pernah Sampai
Aulia umi halafah