Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
Nama yang Tidak Pernah Dipanggil
0
Suka
701
Dibaca

Papan absensi itu tergantung miring di dinding kelas.

Aisyah baru sadar ada yang aneh ketika ia menghitung ulang jumlah muridnya untuk ketiga kali.

Tiga puluh satu.

Padahal seharusnya tiga puluh.

Ia mengerutkan kening. Mungkin ada murid pindahan yang belum dicatat, pikirnya. Namun daftar nama di tangannya tetap sama. Tidak ada tambahan. Tidak ada coretan baru.

“Ada yang merasa jumlah kita hari ini beda?” tanyanya ringan.

Kelas hening. Beberapa murid saling pandang, lalu menggeleng.

Aisyah mulai memanggil nama satu per satu.

Semua menjawab. Semua mengangkat tangan.

Hingga ia sampai di nama terakhir yang bahkan ia sendiri tak ingat pernah menuliskannya.

Rizal.

Tidak ada yang menjawab.

“Rizal?” ulangnya.

Kursi di pojok dekat jendela kosong. Buku tulis tertata rapi. Pulpen tergeletak seolah baru saja dilepas.

“Bu, memang ada murid namanya Rizal?” tanya seorang siswi.

Aisyah terdiam. Pertanyaan itu sederhana, tapi dadanya mendadak terasa sempit.

Ia yakin tadi pagi ada seseorang duduk di sana. Ia ingat bayangan bahu. Ingat seragam yang sedikit kusut. Bahkan ingat suara kursi yang bergeser saat ia masuk kelas.

“Ada,” jawabnya pelan. “Seharusnya ada.”

Jam pelajaran berlanjut dengan canggung. Beberapa murid mulai sering menoleh ke kursi kosong itu. Seolah menunggu sesuatu kembali.

Saat bel berbunyi, Aisyah menghampiri meja pojok itu.

Buku tulisnya terbuka.

Tulisan di halaman terakhir membuat jari Aisyah bergetar.

Bu, kalau nanti saya tidak ada, tolong jangan cari saya. Saya sudah cukup lama duduk di sini tanpa pernah benar-benar terlihat.

Nama di bawahnya: Rizal.

Aisyah menutup buku itu cepat-cepat.

Di ruang guru, ia membuka data akademik. Tidak ada nama Rizal. Tidak pernah terdaftar. Tidak pernah tercatat.

Namun di lemari arsip lama, ia menemukan satu map usang.

Tahun ajaran: sepuluh tahun lalu.

Nama yang sama.

Keterangan di sampingnya singkat: Mengundurkan diri. Alasan: tidak pernah hadir.

Aisyah duduk lama.

Keesokan harinya, kursi pojok itu tetap kosong. Buku tulisnya hilang. Papan absensi kembali menunjukkan angka tiga puluh.

Tak ada yang menanyakan Rizal.

Tak ada yang mengingatnya.

Saat Aisyah hendak keluar kelas, ia mendengar suara kursi bergeser pelan.

Ia menoleh.

Tidak ada siapa-siapa.

Hanya udara sore yang bergerak, dan satu kalimat terlintas di benaknya:

Mungkin, misteri terbesar bukan tentang siapa yang menghilang…

tapi tentang siapa yang selama ini tak pernah dianggap ada.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Flash
Nama yang Tidak Pernah Dipanggil
Aulia umi halafah
Cerpen
After Impact
Fuseliar
Skrip Film
Binatang-Binatang Merayap di Bawah Tempat Tidurnya
Maria Wiedyaningsih
Cerpen
Bronze
Mereka Ingin Menyakitiku
Christian Shonda Benyamin
Skrip Film
TOXIC
Cloverbean
Flash
Kematian Sebuah Bangsa
Akara Drawya
Novel
Bronze
Wali Kala Nanti
Ana Latifa
Flash
Pesan
Ujang Nurjaman
Novel
PENCABUT MATA
Wafa Nabila
Flash
Bandara
Elisabet Erlias Purba
Flash
Home
Ariq Ramadhan Nugraha
Novel
Bronze
Raungan Di Sebuah Villa
Mfathiar
Flash
Bronze
Kak Isah dan Ilmu Penunduk
ANINZIAH
Flash
Lucid Dream
Prettysinta
Flash
Pria Tua di Cafe Modern
Hekto Kopter
Rekomendasi
Novel
Series Detektif Senja
Aulia umi halafah
Flash
Nama yang Tidak Pernah Dipanggil
Aulia umi halafah
Cerpen
Bronze
Penumpang Terakhir Malam Itu
Aulia umi halafah
Cerpen
Jodoh yang Dipersiapkan oleh Allah
Aulia umi halafah
Cerpen
Bronze
Jam Pulang yang Selalu Sama
Aulia umi halafah
Cerpen
Salah Kirim Chat, Malah Jadi Gebetan
Aulia umi halafah
Flash
Orang yang Selalu Pulang Lebih Dulu
Aulia umi halafah
Cerpen
Ketika Lampu Padam
Aulia umi halafah
Cerpen
Bronze
Saat Gelap Tak Lagi Meminta Izin
Aulia umi halafah
Cerpen
Hari Ini Aku Datang Lebih Awal
Aulia umi halafah
Cerpen
Lorong yang Menganga
Aulia umi halafah
Flash
Sekolah yang Pulang Lebih Dulu
Aulia umi halafah
Flash
Lampu Terakhir di Lorong B
Aulia umi halafah
Flash
Pesan yang Tak Pernah Terkirim
Aulia umi halafah
Novel
Tanda Tangan Neraka
Aulia umi halafah