Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Dekapan yang Hilang
1
Suka
7,333
Dibaca

Hujan merayap di atas genting, mengalunkan bunyi getir. Kamar lembap, bau tanah basah menyelinap dari celah-celah ventilasi. Marni duduk di tepi ranjang, memeluk kedua lututnya sambil menatap jendela yang buram.

Suara anak-anak terdengar berlarian di luar rumah. Tawa mereka pecah, lalu mereda tanpa sisa. Malam menitik, senyap mengusik.

Marni merapatkan selimut ke dada. Matanya tidak lepas dari bayangan yang sesekali melintas di balik kaca. Bergerak pelan, tetapi wujudnya tak mampu tertangkap jelas.

Marni bangkit, melangkah dengan waspada, dan membuka jendela. Hawa dingin menampar wajahnya. Bau lumpur samar menusuk hidungnya. Ia menelisik semua sisi, menerawang setiap bentuk.

Tak ada siapa pun di halaman. Hanya ayunan tua yang berderit, bergoyang sendiri.

Marni menutup jendela, menarik pengait kunci. Namun, ada suara yang memanggilnya. Lembut, lirih, merintih.

"Ibu…"

Tangan Marni gemetar. Ia menoleh ke ranjang kecil di sudut kamar. Boneka kain tergeletak miring. Mata kancingnya terlepas satu. Satunya lagi seolah menatap ke arah pintu.

Ada yang berjalan di lorong. Langkahnya kecil, sambil bersenandung sendu, melantunkan kidung pengantar tidur.

Marni berlari, membuka pintu dengan cepat. Suara itu menghilang, menyisakan sunyi yang panjang.

Hujan kian deras. Marni menahan napas, menunggu suara itu kembali.

“Nak, kamu di mana?” serunya, tersedu. Jemarinya meraba ruang kosong, seakan ada tangan mungil yang bisa digenggam.

Akan tetapi, yang datang justru gemuruh. Suara air yang menggulung, menyapu apa pun yang dilaluinya. Teriakan dan tangisan menggema. Doa-doa melambung ke langit.

“Tolong aku, Bu.”

Marni menutup telinga, merunduk. Ingatan berkelebat: tubuh mungil yang terseret air, terhimpit di antara kayu-kayu, dan tangannya yang tak mampu meraih.

Sesak menempel di dadanya. Air mata mengalir tanpa isak. Petir menggelegar, menyambar sukma.

Ketika ia membuka mata, ada yang berdiri di tengah lorong. Tinggi, rambut menjuntai, wajah tertutup. Air menetes dari ujung pakaiannya, membentuk jejak menyerupai pusaran. Di pelukannya, seorang anak tampak ketakutan.

Anak itu mengulurkan tangan. "Ibu… aku mau sama Ibu.”

Marni mendekat. Kakinya berat. Ia mengambil anaknya, membawa dalam dekapan hangat.

Sosok itu, yang semula hanya diam, berusaha merampas si anak kembali. Marni bergegas masuk ke dalam kamar. Ia terpleset oleh lantai yang licin. Tubuhnya terhuyung sebelum akhirnya berhasil menutup pintu.

Dari balik pintu, gedoran dan raungan terus menyalak. Marni panik. Sang anak menangis keras.

Marni tidak mau kehilangan anaknya untuk kedua kalinya. Ia merapatkan tubuh mungil itu ke pelukannya, menutupi kepala si kecil dengan lengannya.

Lampu padam. Dinding-dinding bergetar. Gelap menelan segalanya.

Marni mengusap kening anaknya, menciumnya penuh haru. Namun, tatkala cahaya kembali, yang ada dalam dekapannya adalah sebuah boneka.

Marni menggerung, mencabik-cabik boneka itu. “Kembalikan anakku!” laungnya, pilu.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Dekapan yang Hilang
Jasma Ryadi
Flash
Hutan Berkabut Putih
Martha Z. ElKutuby
Novel
Bronze
6nam
Nikodemus Yudho Sulistyo
Cerpen
Bronze
Jerat Senyap
Christian Shonda Benyamin
Novel
Komplotan Tidak Takut Hantu
Mohamad Novianto
Flash
Berita Kematian
Ahmad R. Madani
Novel
Di Antara Rumah yang Kosong
Imajiner
Novel
MISTERI PAVILIUN KAWEDANAN
Heru Sanjaya
Flash
Bayangan di Lorong Sekolah
Haris Hidayat
Novel
Gold
Fantasteen 22 Boards
Mizan Publishing
Novel
Gold
Fantasteen Scary: Daruma-San
Mizan Publishing
Novel
Evil Hotel
Frisca Amelia
Skrip Film
Lucid Dream
Silah Fauzun Akbar
Novel
Bronze
Mystery Books Factory
Ananda Putri Safitri
Novel
Dark Terror
Frisca Amelia
Rekomendasi
Flash
Dekapan yang Hilang
Jasma Ryadi
Flash
Layangan di Langit Hitam
Jasma Ryadi
Flash
Bagaimana Jika Aku Tidak Menikah?
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Simetris
Jasma Ryadi
Flash
Mengapa Aku Belum Mati?
Jasma Ryadi
Flash
Telepon
Jasma Ryadi
Flash
Republik Kucing
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Tanganku di Timur, Hatimu di Barat
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Firasat Mimpi
Jasma Ryadi
Flash
Di Barisan Belakang
Jasma Ryadi
Flash
Residu
Jasma Ryadi
Novel
Bronze
Mereka di Sini
Jasma Ryadi
Flash
Mereka Bilang Aku Setan
Jasma Ryadi
Flash
Gema yang Redup
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Ketika Milo Mati
Jasma Ryadi