Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Alarm Tahajud
2
Suka
1,823
Dibaca

Lagi-lagi alarm tahajud itu berbunyi, dan lagi-lagi aku mematikannya. Sudah berapa hari hal ini terjadi berulang kali, aku terbangun sesaat, lalu kembali terlelap. Dentingnya tak lagi mengusik; tanganku refleks mematikan, sementara tubuhku justru menarik selimut lebih erat dan melanjutkan tidurku. Sudah berapa malam aku melakukan hal yang sama tanpa rasa bersalah.

Dulu, meninggalkan tahajud sehari saja terasa begitu berat. Ada rasa bersalah yang menyesakan, ada kegelisahan yang tak mudah diabaikan. Namun kini, semua itu seperti memudar. Aku menjadi acuh, seolah tak ada yang perlu disesali.

Dulu, Aku bersujud dan berdoa mengetuk jalur langit dengan linang air mata, demi keinginan yang terasa mustahil. Namun entah dari mana, godaan itu datang. Menghasutku perlahan aku lupa pada doaku sendiri, hingga aku berhenti berharap dan tak lagi bersujud. Sudah tidak ada sajadah yang tergelar. Sudah tidak ada tangisan setiap malam. Hanya bersisakan malam yang dingin, sepi dan sunyi. Entah sejak kapan aku setenang ini meninggalkan tahajud?

Jujur aku merindukan diriku yang dekat dengan Allah.

Aku membenci diriku yang kini begitu jauh. Aku muak pada diriku yang kini terlalu akrab dengan kelalaian.

Aku ingin kembali menjadi hamba yang tenang karena berserah, bukan gelisah karena lalai.

Alarm malam ini kembali berbunyi.

Bukan hanya membangunkanku dari tidur, tapi dari kelalaian yang panjang. Ia mengingatkanku bahwa aku pernah setaat itu, pernah seikhlas itu dalam sujud. Rasanya perih menyadari betapa aku berubah, bukan ke arah yang lebih baik.

Bukan seperti ini hidup yang kuinginkan. Penuh rasa resah dan bersalah. Yang tanpa sadar, aku membiarkan diriku hanyut. Terlena oleh kebiasaan buruk yang kupeluk sendiri.

Apakah aku terlalu terlena oleh kebiasaan burukku sendiri? Aku berharap, suatu hari nanti, aku bisa kembali menjadi diriku yang dulu, versi diriku yang lebih baik.

Ya Allah, berikan aku jalan untuk kembali, jangan biarkan hatiku ikut mati dalam kelalaian. Temukan kembali cahaya dalam sujud tahajud.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Alarm Tahajud
Devita Sukma Nur Alifa
Flash
NING NONG NING GUNG
Syauqi Sumbawi
Skrip Film
Calon Imamku
Firanda firdaus
Novel
Gold
100 Pesan Nabi untuk Wanita
Mizan Publishing
Novel
Jalan Cahaya
heriwidianto
Novel
Gold
Kuntum-Kuntum Surga
Mizan Publishing
Flash
Rapor Dari Tuhan
Sugiadi Azhar
Cerpen
Bronze
History of A City
DMRamdhan
Novel
Bronze
Cahaya Hidayah Sang Putri
Rosa L.
Flash
Bronze
Kuikuti Kau di JalanNya
Silvarani
Cerpen
Lensa kecil takdir
Miftah
Flash
Bronze
Adam-Adam Penghuni Masjid (Membicarakan Adam 13)
Silvarani
Novel
Bukan Rumah yang Kutuju
Ariny Nurul haq
Novel
Romantic Destination (Found You)
Alita
Novel
Bronze
Kulabuhkan Cintaku di Hatimu
Imajinasiku
Rekomendasi
Flash
Alarm Tahajud
Devita Sukma Nur Alifa
Flash
Selesai Sebelum Dimulai
Devita Sukma Nur Alifa
Cerpen
Ada Cinta Di Tayo
Devita Sukma Nur Alifa
Flash
Kondangan rasa reuni
Devita Sukma Nur Alifa
Flash
Tak Disangka, Kita
Devita Sukma Nur Alifa
Flash
Episode 365
Devita Sukma Nur Alifa
Flash
Siapa Yang Mati?
Devita Sukma Nur Alifa