Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Arganta
0
Suka
7,788
Dibaca

Senja merekah, daun-daun berguguran menyesakan jalan. Di depannya berdiri seorang manusia. Seseorang yang memiliki alis tipis dengan matanya yang penuh gairah. Ialah Arganta. Arganta adalah seorang pekerja yang tekun bagi keluarganya. Tapi itu dulu. Sekarang ia sendirian, bahkan untuk datang ke depan rumah ini saja ia enggan. Ia seperti merasakan ada beban berat selama perjalanannya ke sini.

Sudah berhari-hari ia merencanakan untuk datang berkunjung, tapi entah mengapa selalu tak jadi. Mungkin karena pekerjaannya sebagai Hakim lebih menyita waktu Arganta. Ya, ada sedikit penyesalan di dalam hatinya. Mengapa tak sejak kemarin ia datang kemari.

Sebentar lagi gelap, tapi entah mengapa kakinya belum mau enggan untuk beranjak. Air matanya jatuh menitik jalanan.

“Apakah aku berdosa?” kata Arganta menyesal. Ia menyeka matanya dengan tangannya dan berdoa semoga ia dalam keadaan baik-baik saja.

“Harusnya aku mendengarkan ucapannya,” sekali lagi Arganta menyesali. Ia berjalan dengan mantap pada akhirnya. Memasuki pelataran rumah yang dipenuhi daun-daun yang berguguran. “Sudah cukup berbual,” ia menyesali perbuatannya belakangan hari ini yang dirasanya seperti sosok yang bermulut besar di depan rekan kerjanya. Arganta tak tahu harus berbuat apa. Semakin ia diam semakin ia akan kehilangan istrinya.

Perlahan gemerisik air mengucur dari atap rumah dan Arganta mulai meninggalkan tempatnya. Di depannya berdiri seorang perempuan paruh baya dengan wajah sendu menanti kehadiran seseorang. Ketika ia melihat ada Arganta, muncul wajah puasnya.

“Kenapa tidak mendengarku? Lihat akibatnya, kan!” ucapnya.

Memang Arganta tak punya siapa-siapa dan ia sendirian harus menghadapinya. Hingga suatu ketika ia harus menerima itu dan berani masuk ke dalam rumah orang tuanya, dan di sana ia bersimpuh di bawah kaki ibunya.[*]

November 2025.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Skrip Film
Persona (Script)
Imajiner
Skrip Film
Dari Ayah
Zahrah Sabrina Azizah
Flash
Bronze
Sitti Nurbaya di Abad Milenium
Abdi Husairi Nasution
Flash
Bronze
Pulang dari Perang
Sulistiyo Suparno
Flash
Arganta
Donny Setiawan
Flash
Bronze
Gadis Berkalung Tasbih
Herman Siem
Flash
Hiasan?
Cano
Flash
Semangkuk Burjo Sebelum Pulang
Muhammad Zein Hanafi
Cerpen
Bronze
BIOLAKU DAN LAGU INDAH UNTUK NENEK
M. Yusuf Putra Sinar Tapango
Novel
Becoming 24
Febby Arshani
Skrip Film
Lama Banget (Script)
nawa
Flash
Bronze
Demi
Alfian N. Budiarto
Flash
Malam Tanpa Tidur
Febby Arshani
Novel
Someday
Weni Dwi Susanti
Novel
Bronze
Gunting
Yuditeha
Rekomendasi
Flash
Arganta
Donny Setiawan
Flash
Tembok dan Jendela
Donny Setiawan
Flash
Chandramaya
Donny Setiawan
Flash
Delana
Donny Setiawan
Cerpen
Bronze
Raja Tikus
Donny Setiawan
Cerpen
Rendra dan Tulisannya
Donny Setiawan
Novel
Pangledjar
Donny Setiawan
Flash
Perempuan
Donny Setiawan
Flash
Stasiun
Donny Setiawan
Flash
Bintang
Donny Setiawan
Flash
Balasan Pesan
Donny Setiawan
Novel
Marisa
Donny Setiawan
Flash
Adera Lina
Donny Setiawan
Novel
Kotabuku dan Orang-Orangnya
Donny Setiawan
Cerpen
Bronze
Korban Sang Arquebus Jawa
Donny Setiawan