Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
7 Menit yang Tersisa
1
Suka
13,404
Dibaca

Garis lurus muncul. Dingin. Final. Di monitor, detak jantung Erna berhenti.

Konon, otak akan menyala sebentar. Tujuh menit untuk memutar memori paling murni.

Menit pertama. Bisikan rahasia di bawah selimut tebal, napas hangat kakaknya di telinga. Mereka tertawa, berbisik lebih pelan. Jari-jari kecil saling bertaut. Tak pernah terpisah.

Menit kedua. Air terjun. Kakinya tergelincir di batu lumut. Tangan kakaknya mencengkeram pergelangan tangannya, keras, sampai meninggalkan bekas merah. Jantungnya berdebar. Tawa mereka tertelan gemuruh air, tapi genggaman itu tidak pernah lepas.

Menit ketiga. Wajah-wajah sahabatnya. Sinta yang memberinya tisu saat menangis. Ratna yang membelanya di kelas. Tapi Erna ingat: ia belajar persahabatan dari meja makan, dari kakaknya yang selalu menyisakan bagian terbaik untuknya. Dari pelukan yang tidak perlu diminta.

Menit keempat. Laki-laki itu—suaminya—mendengarkan tanpa memotong saat ia bercerita tentang kakaknya sampai larut. Ia mengerti. Cinta yang ia terima darinya terasa familiar, seperti pulang.

Menit kelima. Anak-anaknya memeluknya sebelum tidur. Ciuman di kening. Dagu mereka bertumpu di pundaknya. Erna tahu pelukan ini. Tubuhnya mengingatnya sebelum otaknya sempat mengingat.

Menit keenam. Cucunya tertawa. Di sudut matanya, Erna melihat bayangan samar: lengkungan alis, bentuk senyum. Kakaknya, hidup lagi dalam wajah-wajah baru ini. Memori tidak mati. Ia hanya berpindah kulit.

Menit ketujuh. Layar hampir datar. Erna tidak lagi melihat perjalanan hidupnya. Ia melihat cincin utuh: dirinya dan kakaknya, memori yang menyatu, tak terpisahkan.

Ia menyadari: mereka tidak pernah berada dalam memori satu sama lain.

Mereka adalah memori yang sama.

Garis lurus itu tidak membekukan apa pun. Ia hanya menandai di mana satu bentuk berakhir, dan bentuk lain—abadi, tanpa nama—dimulai.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
LAMARAN
Ida Ahdiah
Flash
7 Menit yang Tersisa
Sekar Kinanthi
Cerpen
Bronze
Ramayana Moksa
Imajinasiku
Novel
DAENA "Anak dari Istri Ketiga Bapak"
Nurmalasari
Skrip Film
ARUNIKA HOSPICE
Ratna Arifian
Komik
Bronze
SEVEN RULE : CODE NAME
willa crown
Flash
Wanita Terhormat Vs Perempuan Jalang
Sulistiyo Suparno
Flash
JENDELA KAMAR SEBERANG
Putri Akira
Novel
Gold
Notes From Singapore
Mizan Publishing
Novel
Nona Ladaku Dan Tuan Laut
Primasari Lovexz
Novel
Izinkan Aku Lepas
Martha Han
Flash
Bronze
Kisah
Febby Arshani
Novel
Curhatan Seorang Perantau
Cindy Cecillia
Novel
Face The Music
Bambang
Novel
Tepian Zaman
Nur Cholish Majid
Rekomendasi
Flash
7 Menit yang Tersisa
Sekar Kinanthi
Flash
Tirai Merah
Sekar Kinanthi
Flash
Jebakan Cinta Sang Pewaris
Sekar Kinanthi
Cerpen
Halaman Terakhir
Sekar Kinanthi
Flash
Jika Hidup adalah Cerita, Siapa Pembacanya?
Sekar Kinanthi
Novel
Jebakan Cinta Sang Pewaris
Sekar Kinanthi
Flash
77 Questions Before I Was Born
Sekar Kinanthi
Cerpen
Garis Luka: Prequel Ketika Langit Salah Dengar
Sekar Kinanthi
Flash
Rumah yang Retak
Sekar Kinanthi
Flash
Ternyata, Aku Cuma Punya Tuhan
Sekar Kinanthi
Flash
Keadilan Terakhir
Sekar Kinanthi
Cerpen
Reuni Dua Jiwa
Sekar Kinanthi
Flash
Hati yang Ingin Pulang
Sekar Kinanthi
Flash
Jiwa yang Dikucilkan
Sekar Kinanthi
Cerpen
Pacar Pura-Pura
Sekar Kinanthi