Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
If I Saw You In Heaven
3
Suka
15,160
Dibaca

No. 0415-24112082

“Selamat datang kembali, Erna,” sapa petugas di depanku.

Aku hanya tersenyum. Setelah lima puluh tujuh tahun menanti, akhirnya aku meninggalkan bumi. Tempat ini mungkin surga, atau hanya ruang tunggu tak bernama.

Tugasku sudah tercapai. Hidupku sudah berakhir. Kisahku telah menjadi kitab yang selesai. Sekarang, aku berada di tempat yang kunanti-nantikan.

“Erna, kamu akan menunggu di rumah yang telah kami siapkan: rumah impianmu. Rumah kecil berhalaman luas penuh rumput di tepi danau,” jelas petugas.

Aku mengangguk. Ternyata benar, Tuhan menciptakan rumah terindah kita di sini.

Sejak datang, aku merasakan damai yang tidak pernah kurasakan di bumi. Namun, kedamaian ini terasa hampa. Sendiri. Tanpa orang-orang terkasihku.

“Apa aku bisa bertemu dengan keluarga lamaku?” tanyaku.

“Bisa, Erna. Kamu bisa mencarinya sendiri dengan bantuan petugas kami. Namun, kamu hanya bisa menemuinya jika mereka belum bereinkarnasi.”

Tempat yang kudamba-dambakan untuk berkumpul lagi, ternyata sedikit mengecewakanku. Reuni yang kudamba, ternyata berbatas syarat.

Aku menghabiskan waktu yang terasa abadi di ruang-ruang administrasi, mengisi formulir demi formulir, mengikuti arahan petugas yang suaranya datar. Setelah proses itu, aku keluar mencari rumahku. Rumah putih beraksen kayu di tepi danau. Rumah itu memiliki dua kamar. Entah siapa yang akan menempati satu kamar yang masih kosong itu.

Aku menunggu 57 tahun hanya untuk satu orang: kakak laki-lakiku.

Dia berumur 24 tahun ketika meninggalkan dunia. Rasa sakitnya tak terperikan. Dari tahun ke tahun, aku bertambah tua. Kulitku semakin keriput, tubuhku semakin membungkuk. Sementara kakakku, ia abadi di umurnya yang ke-24.

Berbekal informasi, aku mencari kakakku. Rumahnya tidak jauh, hanya perlu naik bus yang melewati rumahku.

Aku sampai di depan rumahnya yang berdesain sangat modern, kontras dengan rumahku yang sederhana.

Aku memandangi rumah itu. Tak lama, seorang laki-laki yang sudah sangat lama kurindukan keluar. Tubuhnya tidak berubah, masih sama seperti terakhir meninggalkan bumi. Dia masih muda, berbeda dengan tubuhku yang sudah renta ini.

Kakakku keluar membawa kopi. Minuman kesukaannya, yang bahkan menemaninya ketika ia meninggalkan bumi.

Dia duduk di taman rumahnya, menyesap secangkir kopi. Dia membawa serta buku sketsanya. Aku yakin ia menggambar desain rumah. Apakah ia bekerja menjadi arsitek di sini? Apakah ia juga yang mendesain rumahku?

Setelah lama menatapnya, dia menyadari kehadiranku.

Namun, dia hanya melihatku dari kejauhan. Dia tidak mengenaliku, mungkin karena fisikku yang sudah berubah menjadi tua dan rapuh. Melebihi umurnya saat ia meninggalkan bumi.

Aku hanya terdiam. Air mataku bahkan tak bisa keluar.

Dia menaruh buku sketsanya, lalu berjalan mendekatiku.

Tubuhnya masih sama. Senyumnya tidak pernah berubah sejak terakhir kali aku melihatnya.

“Adek,” sapanya.

Ternyata dia mengenaliku. Dia memelukku.

Tubuh yang terakhir kali kusentuh 57 tahun yang lalu. Tubuhnya yang dulu sedingin es. Sekarang sudah kembali hangat.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
If I Saw You In Heaven
Sekar Kinanthi
Novel
PENCARIAN...
M U Y
Flash
Tujuan Maut
Sathya Vahini
Cerpen
Pelantara Hijrah
Ismawati
Novel
Langkah Cinta
YanuarSandieWijaya
Novel
Yang Datang Di saat Hujan
A shabieela
Novel
Bronze
Tentang Sebuah Cerita
AlifatulM
Flash
Masker untuk FARHAN
Lebah Bergantung
Novel
The Journey of My Life | Dimension
Anisatul Wafiroh
Novel
Bronze
COMFORT IN SILENCE
Rina Setianingrum
Cerpen
Bronze
Letters From Heaven
Kevin Fauzan Arjuna
Cerpen
Bronze
Mereka Bilang Aku Durhaka
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Nenek Food Hacker
glowedy
Novel
X Class 007
Adinda Amalia
Skrip Film
Tunggal, Ika, dan Ikan-Ikan di Kedung Mayit
Dewanto Amin Sadono
Rekomendasi
Flash
If I Saw You In Heaven
Sekar Kinanthi
Flash
Kasus Terakhir Rissa
Sekar Kinanthi
Cerpen
Luna: Bayangan yang Kembali (Prequel Luna: Jiwa yang Hilang)
Sekar Kinanthi
Cerpen
Reuni Dua Jiwa
Sekar Kinanthi
Flash
Raga Milik Bumi
Sekar Kinanthi
Cerpen
Luna: Jiwa yang Hilang
Sekar Kinanthi
Flash
Teduh yang Tak Pernah Kupilih
Sekar Kinanthi
Flash
Hati yang Ingin Pulang
Sekar Kinanthi
Flash
Selamat Ulang Tahun, Rara
Sekar Kinanthi
Cerpen
Heaven is Troubled 2
Sekar Kinanthi
Flash
77 Questions Before I Was Born
Sekar Kinanthi
Flash
7 Menit yang Tersisa
Sekar Kinanthi
Flash
Keluargaku di Garis Takdir Lain
Sekar Kinanthi
Flash
Tirai Merah
Sekar Kinanthi
Flash
Keadilan Terakhir
Sekar Kinanthi