Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Ilomilo
0
Suka
11,422
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

“Setelah apa yang kau lakukan pada Viona sejauh ini. Apa kau masih berharap Viona akan tetap menerimamu?”

Memang, ya. Penyesalan terkadang datang begitu terlambat. Setelah apa yang terjadi pada hubunganhya dengan Viona yang katanya, bukan siapa siapa bagi Bagas. Namun disitulah letak kesalahannya. 

Bagas tidak menyadarinya sedari awal. Bahwa semua hal yang tidak pernah Bagas rasakan pada Viona yang sebatas hanya seseorang yang selalu ada disaat Bagas benar benar terpuruk. Kini telah menjadi satu satunya alsan Bagas terpuruk jauh lebih terpuruk dari pada saat ia bertengkar kebeberapa kalinya dengan kekasihnya sendiri.

Kalimat yang Claire lontarkan siang itu untuknya terus saja terbayang, dan menghantuinya. Tidak ia pedulikan sudah berapa banyak putung rokok yang ia hisap dibeberapa terakhir ini. Tidak makan, tidak minum, tidak beristirahat dengan baik, dan buruknya. Bagas tidak mengurus dirinya dengan baik.

Ini.. melelahkan psikisnya.

“Tapi aku akan minta maaaf pada, Viona. Jadi bantu aku berbicara dengannya.”

Claire dan Hera adalah jalan yang Bagas pikirkan sejauh ini. Karena Bagas tau. Dimana ada dua sejoli ini. Akan ada Viona diantara mereka. Tapi kini..

“Viona tidak bersama kami lagi.” Balsan Claire membuatnya tertegun sesaat. Tatapan mata Claire yang menatapnya dengan tatapan  sendu memberikan jawaban yang tidak ia inginkan untuk saat ini. Tangan yang menyekal pergelangan tangan Claire dilepaskan Claire perlahan. Tatapannya kini menunduk diiringi helaan napas berat. “Dia juga tidak memberi kami balasan, walau sudah tak terhitung berapa banyak pesan yang kami kirimkan padanya. Apa kau masih terus akan mengganggu kami begini?”

Bagas kini benar benar habis kata. Ia tak tahu lagi harus bagaimana. Alam sadarnya ingin menyangkal ini semua. Jika antara Hera dan Claire, Viona hilang kabar. Lalu pada siapa Bagas bisa berharap bahwa terlambat pun, Bagas ingin Viona ada dihadapannya.

Bagas mengusak wajahnya begitu frustasi. Helaan napas demi helaan napas semakin mencekik dirinya seiring hari terus berganti. Layar ponselnya juga tidak memiliki bunyi pemberitahuan akan pesannya terbalas dari nomor yang ia harap membalas pesannya. 

“Viona.. dimana kau. Aku ingin kau disini.”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
My Old Story
arina winter
Flash
Ilomilo
sheambisius
Flash
Bronze
Azizi dan Lulu
Rere Valencia
Novel
KAU BILANG MISKIN, KU BILANG CUKUP
Aga Lesmana
Skrip Film
Absurd, Abstrak, dan Aling (Script)
KOJI
Cerpen
Bronze
Gema yang pulang ke rumah kosong
Febri Muhamad mughni
Cerpen
Bronze
Pemuda Pemburu Sunyi, Tiga Kucing dan Seekor Kelabang
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Dua Abah dan Dua Anak Perempuanya dari Pantura dan Parahyangan
Silvarani
Skrip Film
MALAM SEBELUM PANGGILAN
Tourtaleslights
Cerpen
Perjamuan Malam Sullivard
Populartflower
Cerpen
Bocah Pecandu Lem
Muhammad Ilfan Zulfani
Novel
Bronze
16 Km
Risna Pramesti
Novel
Mencari Pesan
Setia S Putra
Novel
JOVAN
Giovanna K. A.
Flash
Hati yang Ingin Pulang
Sekar Kinanthi
Rekomendasi
Flash
Ilomilo
sheambisius
Flash
Muak
sheambisius
Novel
Diary Berdarah
sheambisius
Novel
Black Owl
sheambisius