Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Ilomilo
0
Suka
6,014
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

“Setelah apa yang kau lakukan pada Viona sejauh ini. Apa kau masih berharap Viona akan tetap menerimamu?”

Memang, ya. Penyesalan terkadang datang begitu terlambat. Setelah apa yang terjadi pada hubunganhya dengan Viona yang katanya, bukan siapa siapa bagi Bagas. Namun disitulah letak kesalahannya. 

Bagas tidak menyadarinya sedari awal. Bahwa semua hal yang tidak pernah Bagas rasakan pada Viona yang sebatas hanya seseorang yang selalu ada disaat Bagas benar benar terpuruk. Kini telah menjadi satu satunya alsan Bagas terpuruk jauh lebih terpuruk dari pada saat ia bertengkar kebeberapa kalinya dengan kekasihnya sendiri.

Kalimat yang Claire lontarkan siang itu untuknya terus saja terbayang, dan menghantuinya. Tidak ia pedulikan sudah berapa banyak putung rokok yang ia hisap dibeberapa terakhir ini. Tidak makan, tidak minum, tidak beristirahat dengan baik, dan buruknya. Bagas tidak mengurus dirinya dengan baik.

Ini.. melelahkan psikisnya.

“Tapi aku akan minta maaaf pada, Viona. Jadi bantu aku berbicara dengannya.”

Claire dan Hera adalah jalan yang Bagas pikirkan sejauh ini. Karena Bagas tau. Dimana ada dua sejoli ini. Akan ada Viona diantara mereka. Tapi kini..

“Viona tidak bersama kami lagi.” Balsan Claire membuatnya tertegun sesaat. Tatapan mata Claire yang menatapnya dengan tatapan  sendu memberikan jawaban yang tidak ia inginkan untuk saat ini. Tangan yang menyekal pergelangan tangan Claire dilepaskan Claire perlahan. Tatapannya kini menunduk diiringi helaan napas berat. “Dia juga tidak memberi kami balasan, walau sudah tak terhitung berapa banyak pesan yang kami kirimkan padanya. Apa kau masih terus akan mengganggu kami begini?”

Bagas kini benar benar habis kata. Ia tak tahu lagi harus bagaimana. Alam sadarnya ingin menyangkal ini semua. Jika antara Hera dan Claire, Viona hilang kabar. Lalu pada siapa Bagas bisa berharap bahwa terlambat pun, Bagas ingin Viona ada dihadapannya.

Bagas mengusak wajahnya begitu frustasi. Helaan napas demi helaan napas semakin mencekik dirinya seiring hari terus berganti. Layar ponselnya juga tidak memiliki bunyi pemberitahuan akan pesannya terbalas dari nomor yang ia harap membalas pesannya. 

“Viona.. dimana kau. Aku ingin kau disini.”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Mooncake
Nauval Abdullah
Flash
Ilomilo
sheambisius
Novel
Bronze
Feeling with Heart
Dew
Novel
I am July
Anakbarunulis
Novel
Gold
Notes From Singapore
Mizan Publishing
Skrip Film
Lama Banget (Script)
nawa
Skrip Film
Anggrek Bulan di Tengah Malam
Noen Indraputra
Novel
Bronze
Cinta di Balik Pesantren (Buku Terakhir)
Imajinasiku
Novel
Dibalik Peluh Ibu
Mahliana
Novel
LELAKI DITITIK NADIR
Bhina Wiriadinata
Flash
Yang Tak Tertebak
Denik a nuramaliya
Novel
Bronze
Seekor Capung Di Tengah Savana
Deasy Wirastuti
Skrip Film
K: Kisah, Cinta & Kita
Vivin Aprilia
Cerpen
Bronze
Kuda-kuda Imlek
Nuel Lubis
Novel
Detik Masa
Nurul Jefa
Rekomendasi
Flash
Ilomilo
sheambisius
Flash
Muak
sheambisius
Novel
Black Owl
sheambisius
Novel
Diary Berdarah
sheambisius