Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Ilomilo
0
Suka
11,281
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

“Setelah apa yang kau lakukan pada Viona sejauh ini. Apa kau masih berharap Viona akan tetap menerimamu?”

Memang, ya. Penyesalan terkadang datang begitu terlambat. Setelah apa yang terjadi pada hubunganhya dengan Viona yang katanya, bukan siapa siapa bagi Bagas. Namun disitulah letak kesalahannya. 

Bagas tidak menyadarinya sedari awal. Bahwa semua hal yang tidak pernah Bagas rasakan pada Viona yang sebatas hanya seseorang yang selalu ada disaat Bagas benar benar terpuruk. Kini telah menjadi satu satunya alsan Bagas terpuruk jauh lebih terpuruk dari pada saat ia bertengkar kebeberapa kalinya dengan kekasihnya sendiri.

Kalimat yang Claire lontarkan siang itu untuknya terus saja terbayang, dan menghantuinya. Tidak ia pedulikan sudah berapa banyak putung rokok yang ia hisap dibeberapa terakhir ini. Tidak makan, tidak minum, tidak beristirahat dengan baik, dan buruknya. Bagas tidak mengurus dirinya dengan baik.

Ini.. melelahkan psikisnya.

“Tapi aku akan minta maaaf pada, Viona. Jadi bantu aku berbicara dengannya.”

Claire dan Hera adalah jalan yang Bagas pikirkan sejauh ini. Karena Bagas tau. Dimana ada dua sejoli ini. Akan ada Viona diantara mereka. Tapi kini..

“Viona tidak bersama kami lagi.” Balsan Claire membuatnya tertegun sesaat. Tatapan mata Claire yang menatapnya dengan tatapan  sendu memberikan jawaban yang tidak ia inginkan untuk saat ini. Tangan yang menyekal pergelangan tangan Claire dilepaskan Claire perlahan. Tatapannya kini menunduk diiringi helaan napas berat. “Dia juga tidak memberi kami balasan, walau sudah tak terhitung berapa banyak pesan yang kami kirimkan padanya. Apa kau masih terus akan mengganggu kami begini?”

Bagas kini benar benar habis kata. Ia tak tahu lagi harus bagaimana. Alam sadarnya ingin menyangkal ini semua. Jika antara Hera dan Claire, Viona hilang kabar. Lalu pada siapa Bagas bisa berharap bahwa terlambat pun, Bagas ingin Viona ada dihadapannya.

Bagas mengusak wajahnya begitu frustasi. Helaan napas demi helaan napas semakin mencekik dirinya seiring hari terus berganti. Layar ponselnya juga tidak memiliki bunyi pemberitahuan akan pesannya terbalas dari nomor yang ia harap membalas pesannya. 

“Viona.. dimana kau. Aku ingin kau disini.”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Ayah
kakaii
Novel
MELEPAS HARAP
Deya Nurfadilah
Komik
Asiknya Memanen Pala Saat Sasi
Nurbaya Pulhehe
Flash
Ilomilo
sheambisius
Cerpen
Balada si orang gila
Flaww
Cerpen
Bronze
Langkah Terakhir
Shinta Larasati Hardjono
Novel
Guys & Girls
Ayuk SN
Novel
Gold
KKPK Little Ballerina
Mizan Publishing
Cerpen
PEREMPUAN PEMELUK KABUT
Heru Patria
Novel
Rintik Hujan di Rumah Kita
Jee Luvina
Novel
Bronze
Not You Anymore
Widia ayu amelia
Novel
Gold
KKPK Ide Misterius
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Ilusi Lusi ~Novel~
Herman Siem
Novel
Bronze
Sang Primadona
R.J. Agathias
Komik
Re-Fate
djun
Rekomendasi
Flash
Ilomilo
sheambisius
Novel
Diary Berdarah
sheambisius
Novel
Black Owl
sheambisius
Flash
Muak
sheambisius