Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Ilomilo
0
Suka
12,634
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

“Setelah apa yang kau lakukan pada Viona sejauh ini. Apa kau masih berharap Viona akan tetap menerimamu?”

Memang, ya. Penyesalan terkadang datang begitu terlambat. Setelah apa yang terjadi pada hubunganhya dengan Viona yang katanya, bukan siapa siapa bagi Bagas. Namun disitulah letak kesalahannya. 

Bagas tidak menyadarinya sedari awal. Bahwa semua hal yang tidak pernah Bagas rasakan pada Viona yang sebatas hanya seseorang yang selalu ada disaat Bagas benar benar terpuruk. Kini telah menjadi satu satunya alsan Bagas terpuruk jauh lebih terpuruk dari pada saat ia bertengkar kebeberapa kalinya dengan kekasihnya sendiri.

Kalimat yang Claire lontarkan siang itu untuknya terus saja terbayang, dan menghantuinya. Tidak ia pedulikan sudah berapa banyak putung rokok yang ia hisap dibeberapa terakhir ini. Tidak makan, tidak minum, tidak beristirahat dengan baik, dan buruknya. Bagas tidak mengurus dirinya dengan baik.

Ini.. melelahkan psikisnya.

“Tapi aku akan minta maaaf pada, Viona. Jadi bantu aku berbicara dengannya.”

Claire dan Hera adalah jalan yang Bagas pikirkan sejauh ini. Karena Bagas tau. Dimana ada dua sejoli ini. Akan ada Viona diantara mereka. Tapi kini..

“Viona tidak bersama kami lagi.” Balsan Claire membuatnya tertegun sesaat. Tatapan mata Claire yang menatapnya dengan tatapan  sendu memberikan jawaban yang tidak ia inginkan untuk saat ini. Tangan yang menyekal pergelangan tangan Claire dilepaskan Claire perlahan. Tatapannya kini menunduk diiringi helaan napas berat. “Dia juga tidak memberi kami balasan, walau sudah tak terhitung berapa banyak pesan yang kami kirimkan padanya. Apa kau masih terus akan mengganggu kami begini?”

Bagas kini benar benar habis kata. Ia tak tahu lagi harus bagaimana. Alam sadarnya ingin menyangkal ini semua. Jika antara Hera dan Claire, Viona hilang kabar. Lalu pada siapa Bagas bisa berharap bahwa terlambat pun, Bagas ingin Viona ada dihadapannya.

Bagas mengusak wajahnya begitu frustasi. Helaan napas demi helaan napas semakin mencekik dirinya seiring hari terus berganti. Layar ponselnya juga tidak memiliki bunyi pemberitahuan akan pesannya terbalas dari nomor yang ia harap membalas pesannya. 

“Viona.. dimana kau. Aku ingin kau disini.”

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Ilomilo
sheambisius
Novel
Bronze
The Pieces of Memories
Moon Satellite
Novel
Gold
Bising
Bentang Pustaka
Novel
ASAM LAMBUNG (Kisah Anak Perempuan Pertama )
aisyah nur hanifah
Cerpen
Bronze
Mata Tetangga
Novita Ledo
Flash
Bronze
Takluk
Fatimah Ar-Rahma
Flash
Bronze
Gadis Kecil Penyendiri
Nita Roviana
Flash
Bronze
Kereta ini melaju terlalu cepat
Aldika R
Flash
Bronze
Pendamba
Rere Valencia
Novel
Kursus Jatuh Cinta
Jessy Anggrainy Rian
Flash
Bronze
Bias
Faisal Susandi
Flash
Muak
sheambisius
Flash
Bronze
Tjangkir Ajah
Silvarani
Cerpen
Bronze
Tawa Yang Hilang
Rain Dandelion
Novel
Dagaz
Dark Specialist
Rekomendasi
Flash
Ilomilo
sheambisius
Flash
Muak
sheambisius
Novel
Black Owl
sheambisius
Novel
Diary Berdarah
sheambisius