Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Aku berhenti bicara sekarang
0
Suka
9,033
Dibaca

Hari ini aku mencoba sesuatu yang belum pernah kulakukan:

mengakhiri percakapan.

“Aku berhenti bicara sekarang,” kataku perlahan.

Kata-katanya terdengar asing, seakan bukan milikku.

Tapi ada getaran kecil di hatiku takut, lega, bingung, semuanya bercampur.

Bayanganmu muncul lagi.

Tidak sejelas dulu, tapi masih terlihat cukup untuk mengingatkan aku pada semua malam yang dulu kuhabiskan memanggilmu kembali.

Kali ini, kamu tidak berkata apa-apa.

Kamu hanya berdiri diam, menatapku dengan wajah yang tidak pernah benar-benar kubaca.

“Aku membiarkanmu ada di kepalaku terlalu lama,” lanjutku.

“Mungkin karena aku takut kehilangan, atau mungkin karena aku takut benar-benar sendirian.”

Bayanganmu tetap tidak bergerak.

Anehnya, untuk pertama kalinya, diam itu tidak menusuk.

Tidak melukai.

Aku menarik napas, sesuatu yang tidak kulakukan selama berbulan-bulan tanpa merasa sesak.

“Terima kasih… untuk semua percakapan yang tidak pernah terjadi.”

Kata “terima kasih” itu jujur bukan untukmu, tapi untuk diriku yang dulu berusaha menyembuhkan luka dengan caranya sendiri, meski salah arah.

Bayanganmu perlahan memudar.

Tidak dramatis. Tidak menyakitkan.

Hanya… hilang. Seperti kabut ketika matahari naik sedikit lebih tinggi.

Untuk pertama kalinya, kepalaku sunyi.

Sunyi yang asing, tapi juga memberi ruang.

Ruang untuk diriku sendiri.

Dan mungkin, ini awal dari sebuah percakapan baru yang akhirnya tidak lagi kulakukan dengan seseorang yang sudah pergi, tapi dengan seseorang yang selama ini tertinggal: diriku sendiri.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
DARLINGTOWN
Rain Emmeline
Flash
Di Kereta: Kursi Kita
Sena N. A.
Flash
Aku berhenti bicara sekarang
lidia afrianti
Novel
KUMCERPATI
Johanes Prasetyo Harjanto
Flash
Bronze
Kepergok Naksir
Nuel Lubis
Novel
Bronze
EXPECTATION
Innauraa
Flash
Es Krim Nearu
Andini Pradya Savitri
Cerpen
Bronze
Aku Ingat
Azuma.H
Skrip Film
Labuan
Tanya Fransisca
Flash
Never Just a Friend
Farah Maulida
Novel
Bronze
Membalas Perselingkuhan Suamiku
LeeNaGie
Cerpen
Bronze
Sudah Tak Balance Lagi
Nuel Lubis
Skrip Film
Bangku Berhadapan pada Sebuah Gerbong Kereta
Latif Pungkasniar
Flash
Bronze
Ibu Datang Membawa Seorang Gadis
Sulistiyo Suparno
Novel
Mimosa Pudica
Kirana Putri Vebrianti
Rekomendasi
Flash
Aku berhenti bicara sekarang
lidia afrianti
Flash
Bronze
Jeda Yang Tak Pernah Usai
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
SANGUIN
lidia afrianti
Flash
Bronze
Jejak
lidia afrianti
Flash
Rumus Manual ayah
lidia afrianti
Flash
Musim Hazelnut
lidia afrianti
Flash
Kenapa Kamu Pergi?
lidia afrianti
Flash
Hari Ketika Aku Mati Sebentar
lidia afrianti
Flash
Seisi Semesta Sana
lidia afrianti
Flash
Wilayah Terlarang Bernama Kita
lidia afrianti
Flash
Bronze
Lemon Tea
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
A letter: Unbreakable Love From Seoul
lidia afrianti
Flash
Andai semua ini benar-benar terjadi
lidia afrianti
Flash
Balasan Surat Untukmu, Sean
lidia afrianti
Flash
Ibu, sebenarnya. . .
lidia afrianti