Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Terpatri
6
Suka
9,740
Dibaca

“Maaf, aku harus pergi.” Kataku pada Bela. Sosok yang sudah menemani keseharianku saat bekerja di kota Tangerang. Hampir 2 tahun kami memiliki kantor bersebelahan. Dan kini, aku harus pergi. Kontrak kerjaku akan segera berakhir

Bela terdiam, matanya fokus pada mataku. Senyumnya datar, raut wajahnya sangatlah menyedihkan.

“Kamu pasti balik lagi kesini kan?” tanya dia. Aku mengangkat kedua bahu. Sebuah respon tubuh atas ketidaktahuan tentang jalan hidup di masa depan.

“Aku gak janji,” jawabku.

Kami berjalan di sepanjang trotoar jembatan. Sungai terlihat damai, burung-burung begitu santai mengudara di atas kami. Namun sialnya, tidak dengan hatiku. Gelisah dan cemas bersatu dalam waktu yang sama. Tepat di tengah jembatan, aku mengajak Bela berhenti sejenak.

“Bel, bengong disini dulu yuk,” kataku sambil melihat matahari yang akan segera terbenam. Dia mengangguk, lalu mengambil kamera kecilnya.

Lalu dia mengungkapkan permintaan, “Sebelum kamu pergi, aku ingin foto denganmu secara siluet. Yuk!”

“Gak mau selfie aja?” tanyaku.

Bela mengangguk, “Gak mau begitu, lebay! Kamu juga tau, instagramku udah estetik lho!” lalu aku sejenak tertawa meledeknya.

Kamera diletakkan sekitar 20 meter dari kamu berdiri. Waktu potret otomatis dinyalakan, membuat kami perlu berpose dengan baik.

Cekrek! Sebuah suara notifikasi tanda memotret sudah terdengar. Dan hasilnya sungguh memuaskan. Benar-benar estetik sesuai selera Bela.

“Ih lucu banget!” Bela senangnya bukan main. Dia beberapa kali meloncat, tak peduli sedang berada di jembatan.

“Hey, pelan-pelan. Ini kita lagi diatas jembatan. Kalau rubuh gimana?”

Bela cemberut, “Aku gak seberat itu yah!”

Kami berdua tertawa bersama. Matahari terbenam menjadi saksi, burung diatas kami yang sedang terbang juga rasanya mendengar tertawa kami.

“Nath,” ucap Bela ditengah tawa kami.

“Ya?”

“Meski nanti kita berjauhan, teknologi tetap bisa membuat kita dekat. Jangan benar-benar pergi ya?”

Mendengar itu, mataku melotot sangat lebar. Sejujurnya, ini membuatku sedikit grogi. Namun aku harus tetap tegar terhadap harapan ‘sahabatku’ ini.

“Iya, semoga ya. Kamu juga harus semangat berkarir disini. Janji ya?” aku menyodorkan jari kelingking. Sebuah simbol turun-temurun yang identik dengan perjanjian antar individu. Bela terdiam sejenak. Lalu dia mulai tersenyum, membalas jari kelingkingku dengan senyum manisnya. Akupun membalas senyumannya.

“Tapi, ini bukan hanya soal karir,” ucap Bela.

“Lalu tentang apalagi?” tanyaku dengan alis yang bergerak ke atas.

“Ini soal hati aku, yang sudah terpatri oleh kamu.”

Aku terdiam, membisu sejenak mencerna kata ‘terpatri’.

Apakah yang sudahku perbuat benar-benar membuat suatu keabadian dalam hatimu?” gumamku dalam hati.

Aku hanya bisa mempertahankan senyuman. Sisanya, biar waktu yang menjawab.~

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Bronze
Cinta Sekolah Menengah Pertama
Arumi Sekar
Novel
Bronze
Warnet Cincai
Nuel Lubis
Flash
Terpatri
Adam Nazar Yasin
Novel
Hello January
Muezza Poetry
Novel
Voice Heart
Ciao Miraa
Novel
The Hidden Lights
Chyntia Putri Yudhistiro
Novel
Absurd
Fani Fujisaki
Novel
WISH
Marlina Catur
Novel
Bronze
Unfinished Business - Dineshcara
KATHERINE PRATIWI
Skrip Film
JATUH CINTA, APAPUN ARTINYA (SKENARIO)
Dina Rizky Amalia
Flash
MENCINTAIMU, TANPA BATAS
Kimijuliaaa
Cerpen
Bronze
Pacarku Preman
Sulistiyo Suparno
Novel
Bronze
ALYRA & SYRA ~ Berbeda itu menguatkan kita
Rellator RA
Novel
Identitas Rasa
Reinsabiila
Novel
Gold
Geigi
Bentang Pustaka
Rekomendasi
Flash
Terpatri
Adam Nazar Yasin
Flash
The Pie
Adam Nazar Yasin
Flash
Bronze
Tertakar
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Senyum Syukur
Adam Nazar Yasin
Novel
Aksara 4 Cangkir
Adam Nazar Yasin
Flash
Tanaman Ini Tanpamu
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Bronze
Sungguh
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Pundak Perintis
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Bronze
Aksara dan Visual Dalam Desa
Adam Nazar Yasin
Flash
Tanah Presisi
Adam Nazar Yasin
Flash
Arunika
Adam Nazar Yasin
Flash
After Taste
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Blue Life
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Terbuang Dalam Mager
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Bronze
Eulogi Hama
Adam Nazar Yasin