Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Terpatri
6
Suka
5,476
Dibaca

“Maaf, aku harus pergi.” Kataku pada Bela. Sosok yang sudah menemani keseharianku saat bekerja di kota Tangerang. Hampir 2 tahun kami memiliki kantor bersebelahan. Dan kini, aku harus pergi. Kontrak kerjaku akan segera berakhir

Bela terdiam, matanya fokus pada mataku. Senyumnya datar, raut wajahnya sangatlah menyedihkan.

“Kamu pasti balik lagi kesini kan?” tanya dia. Aku mengangkat kedua bahu. Sebuah respon tubuh atas ketidaktahuan tentang jalan hidup di masa depan.

“Aku gak janji,” jawabku.

Kami berjalan di sepanjang trotoar jembatan. Sungai terlihat damai, burung-burung begitu santai mengudara di atas kami. Namun sialnya, tidak dengan hatiku. Gelisah dan cemas bersatu dalam waktu yang sama. Tepat di tengah jembatan, aku mengajak Bela berhenti sejenak.

“Bel, bengong disini dulu yuk,” kataku sambil melihat matahari yang akan segera terbenam. Dia mengangguk, lalu mengambil kamera kecilnya.

Lalu dia mengungkapkan permintaan, “Sebelum kamu pergi, aku ingin foto denganmu secara siluet. Yuk!”

“Gak mau selfie aja?” tanyaku.

Bela mengangguk, “Gak mau begitu, lebay! Kamu juga tau, instagramku udah estetik lho!” lalu aku sejenak tertawa meledeknya.

Kamera diletakkan sekitar 20 meter dari kamu berdiri. Waktu potret otomatis dinyalakan, membuat kami perlu berpose dengan baik.

Cekrek! Sebuah suara notifikasi tanda memotret sudah terdengar. Dan hasilnya sungguh memuaskan. Benar-benar estetik sesuai selera Bela.

“Ih lucu banget!” Bela senangnya bukan main. Dia beberapa kali meloncat, tak peduli sedang berada di jembatan.

“Hey, pelan-pelan. Ini kita lagi diatas jembatan. Kalau rubuh gimana?”

Bela cemberut, “Aku gak seberat itu yah!”

Kami berdua tertawa bersama. Matahari terbenam menjadi saksi, burung diatas kami yang sedang terbang juga rasanya mendengar tertawa kami.

“Nath,” ucap Bela ditengah tawa kami.

“Ya?”

“Meski nanti kita berjauhan, teknologi tetap bisa membuat kita dekat. Jangan benar-benar pergi ya?”

Mendengar itu, mataku melotot sangat lebar. Sejujurnya, ini membuatku sedikit grogi. Namun aku harus tetap tegar terhadap harapan ‘sahabatku’ ini.

“Iya, semoga ya. Kamu juga harus semangat berkarir disini. Janji ya?” aku menyodorkan jari kelingking. Sebuah simbol turun-temurun yang identik dengan perjanjian antar individu. Bela terdiam sejenak. Lalu dia mulai tersenyum, membalas jari kelingkingku dengan senyum manisnya. Akupun membalas senyumannya.

“Tapi, ini bukan hanya soal karir,” ucap Bela.

“Lalu tentang apalagi?” tanyaku dengan alis yang bergerak ke atas.

“Ini soal hati aku, yang sudah terpatri oleh kamu.”

Aku terdiam, membisu sejenak mencerna kata ‘terpatri’.

Apakah yang sudahku perbuat benar-benar membuat suatu keabadian dalam hatimu?” gumamku dalam hati.

Aku hanya bisa mempertahankan senyuman. Sisanya, biar waktu yang menjawab.~

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Terpatri
Adam Nazar Yasin
Novel
To be With You
Leovy Agustin
Skrip Film
Labuan
Tanya Fransisca
Flash
Bronze
Tipu Daya Lelaki yang Sudah Berumur
Ron Nee Soo
Flash
Bronze
Bayang
lidia afrianti
Novel
ANTARA
Naya Hasan
Novel
Bronze
Selendang Biru
Arsa khoirol lathifa
Flash
Bronze
Chat Salah Kirim
Risti Windri Pabendan
Novel
Bronze
Bad Liar (Cinta Sang Mafia)
Imajindah
Novel
Kisah Cinta Anak Sma
Usnul
Novel
Bronze
ACCEDO
Angela L Maharani
Novel
QUEEN
Tiara Indriani
Novel
Kontrakan Cinta : Rian dan Bayu
Tara Joo
Flash
Lembar Terakhir Si Penulis
lidia afrianti
Novel
SEMPITERNAL
Anas stasia paskalina sufi mangu
Rekomendasi
Flash
Terpatri
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Blue Life
Adam Nazar Yasin
Flash
Tanaman Ini Tanpamu
Adam Nazar Yasin
Flash
Tanah Presisi
Adam Nazar Yasin
Flash
Bronze
Tertakar
Adam Nazar Yasin
Flash
The Pie
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Terbuang Dalam Mager
Adam Nazar Yasin
Flash
The Power of Tea
Adam Nazar Yasin
Novel
Aksara 4 Cangkir
Adam Nazar Yasin
Flash
Kuasa Uang
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Bronze
Aksara dan Visual Dalam Desa
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Bronze
Eulogi Hama
Adam Nazar Yasin
Flash
Arunika
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Cahaya Aksara Dunia Maya
Adam Nazar Yasin
Cerpen
Bronze
Sungguh
Adam Nazar Yasin