Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Pertengkaran Kecil Menuju Puncak Besar (Sintas Universe)
2
Suka
6,914
Dibaca

"Nggak. Pokoknya Slamet.”

“Rinjani.”

“COREY!”

“HELEN!”

Mereka berdiri di ruang tamu rumah Helena, masing-masing udah kayak presenter debat capres versi murah: tangan nyilang, tatapan sengit, tapi jaraknya cuma sejengkal.

Helen narik napas panjang. “Denger, ya. Kita butuh gunung yang manageable. Slamet itu 3.000-an meter, jalur jelas, bisa berangkat weekend. Ngertiiii?”

Corey geleng keras. “Ngerti. Tapi Rinjani itu … RINJANI. Sekali seumur hidup, Hel.”

"Kita masih hidup tahun depan.”

“Gue nggak tahu. Bisa aja gue mati karena sikap lu yang keras kepala."

Helen ngedip lambat. “Lu ngomong keras kepala ke siapa, Ree?”

“Ke—” Corey berhenti, sadar perangkap. “… ke diri sendiri.”

Helen ngangguk puas. “Bagus.”

Corey jalan muter sofa sambil ngedumel, “Dua hari lalu lu bilang pengen trip yang ‘berkesan’. Mana ada yang lebih berkesan dari Rinjani?”

“Yang berkesan itu bukan selalu yang bikin mati kepanasan di sabana, Ree.”

“Rinjani nggak panas! Anginnya enak!” Corey protes.

“Ree,” Helen menatap pelan, “di puncak Semeru aja lu pernah masuk angin.”

Corey mengangkat tangan, menyerah sejenak. “Bukan angin. Itu … cinta tak berbalas.”

Helen langsung ngelempar bantal. “LU NGAPAIN BAWA-BAWA ITU?”

Corey ketawa. “Kan udah berbalas sekarang ....”

Helen mau ngegas lagi, tapi pipinya keburu merah.

“Gini deh ….” Corey akhirnya duduk, ngusap wajahnya. “Kita pilih … tempat yang bikin kita punya alasan buat cerita panjang bareng.”

Helen ikut duduk, gerakannya lebih pelan, tapi jaraknya mepet banget—kayak sengaja ngasih sinyal gue masih kesel tapi gue tetep sayang.

“Ree .…”

“Hm?”

“Kenapa sih lu ngotot banget Rinjani?”

Corey nengok dan suaranya turun setingkat. “Soalnya … kalo gue liat sunrise dari Segara Anak bareng lu, gue … pasti inget seumur hidup.”

Helen terdiam. Beneran diem. Bibirnya nahan senyum tapi gagal.

“Dan …." Corey ngelanjutin, “gue pengen punya satu momen yang bisa gue banggain ke anak cucu nanti.”

Helen kedip cepat. “Anak cucu?”

“Ya … kalo … eh—kalau pun …” Corey gagap tapi lanjut, “kalau pun nggak kejadian, at least gue punya cerita: gue pernah naik Rinjani bareng cewek yang bikin gue yakin dunia nggak seseram itu.”

Helen langsung berhenti marah. Titik.

Dia narik hoodie Corey, nunduk dikit, terus bilang pelan, “Kalo lo ngomong manis gini dari tadi, gue udah nge-pack buat Rinjani dari sebelum subuh.”

Corey senyum miring. “Jadi …?”

Helen pura-pura mikir. “Rinjani.”

“Daritadi, kek.”

“Tapi …. ” Helen nunjuk dada Corey, “… abis itu kita ke Slamet juga. Deal?”

Corey nyenderin dahinya ke dahi Helen. “Deal. Gue naik kemana pun asal lu ada.”

Helen helaan napasnya pecah jadi senyum. “Ree ….”

“Hm?”

“Gue kesel sama lu.”

“Wajar.”

“Tapi gue juga sayang sama lu.”

“Lebih wajar.”

Helen ketawa pelan, lalu nyium pipi pacarnya—cepet, tapi bikin Corey kayak disetrum.

“Mulai siapin itinerary Rinjani, pacar keras kepala.”

Corey narik tangan Helen, nahan sebentar. “Gue siapin … tapi boleh request satu hal?”

“Apa?”

“Lu jangan pernah jauh.”

Helen langsung melting. “Iya, Ree. Gue nggak kemana-mana.”

Mereka berdua saling lempar senyum sambil tatapan.

"Udah lu berdua ributnya?" tanya Helmy sambil ngorek kuping. Tiba-tiba muncul dari balik pintu kamar bikin Helen dan Corey auto berdiri salting.

Corey masuk ke kamar Helmy. Pura-pura beresin daypack.

Helen langsung masuk kamarnya tanpa ngomong apapun.

Helmy garuk kepala. "Tumben ributnya bentar," katanya seraya menuju dapur buat bikin mi instan. Lapar.

***

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Bronze
Dan Eden
Mashdar Zainal
Flash
Pertengkaran Kecil Menuju Puncak Besar (Sintas Universe)
Keita Puspa
Cerpen
That Man
ika nulis
Cerpen
GESER KE KANAN, KEPOMPONG HENDAK TERBANG
talbiatin
Flash
AKU TIDAK MENGERTI CARA JATUH CINTA!
Linggarjati Bratawati
Novel
Bronze
Anti Cancer
zee astri
Flash
Bronze
Jika Mantanmu Curhat...
Shabrina Farha Nisa
Flash
Bronze
Dongeng Paling Gila
Nuel Lubis
Flash
Aku, Mawar dan Bedebah
ruang.amy.gdala
Cerpen
Bronze
Subuh yang Hilang
Galih Priatna
Novel
Rumah Tak Berpintu
imajihari
Novel
Truth and Dare
Ni Luh Putu Anggreni
Novel
Teman Hidup
Novya
Novel
Gold
Hi, Nerd!
Bentang Pustaka
Novel
Serupa Senja, Kita pun Tenggelam
Teman Tualang
Rekomendasi
Flash
Pertengkaran Kecil Menuju Puncak Besar (Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
Bronze
Sembilan Nyawa
Keita Puspa
Cerpen
TRIAL ON MERAPI (Sintas Universe)
Keita Puspa
Novel
SINTAS 2.0: ENDURE
Keita Puspa
Flash
Jadi, Ternyata...
Keita Puspa
Flash
Bronze
Tsun Tsun Dere Dere
Keita Puspa
Cerpen
My Razor Blade (from Sintas Universe)
Keita Puspa
Novel
He Is Not My Brother
Keita Puspa
Flash
Bronze
Pecah
Keita Puspa
Flash
Menjual Jiwa
Keita Puspa
Flash
Bronze
KEDASIH
Keita Puspa
Flash
Telor Rebus (Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
Bronze
Hidroponik
Keita Puspa
Flash
Kuburan yang Terlupakan
Keita Puspa
Novel
SINTAS
Keita Puspa