Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
Overthinking Bersamamu
1
Suka
3,009
Dibaca

Satu hal yang tidak kusuka dari Sandi, yakni overthinking-nya yang parah. Hingga melamun dan tatapannya kosong.

"Pulang aja lah sana!" kataku sambil meletakkan teh manis di meja depan rumah.

Teh itu kubuat untuk Sandi. Konyolnya aku, menyuruhnya pulang tapi tetap menjamunya. Lihat. Diusir pun dia diam, telinganya memang benar-benar di pinggir, tapi tidak mendengar.

Aku mengambil kembali teh manis itu, barulah pacarku itu menyaut. "Mau dibawa ke mana?"

"Halah ga bakal diminum, kan?" Kataku datar.

"Kurang es batu ini, aku mau yang dingin," ucapnya santai, lantas kembali terdiam.

Ishh ... dia kesurupan atau apa? Batinku terheran-heran.

Lebih heran lagi aku yang mencintainya, entahlah, aku merasa sedikit terpapar ketidakwarasannya.

"Mikirin apa sih? Kalo puyeng tuh curhat gitu loh, jangan dipendem sendiri, nanti stress," ucapku tak lelah memberinya saran, sembari mengaduk gelas kaca jadul yang sudah kuberi es batu.

"Kamu cinta ga sama aku, Put?" Tanyanya tiba-tiba.

Sumpah, isi kepalanya apa sih?

"Bulan depan kita nikah. Masiiiih aja nanyain perasaan, heran."

"Aku heran aja, ko kamu bisa suka sama aku?" tanyanya lagi. Namun aku hanya diam, mulutku sibuk menyesap es marimas jeruk.

Dia bertanya lagi, "Menurut kamu cinta itu apa?"

"Perasaan?"

"Bukan."

"Tindakan?"

"Bukan, aku juga gatau jawabannya."

"Yaudah sih ngapain dipikirin, tuh minum es nya nanti keburu tawar loh," ucapku santai.

"Kamu cinta aku karena apa, Put?" Tanya lagi.

Aku mendelik. "Gatau."

"Seandainya kalo wajah itu sama, apa kamu bakal cinta sama aku?"

"Ya ... aku gatau."

"Kalo misal aku ganti watak dan sifat, kamu bakal tetep cinta ga?"

"Ya buat apa cinta kalo hatinya dan wataknya ga sesuai sama yang aku mau."

"Nah berarti, fisik harusnya ga ngaruh dong?"

"Iya juga ya ..."

"Padahal kan tubuh kita sama, tulang sama daging aja, tapi kenapa fisik selalu jadi faktor?"

"Kan manusia punya hawa nafsu."

"Pinter," ucapnya, lantas mengambil teh manisnya.

"Terus apa hubungannya sama cinta?" Tanyaku lagi.

"Nah itulah aku lagi mikirin."

"Mungkin ga kalau, cinta adalah hubungan yang dibarengi perasaan dan tindakan yang didorong oleh hawa nafsu?"

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Komedi
Cerpen
Bronze
Mata Belo Menyergap di Lampu Merah
Saifoel Hakim
Flash
Bronze
Habib Gadungan Kena Azab Instan
Rere Valencia
Flash
Overthinking Bersamamu
Cano
Flash
Rafa Pergi ke Surga
Rafael Yanuar
Flash
Bronze
Beautiful Widow 'Sake' Seller
Ceena
Cerpen
Miran
Doddy Rakhmat
Cerpen
Bronze
Begitulah Kelakuan Kawan Kita Si Rohim
Habel Rajavani
Komik
Bukan Komikus
Novellette
Cerpen
Bronze
Kadang bikin aku kesal
deru senja
Flash
Bronze
Sebuah Cinta dan pesan yang tidak pernah dibalas
Ron Nee Soo
Komik
Bangku
Ka Dar
Flash
Bronze
koneksi mati
susi purwaningsih
Komik
KAOS HITAM
moris avisena
Flash
Sugeng Jatuh Cinta
Ariyanto
Flash
Modus Baju
Ravistara
Rekomendasi
Flash
Overthinking Bersamamu
Cano
Novel
Connesso
Cano
Flash
NYASAR
Cano
Flash
Amit-amit
Cano
Flash
Hiasan?
Cano