Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
Overthinking Bersamamu
1
Suka
3,305
Dibaca

Satu hal yang tidak kusuka dari Sandi, yakni overthinking-nya yang parah. Hingga melamun dan tatapannya kosong.

"Pulang aja lah sana!" kataku sambil meletakkan teh manis di meja depan rumah.

Teh itu kubuat untuk Sandi. Konyolnya aku, menyuruhnya pulang tapi tetap menjamunya. Lihat. Diusir pun dia diam, telinganya memang benar-benar di pinggir, tapi tidak mendengar.

Aku mengambil kembali teh manis itu, barulah pacarku itu menyaut. "Mau dibawa ke mana?"

"Halah ga bakal diminum, kan?" Kataku datar.

"Kurang es batu ini, aku mau yang dingin," ucapnya santai, lantas kembali terdiam.

Ishh ... dia kesurupan atau apa? Batinku terheran-heran.

Lebih heran lagi aku yang mencintainya, entahlah, aku merasa sedikit terpapar ketidakwarasannya.

"Mikirin apa sih? Kalo puyeng tuh curhat gitu loh, jangan dipendem sendiri, nanti stress," ucapku tak lelah memberinya saran, sembari mengaduk gelas kaca jadul yang sudah kuberi es batu.

"Kamu cinta ga sama aku, Put?" Tanyanya tiba-tiba.

Sumpah, isi kepalanya apa sih?

"Bulan depan kita nikah. Masiiiih aja nanyain perasaan, heran."

"Aku heran aja, ko kamu bisa suka sama aku?" tanyanya lagi. Namun aku hanya diam, mulutku sibuk menyesap es marimas jeruk.

Dia bertanya lagi, "Menurut kamu cinta itu apa?"

"Perasaan?"

"Bukan."

"Tindakan?"

"Bukan, aku juga gatau jawabannya."

"Yaudah sih ngapain dipikirin, tuh minum es nya nanti keburu tawar loh," ucapku santai.

"Kamu cinta aku karena apa, Put?" Tanya lagi.

Aku mendelik. "Gatau."

"Seandainya kalo wajah itu sama, apa kamu bakal cinta sama aku?"

"Ya ... aku gatau."

"Kalo misal aku ganti watak dan sifat, kamu bakal tetep cinta ga?"

"Ya buat apa cinta kalo hatinya dan wataknya ga sesuai sama yang aku mau."

"Nah berarti, fisik harusnya ga ngaruh dong?"

"Iya juga ya ..."

"Padahal kan tubuh kita sama, tulang sama daging aja, tapi kenapa fisik selalu jadi faktor?"

"Kan manusia punya hawa nafsu."

"Pinter," ucapnya, lantas mengambil teh manisnya.

"Terus apa hubungannya sama cinta?" Tanyaku lagi.

"Nah itulah aku lagi mikirin."

"Mungkin ga kalau, cinta adalah hubungan yang dibarengi perasaan dan tindakan yang didorong oleh hawa nafsu?"

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
Overthinking Bersamamu
Cano
Flash
President Suite
𝔧 𝔞 𝔫 𝔱 𝔢 .
Flash
MY GOOD BOSS
Aston V. Simbolon
Komik
Gold
Benyamin Biang Kerok
Kwikku Creator
Flash
Bronze
Ngereh
Bksai
Flash
Bronze
Cetik
Bksai
Cerpen
Bronze
Adu Teka-Teki di Kafe
kevin andrew
Flash
LIDAHMU MEMBUNUHMU
Ratna Arifian
Flash
NYASAR
Cano
Flash
Keran
Mata Panda
Flash
Wesheweshewes
Rainzanov
Cerpen
Jangan Ge-Er, Dia gitu ke semua orang
cahyo laras
Flash
Bronze
Cicilan jalan-jalan
penulis kacangan
Komik
BOCAH LANANG
Eternal Comics
Cerpen
STORY OF KUNENG
I | N
Rekomendasi
Flash
Overthinking Bersamamu
Cano
Flash
NYASAR
Cano
Cerpen
TOXIC
Cano
Flash
Amit-amit
Cano
Novel
Connesso
Cano
Flash
Hiasan?
Cano