Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
Overthinking Bersamamu
1
Suka
1,177
Dibaca

Satu hal yang tidak kusuka dari Sandi, yakni overthinking-nya yang parah. Hingga melamun dan tatapannya kosong.

"Pulang aja lah sana!" kataku sambil meletakkan teh manis di meja depan rumah.

Teh itu kubuat untuk Sandi. Konyolnya aku, menyuruhnya pulang tapi tetap menjamunya. Lihat. Diusir pun dia diam, telinganya memang benar-benar di pinggir, tapi tidak mendengar.

Aku mengambil kembali teh manis itu, barulah pacarku itu menyaut. "Mau dibawa ke mana?"

"Halah ga bakal diminum, kan?" Kataku datar.

"Kurang es batu ini, aku mau yang dingin," ucapnya santai, lantas kembali terdiam.

Ishh ... dia kesurupan atau apa? Batinku terheran-heran.

Lebih heran lagi aku yang mencintainya, entahlah, aku merasa sedikit terpapar ketidakwarasannya.

"Mikirin apa sih? Kalo puyeng tuh curhat gitu loh, jangan dipendem sendiri, nanti stress," ucapku tak lelah memberinya saran, sembari mengaduk gelas kaca jadul yang sudah kuberi es batu.

"Kamu cinta ga sama aku, Put?" Tanyanya tiba-tiba.

Sumpah, isi kepalanya apa sih?

"Bulan depan kita nikah. Masiiiih aja nanyain perasaan, heran."

"Aku heran aja, ko kamu bisa suka sama aku?" tanyanya lagi. Namun aku hanya diam, mulutku sibuk menyesap es marimas jeruk.

Dia bertanya lagi, "Menurut kamu cinta itu apa?"

"Perasaan?"

"Bukan."

"Tindakan?"

"Bukan, aku juga gatau jawabannya."

"Yaudah sih ngapain dipikirin, tuh minum es nya nanti keburu tawar loh," ucapku santai.

"Kamu cinta aku karena apa, Put?" Tanya lagi.

Aku mendelik. "Gatau."

"Seandainya kalo wajah itu sama, apa kamu bakal cinta sama aku?"

"Ya ... aku gatau."

"Kalo misal aku ganti watak dan sifat, kamu bakal tetep cinta ga?"

"Ya buat apa cinta kalo hatinya dan wataknya ga sesuai sama yang aku mau."

"Nah berarti, fisik harusnya ga ngaruh dong?"

"Iya juga ya ..."

"Padahal kan tubuh kita sama, tulang sama daging aja, tapi kenapa fisik selalu jadi faktor?"

"Kan manusia punya hawa nafsu."

"Pinter," ucapnya, lantas mengambil teh manisnya.

"Terus apa hubungannya sama cinta?" Tanyaku lagi.

"Nah itulah aku lagi mikirin."

"Mungkin ga kalau, cinta adalah hubungan yang dibarengi perasaan dan tindakan yang didorong oleh hawa nafsu?"

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
Overthinking Bersamamu
Cano
Cerpen
Kurir Dikira Debt Collector
cahyo laras
Cerpen
Perang Dingin Melawan Mbak Google
cahyo laras
Flash
Bronze
BANDEL
Onet Adithia Rizlan
Cerpen
Bronze
Purnama di atap rumahku
Desy Sadiyah Amini
Cerpen
Bronze
Galon vs Gas Melon
Claire The
Flash
Android vs Apple
Kiko
Cerpen
Tertangkap Razia Pelajar
cahyo laras
Flash
Sulitnya Mencintai Tuan
Fazil Abdullah
Flash
Bronze
Salome
Sunarti
Cerpen
Ada Cerita di Ruang BK
Apagistina
Flash
Bronze
U P I L
John Baba
Cerpen
Kabur
Fazil Abdullah
Cerpen
Bronze
Nenek ku Super
Novita Ledo
Komik
Bronze
hana and the gals
adamas
Rekomendasi
Flash
Overthinking Bersamamu
Cano
Flash
Hiasan?
Cano
Novel
Connesso
Cano
Flash
NYASAR
Cano