Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
ORANG YANG SAMA PADA MUSIM BERBEDA
0
Suka
5,510
Dibaca

Kita mungkin pernah hampir menjadi kita. Aku dan kamu yang dipertemukan untuk saling mengenal. Waktu berjalan hingga membawa kita seakan sangat dekat melalui percakapan yang dalam. Sayangnya kata itu tidak benar adanya, kita cukup kenal bukan lebih saling mengenal. Kadarnya kita cukup pada aku mengetahui bagaimana hari yang kamu jalani itu, juga bagian yang sama halnya aku jalani.

Hidup yang tidak ramai, diruang sepi, butuh sedikit ekspresi untuk dapat di lihat manusia lain. Tapi kita tidak pernah menjadi dua tokoh karakter yang seiring sejalan seperti cerita-cerita yang berhasil kita ciptakan pada tahun-tahun berlalu. Mungkin, semusim kemarin adalah fase dimana aku berada pada posisi sangat ingin, lebih ingin, dan perlu mengenalmu lebih jauh untuk membenarkan apa yang menggelitik di dada.

Sepulang dari mencari-cari dalam lembaran hidup yang pernah dipertunjukkan. Aku memilih kalah, sudah, cukup, dan tidak perlu meraba untuk menciptakan lembaran kosong baru yang tidak pernah ingin di sediakan untuk diceritakan. Jalanan yang mungkin manis dalam ingatan, bukan berarti semua harus terjadi sesuai skenario yang kita ciptakan. Karena memang bukan hak kita menciptakan semua ceritanya. Semua kembali kepada yang maha daya.

Cerita harus kembali berjalan pada tokoh yang harus melalui hari-harinya sendiri, kerasnya, sedihnya, lelahnya, keluhnya harus di lalui tanpa kata kita. Lebih tepatnya aku tanpa kamu. Mungkin sajak manapun tidak bisa menjelaskan bagaimana harus ada kita diperjalanan dua manusia ini, sebab hanya aku yang ingin membangun cerita. Tidak dia. Sampai… Musim perlahan berlalu, menuliskan cerita yang jauh lebih menarik meski berisi tokoh yang telah dibiarkan pergi.

Mau kembali hadir dan menciptakan cerita antara kita. Rasanya malam itu amat manis dengan berhiaskan rintik hujan. Dingin, gelap, remang itu menjadi saksi. Mungkin bisa saja kita jadi sejarah pada buku yang sempat ingin aku tulis lembar selanjutnya. Penuh harapan. Sayangnya, hanya angan yang tercipta di kepala terpampang nyata di depan mata. Kedatangan kamu dan kata kita itu tidak pernah jadi kita. Yang ada, tetap kita yang memilih selesai setelah hujan reda.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
ORANG YANG SAMA PADA MUSIM BERBEDA
Lisnawati
Novel
The Day After Tomorrow
nothin' on me
Flash
Bronze
Ziarah
Afri Meldam
Flash
Under Your Spell
Farah Maulida
Flash
Cinta
Faristama Aldrich
Flash
Selesai
Kaylasyifa Azzahrie
Novel
Bronze
Laraku Pilumu
Nurul Arifah
Novel
Bronze
Impian Mars
jangmi eileen
Flash
Sisa - Sebelum Hujan Turun
Ayuningti
Novel
My Fiance Affair
Melaningsih
Novel
Bronze
ALEXA
Fitria Suci Ramadhani
Novel
The Broken Wings
Aisy Permata
Novel
Gold
An Old Fashioned Girl
Mizan Publishing
Novel
BETWEEN US
robinico
Flash
Sisa Di Gelas
lidia afrianti
Rekomendasi
Flash
ORANG YANG SAMA PADA MUSIM BERBEDA
Lisnawati
Flash
Bronze
Tentangmu
Lisnawati
Novel
Bronze
You Are Too LATE
Lisnawati
Novel
Bronze
25 TAHUN PERNIKAHAN
Lisnawati
Flash
Titik Nadir
Lisnawati
Flash
Bronze
Menunggu Moment
Lisnawati
Flash
ZONA NYAMAN BUKAN ZONA AMAN
Lisnawati
Flash
Bronze
Kata orang, jangan berhenti di satu titik.
Lisnawati
Flash
Aku Bungkam
Lisnawati
Flash
Di Kafe Kala Ini
Lisnawati
Flash
Bronze
KEBETULAN
Lisnawati
Novel
Bronze
SPEECHLESS
Lisnawati
Flash
Setahun berlalu
Lisnawati
Novel
PERPANJANG KONTRAK
Lisnawati
Flash
Hai, Apa kabarmu?
Lisnawati