Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
ORANG YANG SAMA PADA MUSIM BERBEDA
0
Suka
4,184
Dibaca

Kita mungkin pernah hampir menjadi kita. Aku dan kamu yang dipertemukan untuk saling mengenal. Waktu berjalan hingga membawa kita seakan sangat dekat melalui percakapan yang dalam. Sayangnya kata itu tidak benar adanya, kita cukup kenal bukan lebih saling mengenal. Kadarnya kita cukup pada aku mengetahui bagaimana hari yang kamu jalani itu, juga bagian yang sama halnya aku jalani.

Hidup yang tidak ramai, diruang sepi, butuh sedikit ekspresi untuk dapat di lihat manusia lain. Tapi kita tidak pernah menjadi dua tokoh karakter yang seiring sejalan seperti cerita-cerita yang berhasil kita ciptakan pada tahun-tahun berlalu. Mungkin, semusim kemarin adalah fase dimana aku berada pada posisi sangat ingin, lebih ingin, dan perlu mengenalmu lebih jauh untuk membenarkan apa yang menggelitik di dada.

Sepulang dari mencari-cari dalam lembaran hidup yang pernah dipertunjukkan. Aku memilih kalah, sudah, cukup, dan tidak perlu meraba untuk menciptakan lembaran kosong baru yang tidak pernah ingin di sediakan untuk diceritakan. Jalanan yang mungkin manis dalam ingatan, bukan berarti semua harus terjadi sesuai skenario yang kita ciptakan. Karena memang bukan hak kita menciptakan semua ceritanya. Semua kembali kepada yang maha daya.

Cerita harus kembali berjalan pada tokoh yang harus melalui hari-harinya sendiri, kerasnya, sedihnya, lelahnya, keluhnya harus di lalui tanpa kata kita. Lebih tepatnya aku tanpa kamu. Mungkin sajak manapun tidak bisa menjelaskan bagaimana harus ada kita diperjalanan dua manusia ini, sebab hanya aku yang ingin membangun cerita. Tidak dia. Sampai… Musim perlahan berlalu, menuliskan cerita yang jauh lebih menarik meski berisi tokoh yang telah dibiarkan pergi.

Mau kembali hadir dan menciptakan cerita antara kita. Rasanya malam itu amat manis dengan berhiaskan rintik hujan. Dingin, gelap, remang itu menjadi saksi. Mungkin bisa saja kita jadi sejarah pada buku yang sempat ingin aku tulis lembar selanjutnya. Penuh harapan. Sayangnya, hanya angan yang tercipta di kepala terpampang nyata di depan mata. Kedatangan kamu dan kata kita itu tidak pernah jadi kita. Yang ada, tetap kita yang memilih selesai setelah hujan reda.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Skrip Film
Sadboi : A Lover of Rain
Priska Amalia
Skrip Film
FRIENDZONE (SCRIPT)
Putri Widya
Flash
ORANG YANG SAMA PADA MUSIM BERBEDA
Lisnawati
Flash
Bronze
Apa Kabar CInta?
sri asrinti
Cerpen
Bronze
Takdir Tuhan Yang Terindah
sukadmadji
Cerpen
Bronze
Di Balik Luka Ada Rumah
Moycha Zia
Novel
Gold
Strawberry Cheesecake
Bentang Pustaka
Novel
Take You Home
Arindra
Novel
Labirin Kosmos: Janubi & Syamali
Faiz el Faza
Novel
Namaku, Gwen.
Elva Nurbaeti
Novel
Pembohong Ulung
Rizal Syaiful Hidayat
Flash
Cerita Tentang Hujan
bomo wicaksono
Flash
Bronze
Ada yang Menunggu di Garis Finish (Membicarakan Adam 10)
Silvarani
Flash
Bronze
Putra Pariwisata dan Putri Seribu Kata
Silvarani
Flash
Adera Lina
Donny Setiawan
Rekomendasi
Flash
Keras Hati
Lisnawati
Flash
ORANG YANG SAMA PADA MUSIM BERBEDA
Lisnawati
Flash
Setahun berlalu
Lisnawati
Flash
Seharusnya, selesai.
Lisnawati
Novel
Bronze
SPEECHLESS
Lisnawati
Flash
Bronze
Kata orang, jangan berhenti di satu titik.
Lisnawati
Flash
Bronze
KEBETULAN
Lisnawati
Skrip Film
Satu Cara Untuk Pergi
Lisnawati
Flash
Aku Bungkam
Lisnawati
Flash
Di Kafe Kala Ini
Lisnawati
Flash
Bronze
Menunggu Moment
Lisnawati
Flash
Ketupat Sayur Sudah Basi
Lisnawati
Flash
Bronze
Aku Menulis Lagi
Lisnawati
Flash
Hai, Apa kabarmu?
Lisnawati
Novel
Bronze
You Are Too LATE
Lisnawati