Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
ORANG YANG SAMA PADA MUSIM BERBEDA
0
Suka
5,802
Dibaca

Kita mungkin pernah hampir menjadi kita. Aku dan kamu yang dipertemukan untuk saling mengenal. Waktu berjalan hingga membawa kita seakan sangat dekat melalui percakapan yang dalam. Sayangnya kata itu tidak benar adanya, kita cukup kenal bukan lebih saling mengenal. Kadarnya kita cukup pada aku mengetahui bagaimana hari yang kamu jalani itu, juga bagian yang sama halnya aku jalani.

Hidup yang tidak ramai, diruang sepi, butuh sedikit ekspresi untuk dapat di lihat manusia lain. Tapi kita tidak pernah menjadi dua tokoh karakter yang seiring sejalan seperti cerita-cerita yang berhasil kita ciptakan pada tahun-tahun berlalu. Mungkin, semusim kemarin adalah fase dimana aku berada pada posisi sangat ingin, lebih ingin, dan perlu mengenalmu lebih jauh untuk membenarkan apa yang menggelitik di dada.

Sepulang dari mencari-cari dalam lembaran hidup yang pernah dipertunjukkan. Aku memilih kalah, sudah, cukup, dan tidak perlu meraba untuk menciptakan lembaran kosong baru yang tidak pernah ingin di sediakan untuk diceritakan. Jalanan yang mungkin manis dalam ingatan, bukan berarti semua harus terjadi sesuai skenario yang kita ciptakan. Karena memang bukan hak kita menciptakan semua ceritanya. Semua kembali kepada yang maha daya.

Cerita harus kembali berjalan pada tokoh yang harus melalui hari-harinya sendiri, kerasnya, sedihnya, lelahnya, keluhnya harus di lalui tanpa kata kita. Lebih tepatnya aku tanpa kamu. Mungkin sajak manapun tidak bisa menjelaskan bagaimana harus ada kita diperjalanan dua manusia ini, sebab hanya aku yang ingin membangun cerita. Tidak dia. Sampai… Musim perlahan berlalu, menuliskan cerita yang jauh lebih menarik meski berisi tokoh yang telah dibiarkan pergi.

Mau kembali hadir dan menciptakan cerita antara kita. Rasanya malam itu amat manis dengan berhiaskan rintik hujan. Dingin, gelap, remang itu menjadi saksi. Mungkin bisa saja kita jadi sejarah pada buku yang sempat ingin aku tulis lembar selanjutnya. Penuh harapan. Sayangnya, hanya angan yang tercipta di kepala terpampang nyata di depan mata. Kedatangan kamu dan kata kita itu tidak pernah jadi kita. Yang ada, tetap kita yang memilih selesai setelah hujan reda.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Bronze
I Love You But Just Call Me Best Friends
Theresia Vina Anjani
Novel
Before the Morning Comes
silfiyas
Flash
ORANG YANG SAMA PADA MUSIM BERBEDA
Lisnawati
Novel
Gold
Lara Miya
Falcon Publishing
Novel
Dari ANRES untuk SHENA
Devi Jum'atika
Cerpen
Bronze
Home
Rama Sudeta A
Skrip Film
NASKAH YANG TIDAK PERNAH SELESAI
Maulana Azhar
Flash
Bronze
In Korea Means 사랑해
lidia afrianti
Novel
Bronze
ACCEDO
Angela L Maharani
Novel
Yes or No
Nuna Iu
Novel
ANALOGI GARIS WAKTU
Evi Octavia Setiani
Flash
Balada Harimau Itali
Panca Lotus
Novel
The Naked Face
Riri
Cerpen
Bronze
Sentuhan Waktu
riwidy
Novel
SENATA
dreamer
Rekomendasi
Flash
ORANG YANG SAMA PADA MUSIM BERBEDA
Lisnawati
Flash
Bukunya Sampai, Harapannya Usai
Lisnawati
Skrip Film
Satu Cara Untuk Pergi
Lisnawati
Flash
Di Kafe Kala Ini
Lisnawati
Cerpen
Setelah Kematianku
Lisnawati
Novel
Bronze
You Are Too LATE
Lisnawati
Flash
Bronze
Menunggu Moment
Lisnawati
Cerpen
Bronze
Pulang
Lisnawati
Cerpen
Buku Berbeda
Lisnawati
Flash
Aku Bungkam
Lisnawati
Flash
Hai, Apa kabarmu?
Lisnawati
Flash
Bronze
Kata orang, jangan berhenti di satu titik.
Lisnawati
Flash
Keras Hati
Lisnawati
Flash
Bronze
KEBETULAN
Lisnawati
Flash
Titik Nadir
Lisnawati