Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Menjual Jiwa
2
Suka
3,788
Dibaca

Dari pojok sudah kuamati apa yang telah Ningrum lakukan. Anak ini cukup berbakat untuk pembunuhan pertamanya. Sayang sekali, dia tidak akan bisa hidup lama.

“Bagus, Ningrum!” pujiku dengan bertepuk tangan.

Mata Ningrum kembali normal. Kemudian dia berlutut di hadapanku. “Terima kasih, Tuan. Berkat Anda, hamba bisa membalaskan dendam hamba.”

Aku tertawa keras-keras. 

“Apa hamba juga perlu membereskan ustadz itu?”

Kulirik ustadz yang telah enam belas tahun terakhir ini selalu menghalangiku untuk menagih utang pada ibunya Ningrum—Asih. “Tidak perlu. Kita biarkan saja.” Kuelus lembut rambut Ningrum.

“Sekarang hamba bisa menyerahkan diri hamba pada Tuan dengan damai.”

Kurendahkan diri hingga sejajar dengan Ningrum. Kuangkat wajah ayunya. Gadis ini rela menukar nyawa demi membunuh keluarganya. Sungguh keberanian yang luar biasa. Juga pengorbanan yang kusuka.

Mata kami bertemu. Kilasan momen berkelebat di antara kami. Bisa kurasakan derita Ningrum dan apa yang terjadi padanya sepanjang hidup. Begitu pun dia.

Mata Ningrum membelalak. Tubuhnya tersentak ke belakang. Ningrum beringsut menjauh pelan. Isak tangisnya mulai terdengar. Bagian favoritku sudah mulai.

“Tidak…,” desis Ningrum. “I-itu… bukan perbuatan abang. Itu kau, bajingan!!!” teriak Ningrum memenuhi ruangan.

Aku tersenyum senang. Kubuka kedua tangan lebar-lebar. “Aku suka tubuhmu, Ningrum! Sama seperti aku menyukai tubuh ibumu.”

“Bedebah! Laknat!”

Kudekati Ningrum. Gadis itu beringsut menjauh. Kucium bibir merahnya paksa. Kemudian aku tertawa sepuasnya dan membiarkan gadis itu berlari.

Ningrum tergesa-gesa menuju balkon lantai dua kemudian menjatuhkan diri.

Ah… dia pikir dia mau kemana? Sangat menyenangkan bisa memilikinya saat hidup maupun mati.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Menjual Jiwa
Keita Puspa
Cerpen
Persami
OvioviO
Flash
Lembur
Lovaerina
Flash
Bronze
Risa arjawinangun
Okhie vellino erianto
Novel
Gold
Dering Kematian
Bentang Pustaka
Cerpen
Bronze
DIRUNDUNG
Ari S. Effendy
Skrip Film
Quiescent
Shin No Hikari
Novel
Myth
Ersi Safitri
Skrip Film
Timur Tempat Berkumpul Setan
Herman Siem
Cerpen
Bronze
Misteri Warung Bu Tuti: Antara Hantu dan Bakso Beranak
Mochammad Ikhsan Maulana
Novel
Bronze
Perjanjian~Novel~
Herman Siem
Cerpen
Bronze
Tangkara
Abdurrazzaq Zanky
Cerpen
Rumah Misterius di Kota Kecil Enfield
Keefe R.D
Cerpen
Bronze
Rumah di Tepi Hutan
Yanti Soeparmo
Novel
Bronze
Sesal
an sanaz
Rekomendasi
Flash
Menjual Jiwa
Keita Puspa
Novel
AGASTYA
Keita Puspa
Flash
Bronze
KEDASIH
Keita Puspa
Novel
SINTAS 2.0: ENDURE
Keita Puspa
Flash
Jadi, Ternyata...
Keita Puspa
Flash
Pertengkaran Kecil Menuju Puncak Besar (Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
Kuburan yang Terlupakan
Keita Puspa
Flash
Hai Darling
Keita Puspa
Flash
Bronze
Masalah Jiwa
Keita Puspa
Cerpen
Black Friday
Keita Puspa
Flash
Bronze
Calon Suami Kak Helen (Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
Bronze
Tsun Tsun Dere Dere
Keita Puspa
Flash
Pendosa
Keita Puspa
Cerpen
Pending Apologize (Sintas Universe)
Keita Puspa
Novel
Bronze
We're (Not) Really Break Up
Keita Puspa