Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Menjual Jiwa
2
Suka
3,312
Dibaca

Dari pojok sudah kuamati apa yang telah Ningrum lakukan. Anak ini cukup berbakat untuk pembunuhan pertamanya. Sayang sekali, dia tidak akan bisa hidup lama.

“Bagus, Ningrum!” pujiku dengan bertepuk tangan.

Mata Ningrum kembali normal. Kemudian dia berlutut di hadapanku. “Terima kasih, Tuan. Berkat Anda, hamba bisa membalaskan dendam hamba.”

Aku tertawa keras-keras. 

“Apa hamba juga perlu membereskan ustadz itu?”

Kulirik ustadz yang telah enam belas tahun terakhir ini selalu menghalangiku untuk menagih utang pada ibunya Ningrum—Asih. “Tidak perlu. Kita biarkan saja.” Kuelus lembut rambut Ningrum.

“Sekarang hamba bisa menyerahkan diri hamba pada Tuan dengan damai.”

Kurendahkan diri hingga sejajar dengan Ningrum. Kuangkat wajah ayunya. Gadis ini rela menukar nyawa demi membunuh keluarganya. Sungguh keberanian yang luar biasa. Juga pengorbanan yang kusuka.

Mata kami bertemu. Kilasan momen berkelebat di antara kami. Bisa kurasakan derita Ningrum dan apa yang terjadi padanya sepanjang hidup. Begitu pun dia.

Mata Ningrum membelalak. Tubuhnya tersentak ke belakang. Ningrum beringsut menjauh pelan. Isak tangisnya mulai terdengar. Bagian favoritku sudah mulai.

“Tidak…,” desis Ningrum. “I-itu… bukan perbuatan abang. Itu kau, bajingan!!!” teriak Ningrum memenuhi ruangan.

Aku tersenyum senang. Kubuka kedua tangan lebar-lebar. “Aku suka tubuhmu, Ningrum! Sama seperti aku menyukai tubuh ibumu.”

“Bedebah! Laknat!”

Kudekati Ningrum. Gadis itu beringsut menjauh. Kucium bibir merahnya paksa. Kemudian aku tertawa sepuasnya dan membiarkan gadis itu berlari.

Ningrum tergesa-gesa menuju balkon lantai dua kemudian menjatuhkan diri.

Ah… dia pikir dia mau kemana? Sangat menyenangkan bisa memilikinya saat hidup maupun mati.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Menjual Jiwa
Keita Puspa
Cerpen
Bronze
Teman Bermainku
Angelica Maria Vianney
Novel
GARIS MERAH
Rizqy Kurniawan
Novel
DELAPAN
Ceko Spy
Cerpen
Bronze
Petak Umpet Maut
Christian Shonda Benyamin
Novel
Parasomnia
Alfian N. Budiarto
Flash
Bronze
Jurit Malam
Deeta Pratiwi
Cerpen
Bronze
Tamu si Anak Kunti
Silvarani
Novel
Bronze
My Doll
SalsaShafa
Cerpen
Rumah Penuh Kenangan
Oscar Zkye
Flash
Bronze
Undangan Lingsir Wengi
Choirunisa Ismia
Flash
Bronze
Hujan yang Sebentar
Afri Meldam
Flash
1 Pesan Baru
Ralali Sinaw
Novel
Wolves Heart
Roy Rolland
Skrip Film
TIBBIR
Herman Sim
Rekomendasi
Flash
Menjual Jiwa
Keita Puspa
Flash
Pertengkaran Kecil Menuju Puncak Besar (Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
Bronze
7th Skies
Keita Puspa
Flash
Bronze
Tsun Tsun Dere Dere
Keita Puspa
Cerpen
Satu Hari di 2010
Keita Puspa
Flash
Telor Rebus (Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
Bronze
Calon Suami Kak Helen (Sintas Universe)
Keita Puspa
Cerpen
My Razor Blade (from Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
Bronze
KEDASIH
Keita Puspa
Novel
DELTA TEAM
Keita Puspa
Flash
Hai Darling
Keita Puspa
Cerpen
Black Friday
Keita Puspa
Novel
Bronze
We're (Not) Really Break Up
Keita Puspa
Flash
Bronze
Dia Masih di Sini
Keita Puspa
Flash
Pendosa
Keita Puspa