Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Menjual Jiwa
2
Suka
6,624
Dibaca

Dari pojok sudah kuamati apa yang telah Ningrum lakukan. Anak ini cukup berbakat untuk pembunuhan pertamanya. Sayang sekali, dia tidak akan bisa hidup lama.

“Bagus, Ningrum!” pujiku dengan bertepuk tangan.

Mata Ningrum kembali normal. Kemudian dia berlutut di hadapanku. “Terima kasih, Tuan. Berkat Anda, hamba bisa membalaskan dendam hamba.”

Aku tertawa keras-keras. 

“Apa hamba juga perlu membereskan ustadz itu?”

Kulirik ustadz yang telah enam belas tahun terakhir ini selalu menghalangiku untuk menagih utang pada ibunya Ningrum—Asih. “Tidak perlu. Kita biarkan saja.” Kuelus lembut rambut Ningrum.

“Sekarang hamba bisa menyerahkan diri hamba pada Tuan dengan damai.”

Kurendahkan diri hingga sejajar dengan Ningrum. Kuangkat wajah ayunya. Gadis ini rela menukar nyawa demi membunuh keluarganya. Sungguh keberanian yang luar biasa. Juga pengorbanan yang kusuka.

Mata kami bertemu. Kilasan momen berkelebat di antara kami. Bisa kurasakan derita Ningrum dan apa yang terjadi padanya sepanjang hidup. Begitu pun dia.

Mata Ningrum membelalak. Tubuhnya tersentak ke belakang. Ningrum beringsut menjauh pelan. Isak tangisnya mulai terdengar. Bagian favoritku sudah mulai.

“Tidak…,” desis Ningrum. “I-itu… bukan perbuatan abang. Itu kau, bajingan!!!” teriak Ningrum memenuhi ruangan.

Aku tersenyum senang. Kubuka kedua tangan lebar-lebar. “Aku suka tubuhmu, Ningrum! Sama seperti aku menyukai tubuh ibumu.”

“Bedebah! Laknat!”

Kudekati Ningrum. Gadis itu beringsut menjauh. Kucium bibir merahnya paksa. Kemudian aku tertawa sepuasnya dan membiarkan gadis itu berlari.

Ningrum tergesa-gesa menuju balkon lantai dua kemudian menjatuhkan diri.

Ah… dia pikir dia mau kemana? Sangat menyenangkan bisa memilikinya saat hidup maupun mati.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Menjual Jiwa
Keita Puspa
Novel
Bronze
Kabar Tentang Kematian
Iena_Mansur
Novel
Komplotan Tidak Takut Hantu
Mohamad Novianto
Novel
Bronze
Dikutuk
Bulan Separuh
Komik
CERMIN
Akhmad Kuncoro
Skrip Film
Rayuan Maut Pulau Kelabu Script
Arlita Dela
Cerpen
Bronze
Teman di Lantai Tiga
arunika sekar
Novel
Hantu Kelapa Sawit
Kenon BB
Flash
Bronze
Uang berdarah
Bungaran gabriel
Cerpen
Bronze
Kuyang
Glorizna Riza
Novel
Bronze
ARWAH PENJEMPUT KENANGAN (5 Kisah Misteri di Masa Pandemi)
Darryllah Itoe
Cerpen
Bronze
Kutukan Keluarga III : Pageblug
Nisa
Flash
Rahasia Karim
Listian Nova
Novel
Kisah ku dengan para hantu
Katia
Flash
Bronze
Gudang Belakang Rumah Kakek
Risti Windri Pabendan
Rekomendasi
Flash
Menjual Jiwa
Keita Puspa
Flash
KEDASIH
Keita Puspa
Flash
Bronze
Pertengkaran Kecil Menuju Puncak Besar (Sintas Universe)
Keita Puspa
Novel
Bronze
We're (Not) Really Break Up
Keita Puspa
Flash
Masalah Jiwa
Keita Puspa
Novel
SINTAS 2.0: ENDURE
Keita Puspa
Novel
CAHAYA HITAM
Keita Puspa
Flash
Kuburan yang Terlupakan
Keita Puspa
Flash
Amplop
Keita Puspa
Flash
LOG OUT
Keita Puspa
Novel
SINTAS
Keita Puspa
Flash
Jadi, Ternyata...
Keita Puspa
Flash
Ranah Jaya
Keita Puspa
Cerpen
Black Friday
Keita Puspa
Flash
AIN
Keita Puspa