Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Memang, Kamu Siapa?
0
Suka
9,572
Dibaca

"Jika kamu kesakitan, mengapa kamu diam? Kamu bisa bilang kepadaku. Seberapa parah lukamu? Aku bisa mengobatinya."

"Memang, kamu siapa?" Pertanyaanmu terdengar merendahkan.

"Jika kamu tidak percaya kepada siapapun, bisakah kamu mempercayaiku? Seberapa besar kekecewaanmu? Aku bisa kamu percaya."

"Kamu bukan Tuhan. Mengapa aku harus percaya sama kamu. Memang, kamu siapa?"

"Jika kamu bersedih, mengapa tidak menangis? Walau seperti kebohongan, aku akan mendengarkanmu dan beri pundakku. Aku akan pinjamkan tanganku untuk mengusap punggungmu. Berapa lapis masalahmu? Aku bersedia membagi pintu kebahagiaanku untukmu.

"Semua orang mampu berpura-pura. Sengaja atau tidak, pro atau tidak, mereka melakukannya demi terlihat 'putih' di depan sesama mereka. Aku akan memperlihatkan kepadamu warna hitamku, abu-abu, bahkan warna lain milikku. Jadi bisakah kamu kasih aku sakitmu, percaya kepadaku, dan menangis di depanku?"

"Berhenti bicara omong kosong. Pertanyaanku, memang kamu siapa?"

"Aku juga manusia, tapi aku bisa memahamimu. Barangkali, hanya aku satu-satunya yang bisa menemani sedihmu, bukan hanya ceriamu. Aku memang seperti ini, aku akan memperlakukanmu dengan caraku, jadi kamu bebas memperlakukanku dengan caramu. Meski mungkin, caramu bisa menjadi sumber deritaku. Tidak masalah. Asalkan aku bisa memotong lapis masalahmu, menghapus air matamu, juga mengikis ketidakpercayaanmu kepada sesuatu atau seseorang."

Lantas kamu menatapnya hina. "Orang yang pandai bicara adalah orang yang paling nggak bisa dipercaya."

"Baiklah. Tetaplah seperti itu. Jangan percaya kepada siapa pun. Aku tahu kalau percaya orang lain menyakitimu. Kita tidak pernah tahu niat seseorang, cara terbaik terhindar dari keburukan adalah jangan asal percaya. Maka jangan melakukannya. Jangan percaya mereka, tapi tolong percaya aku."

"Aku juga nggak percaya sama kamu. Kamu bukan siapa-siapa, hanya manusia sampah." Lalu kamu mematikan beauty filter dari kamera depanmu. Terlihat wajah polos sederhana, tanpa pewarna bibir atau pemerah pipi, dan kamu membanting ponsel dalam genggammu segera.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Kisah Hania : Cinta Pertama yang 'Tak Teraih
DEEANA DEE
Novel
Not For You, Sister.
Shabrina Hanum wajdy
Skrip Film
Marry Rich Society: Sebuah Panduan Menikah Kaya di Abad 21
Marcel Rustandie
Skrip Film
Skuad Pembersih (Script)
mahes.varaa
Skrip Film
DISTOPIA
Azizah Sulis Tyaningrum
Flash
Memang, Kamu Siapa?
Ilestavan
Cerpen
Bronze
INSHAN HINA
Iman Siputra
Cerpen
Parade Para Domba
Temu Sunyi
Novel
Jun Senja Terluka
Sarwono
Skrip Film
Keluarga Terakhir
Zii
Skrip Film
SEBELUM SENJA BERAKHIR (SCRIPT FILM)
ni ketut yuni suastini
Cerpen
Bronze
Langis
Yuli Harahap
Cerpen
No Offense But,
Kaylasyifa Azzahrie
Novel
The Carrot Can Fly
Yesno S
Flash
Brownies (O)Rasa Bayar
Sena N. A.
Rekomendasi
Flash
Memang, Kamu Siapa?
Ilestavan
Cerpen
Gandark
Ilestavan
Flash
Kucing Pencuri
Ilestavan
Flash
Ketika
Ilestavan
Novel
VII Diebus
Ilestavan
Novel
Irama Bulan
Ilestavan
Flash
Gugur
Ilestavan
Flash
Delusi Cinta
Ilestavan
Flash
Pena Tuhan
Ilestavan
Flash
Tali Takdir
Ilestavan
Flash
Eskapisme
Ilestavan
Cerpen
Halo, Selamat Tinggal!
Ilestavan
Flash
Bertumbuh
Ilestavan
Flash
Bronze
Secangkir Kopi tak Bersuara
Ilestavan
Flash
Rasa Sakit
Ilestavan