Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Memang, Kamu Siapa?
0
Suka
6,981
Dibaca

"Jika kamu kesakitan, mengapa kamu diam? Kamu bisa bilang kepadaku. Seberapa parah lukamu? Aku bisa mengobatinya."

"Memang, kamu siapa?" Pertanyaanmu terdengar merendahkan.

"Jika kamu tidak percaya kepada siapapun, bisakah kamu mempercayaiku? Seberapa besar kekecewaanmu? Aku bisa kamu percaya."

"Kamu bukan Tuhan. Mengapa aku harus percaya sama kamu. Memang, kamu siapa?"

"Jika kamu bersedih, mengapa tidak menangis? Walau seperti kebohongan, aku akan mendengarkanmu dan beri pundakku. Aku akan pinjamkan tanganku untuk mengusap punggungmu. Berapa lapis masalahmu? Aku bersedia membagi pintu kebahagiaanku untukmu.

"Semua orang mampu berpura-pura. Sengaja atau tidak, pro atau tidak, mereka melakukannya demi terlihat 'putih' di depan sesama mereka. Aku akan memperlihatkan kepadamu warna hitamku, abu-abu, bahkan warna lain milikku. Jadi bisakah kamu kasih aku sakitmu, percaya kepadaku, dan menangis di depanku?"

"Berhenti bicara omong kosong. Pertanyaanku, memang kamu siapa?"

"Aku juga manusia, tapi aku bisa memahamimu. Barangkali, hanya aku satu-satunya yang bisa menemani sedihmu, bukan hanya ceriamu. Aku memang seperti ini, aku akan memperlakukanmu dengan caraku, jadi kamu bebas memperlakukanku dengan caramu. Meski mungkin, caramu bisa menjadi sumber deritaku. Tidak masalah. Asalkan aku bisa memotong lapis masalahmu, menghapus air matamu, juga mengikis ketidakpercayaanmu kepada sesuatu atau seseorang."

Lantas kamu menatapnya hina. "Orang yang pandai bicara adalah orang yang paling nggak bisa dipercaya."

"Baiklah. Tetaplah seperti itu. Jangan percaya kepada siapa pun. Aku tahu kalau percaya orang lain menyakitimu. Kita tidak pernah tahu niat seseorang, cara terbaik terhindar dari keburukan adalah jangan asal percaya. Maka jangan melakukannya. Jangan percaya mereka, tapi tolong percaya aku."

"Aku juga nggak percaya sama kamu. Kamu bukan siapa-siapa, hanya manusia sampah." Lalu kamu mematikan beauty filter dari kamera depanmu. Terlihat wajah polos sederhana, tanpa pewarna bibir atau pemerah pipi, dan kamu membanting ponsel dalam genggammu segera.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Simfoni Hitam
Fatma Hida
Novel
The Street Painter Girl's Dream
DAMAIZANNE
Flash
Sakit
Dwi Kurnialis
Flash
Memang, Kamu Siapa?
Ilestavan
Novel
BINAR ANGAN
Claudia Lazuardy
Flash
Bronze
Tetangga Depan Rumah
qiararose
Flash
Suara Terakhir di Tengah Arus
Dyah
Novel
Taraka
Siska Ambar
Skrip Film
Dekapan Kelam
Bilal Fadilah
Skrip Film
CUCI KUPING
Melita Nurhasanah
Cerpen
Bronze
Tiket Terakhir Ke Surga
Risman Senjaya
Novel
Dealova story cafe and coffe,by khaerunnisa
Khaerunnisa
Novel
Bronze
Kutitipkan Wajahmu Pada Bulan (Edisi Cerbung)
Imajinasiku
Novel
Perjalanan Waktu Adara
Nur Sugihartini
Skrip Film
Jika Mentari Tak Kembali
Ananda Galih Katresna
Rekomendasi
Flash
Memang, Kamu Siapa?
Ilestavan
Flash
Gugur
Ilestavan
Flash
Bronze
Secangkir Kopi tak Bersuara
Ilestavan
Flash
Kucing Pencuri
Ilestavan
Cerpen
Gandark
Ilestavan
Flash
Pena Tuhan
Ilestavan
Novel
Irama Bulan
Ilestavan
Flash
Ketika
Ilestavan
Cerpen
Halo, Selamat Tinggal!
Ilestavan
Cerpen
Pretensi
Ilestavan
Flash
Eskapisme
Ilestavan
Flash
Delusi Cinta
Ilestavan
Flash
Rasa Sakit
Ilestavan
Flash
Bertumbuh
Ilestavan
Flash
Di Titik Nol
Ilestavan