Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Self Improvement
Bukan Sugarcoating
1
Suka
3,386
Dibaca

Terlahir miskin bukan salahmu tapi mati dalam keadaan miskin itu salahmu. 

Congor Bill Gates emang kayak orang ga berpendidikan. Mungkin relevan di negara dia. 

Tapi di Indonesia itu sama sekali ga berlaku. 

Lahir miskin, hidup miskin, mati miskin. Itu adalah prestasi. 

Bayangin… upah minimum hasil kerja keras 8 jam sehari ga cukup untuk bayar rumah layak huni, makan bergizi dan membeli pakaian untuk keluarga dengan dua anak. 

Hidup di kontrakan dengan minim ventilasi. Tiga petak dengan cuma satu pintu depan. Kalau masak, seprai dan handukmu ikut bau dapur.

Semuanya karena harga rumah layak huni bisa menghabiskan lebih dari sepertiga gaji. 

Protein sehari-hari tak tercukupi. Memang kalian kira stunting cukup diobati sepotong tempe tahu dan goreng bala-bala di pagi hari? 

Manusia butuh protein hewani. Bukan cuma nasi. 

Lalu bagaimana dengan buah? Siapa yang cukup kaya untuk bisa menikmati segelas jus buah setiap hari? Seluruh anggota keluarga tanpa kecuali. Porsi utuh tanpa dikurangi. 

Bukankah wajar sarapan nasi gorengan pagi hari, telur dadar tumis kangkung saat matahari meninggi dan seporsi mi instan di malam hari. Kalian bilang wajar? 

Itu bukan wajar. ITU MISKIN. 

Kapan kalian membeli kaos dengan material 100% katun? 

Bukankah kita membeli baju polyester demi tetap bisa menyisihkan uang untuk token listrik, gas melon dan voucher wifi tiga jam sehari? 

Kita membeli barang cina yang murah dan terpaksa membunuh industri negeri sendiri. Salahkah? 

Tidak. Sekali-kali itu bukan salah kalian. Itu salah segelintir orang yang mau untung sendiri. Yang bisa menyalurkan keadilan sosial dan ekonomi ke seluruh negeri tapi memilih mengalirkannya ke kantong pribadi. 

Hidup bergaji upah minimum hanya untuk bujangan. 

Tidak heran banyak anak muda berkata married is scary atau memilih child free. Itu bukan perkara gaya hidup atau pemikiran sekuler. Itu adalah untuk mempertahankan eksistensi. Sebuah evolusi dari pertahanan diri. 

Maka mati miskin bukan lagi kesalahan. Itu adalah sebuah kewajaran yang valid. 

Jika kamu mati miskin sendiri sementara yang lain mati kaya maka itu kesalahanmu. 

Tapi jika kamu mati miskin bersama jutaan orang lainnya, maka itu bukan salahmu. Itu adalah salah sistem yang mengatur eksistensimu dan jutaan orang itu. 

Mati miskin bukan dosa tapi mati tanpa menyadari kenapa kamu miskin adalah utang yang tidak akan pernah kamu bisa bayar untuk dirimu sendiri. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Self Improvement
Flash
Bukan Sugarcoating
Keita Puspa
Cerpen
Ketika Namaku Tak Lagi Kau Sebut
Hans Wysiwyg
Cerpen
Bronze
Aku dan Kedua Barang Peninggalan Ayah
Ezra Jo
Flash
Halte Plot Twist
Hans Wysiwyg
Flash
Sepatuku
SIONE
Flash
Kelakar Radith
T. Filla
Flash
Selanjutnya, Kemana?
Rizki Mubarok
Cerpen
Bronze
RESEP KEDUA AYU
ari prasetyaningrum
Cerpen
Akasia dalam diriku
Rain Dandelion
Flash
Bronze
Nostalgia
SIONE
Novel
Bronze
Yang Terpilih
Kemala88
Flash
Dia Yang Bernafas
lidia afrianti
Flash
Bronze
Terombang di Palembang
Silvarani
Flash
Hujan di Bulan Maret
Rizki Mubarok
Novel
Eps. 20
Hanan Rafidah
Rekomendasi
Flash
Bukan Sugarcoating
Keita Puspa
Flash
Kuburan yang Terlupakan
Keita Puspa
Flash
Bronze
Telor Rebus (Sintas Universe)
Keita Puspa
Cerpen
Bronze
Pending Apologize (Sintas Universe)
Keita Puspa
Cerpen
Satu Hari di 2010
Keita Puspa
Flash
Pengusiran Setan
Keita Puspa
Flash
AIN
Keita Puspa
Flash
Cita-Cita
Keita Puspa
Novel
SINTAS
Keita Puspa
Flash
Pecah
Keita Puspa
Flash
Tsun Tsun Dere Dere
Keita Puspa
Novel
DELTA TEAM
Keita Puspa
Cerpen
Bronze
TRIAL ON MERAPI (Sintas Universe)
Keita Puspa
Novel
He Is Not My Brother
Keita Puspa
Novel
Bronze
We're (Not) Really Break Up
Keita Puspa