Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Doa Meminta Keburukan
3
Suka
2,397
Dibaca

Aku pulang larut malam, dengan perut lapar. Rasa lapar memang tidak pernah jauh dari hari-hariku. Bedanya sebelum subuh tadi aku niatkan untuk puasa, Umi menyeduh segelas air dengan potongan jahe, dicampur madu.

Sebenarnya puasa Senin-Kamis rutin kami lakukan, bukan karena alim. Tapi karena kondisi ekonomi keluarga, menempa kami untuk bersahabat dengan keterbatasan. 

“Daripada utang buat makan, lebih mulia puasa.” Begitu mendiang ayahku berpesan.

 

Tudung saji anyaman rotan yang biasa Umi gantung di dinding, malam ini diletakkan di atas meja. Sesuatu tersimpan dengan wangi menggugah. Aku tertegun, lapar, sekaligus bertanya sendiri.

“Ada acara apa?”

“Umi dapat uang dari mana?”

Selepas kepergian ayah, hanya aku, dan umi yang tinggal di rumah ini. Keempat adikku tinggal di pesantren penghafal Qur’an khusus anak yatim. 

Kami mengambil keputusan itu dengan berat hati, sekali lagi bukan karena alim, keadaan ekonomilah yang memaksa. Tetapi, setidaknya keempat adikku memiliki kesempatan untuk meneruskan sekolah, dan tumbuh di lingkungan yang baik.

“Itu, sore tadi Mak Atun antar gulai, katanya aratan.” Umi menarik kursi di sampingku, ikut duduk.

“Sebelum yang lain ketularan, jadi ayam-ayam bangkok yang masih sehat sebagian dijual, sebagian lagi dipotong.”

“Ini ayam Kang Deden, Mi?” Aku terkesiap. Tersedak.

Melihatku kesakitan, Umi lekas memberikan segelas air putih. 

“Kenapa, Gar?” Umi bertanya di sela-sela suara batuk.

Aku pernah tidak sengaja mengumpat. Aku meminta kepada Allah agar ayam-ayam bangkok Kang Deden mati. Aku menyerah, ratusan kali menasehati Kang Desen seperti melukis di atas air. Tetap, Kang Deden rajin menggelar judi sabung ayam.

“Mi, boleh nggak kita berdoa meminta hal buruk?” aku bertanya polos.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Doa Meminta Keburukan
Binar Bestari
Flash
Selembar Tikar di Masjid Tua
Penulis N
Novel
Jilbab (Love) Story
Redy Kuswanto
Cerpen
Bocah Angin Melawan Zaman
Ravistara
Novel
Gold
100 Pesan Nabi untuk Wanita
Mizan Publishing
Cerpen
Ular Sang Kiai
Mohamad Johan
Novel
Bronze
Cita Cinta Khadijah
fitrihaida
Novel
Bronze
Istana Kedua
Imajinasiku
Novel
Bronze
Lauhul Mahfudz
khadijahliana
Novel
Nabastala dalam cerita nara
Harnis syafitri
Novel
Bronze
Dari Nol
Nurprima H
Skrip Film
Pesugihan Putih
hidayatullah
Novel
Gold
Beasiswa di Telapak Kaki Ibu
Mizan Publishing
Novel
Cahaya Dari Bellapunranga
Andi Sukma Asar
Novel
Bronze
Seperti Fatimah
zee astri
Rekomendasi
Flash
Doa Meminta Keburukan
Binar Bestari
Flash
Cuci Tangan
Binar Bestari
Flash
Kopi 10 Menit
Binar Bestari
Flash
Ibu Setengah Hari
Binar Bestari
Flash
It's Oke
Binar Bestari
Flash
Perempuan: Joki Tong Setan
Binar Bestari
Flash
Legasi Emak
Binar Bestari
Flash
Rahasia
Binar Bestari
Cerpen
Bronze
Curcollatte
Binar Bestari
Flash
Broken Wedding
Binar Bestari
Flash
Bronze
10 Years : 10 Minutes
Binar Bestari
Flash
Dompet Kulit di Stasiun
Binar Bestari
Flash
Labirin Luka
Binar Bestari
Flash
Cinta dan Pelepah Kurma
Binar Bestari
Flash
Kepingan Malam
Binar Bestari