Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Doa Meminta Keburukan
3
Suka
4,934
Dibaca

Aku pulang larut malam, dengan perut lapar. Rasa lapar memang tidak pernah jauh dari hari-hariku. Bedanya sebelum subuh tadi aku niatkan untuk puasa, Umi menyeduh segelas air dengan potongan jahe, dicampur madu.

Sebenarnya puasa Senin-Kamis rutin kami lakukan, bukan karena alim. Tapi karena kondisi ekonomi keluarga, menempa kami untuk bersahabat dengan keterbatasan. 

“Daripada utang buat makan, lebih mulia puasa.” Begitu mendiang ayahku berpesan.

 

Tudung saji anyaman rotan yang biasa Umi gantung di dinding, malam ini diletakkan di atas meja. Sesuatu tersimpan dengan wangi menggugah. Aku tertegun, lapar, sekaligus bertanya sendiri.

“Ada acara apa?”

“Umi dapat uang dari mana?”

Selepas kepergian ayah, hanya aku, dan umi yang tinggal di rumah ini. Keempat adikku tinggal di pesantren penghafal Qur’an khusus anak yatim. 

Kami mengambil keputusan itu dengan berat hati, sekali lagi bukan karena alim, keadaan ekonomilah yang memaksa. Tetapi, setidaknya keempat adikku memiliki kesempatan untuk meneruskan sekolah, dan tumbuh di lingkungan yang baik.

“Itu, sore tadi Mak Atun antar gulai, katanya aratan.” Umi menarik kursi di sampingku, ikut duduk.

“Sebelum yang lain ketularan, jadi ayam-ayam bangkok yang masih sehat sebagian dijual, sebagian lagi dipotong.”

“Ini ayam Kang Deden, Mi?” Aku terkesiap. Tersedak.

Melihatku kesakitan, Umi lekas memberikan segelas air putih. 

“Kenapa, Gar?” Umi bertanya di sela-sela suara batuk.

Aku pernah tidak sengaja mengumpat. Aku meminta kepada Allah agar ayam-ayam bangkok Kang Deden mati. Aku menyerah, ratusan kali menasehati Kang Desen seperti melukis di atas air. Tetap, Kang Deden rajin menggelar judi sabung ayam.

“Mi, boleh nggak kita berdoa meminta hal buruk?” aku bertanya polos.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Doa Meminta Keburukan
Binar Bestari
Flash
Bronze
Sebutir Kurma dan Seorang Pencuri Kesiangan
Abdi Husairi Nasution
Flash
Nestapa
Mahmud
Novel
Bronze
Istri yang Tak Dirindukan
Morina
Novel
Aroma Parfum Ibu
Muhammad Zein Hanafi
Cerpen
Bronze
KEMISAN
In'am Burhani
Flash
Bronze
Mengalihkan Sial Melalui Mimpi
Rere Valencia
Novel
Gold
Menemukan Soulmate Pilihan Allah
Noura Publishing
Flash
Cahaya di Ujung Subuh
Penulis N
Novel
Bronze
Seperti Apa Wajahmu Ayah?
Siti Nashuha
Novel
Hujan Pythagoras
Nurul Wulan
Skrip Film
Mahadewi
Lune Rouge
Novel
Bronze
Selepas Hilang
Fiya Amzya
Novel
Gold
Rahasia Nikmatnya Menghafal Al-Quran
Noura Publishing
Flash
Bronze
Setetes Hujan
Ahmad Muhaimin
Rekomendasi
Flash
Doa Meminta Keburukan
Binar Bestari
Flash
Cinta dan Pelepah Kurma
Binar Bestari
Flash
Labirin Luka
Binar Bestari
Flash
Cahaya Di Atas Perahu
Binar Bestari
Flash
Perempuan: Joki Tong Setan
Binar Bestari
Flash
Cuci Tangan
Binar Bestari
Flash
Kepingan Malam
Binar Bestari
Flash
Terompah Penyambung Hidup
Binar Bestari
Flash
Bronze
10 Years : 10 Minutes
Binar Bestari
Flash
Bronze
Sketsa Wajah Halwa
Binar Bestari
Flash
It's Oke
Binar Bestari
Flash
Kembalinya Theresia
Binar Bestari
Flash
Kopi 10 Menit
Binar Bestari
Flash
Ibu Setengah Hari
Binar Bestari
Cerpen
Bronze
Curcollatte
Binar Bestari