Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Doa Meminta Keburukan
3
Suka
3,505
Dibaca

Aku pulang larut malam, dengan perut lapar. Rasa lapar memang tidak pernah jauh dari hari-hariku. Bedanya sebelum subuh tadi aku niatkan untuk puasa, Umi menyeduh segelas air dengan potongan jahe, dicampur madu.

Sebenarnya puasa Senin-Kamis rutin kami lakukan, bukan karena alim. Tapi karena kondisi ekonomi keluarga, menempa kami untuk bersahabat dengan keterbatasan. 

“Daripada utang buat makan, lebih mulia puasa.” Begitu mendiang ayahku berpesan.

 

Tudung saji anyaman rotan yang biasa Umi gantung di dinding, malam ini diletakkan di atas meja. Sesuatu tersimpan dengan wangi menggugah. Aku tertegun, lapar, sekaligus bertanya sendiri.

“Ada acara apa?”

“Umi dapat uang dari mana?”

Selepas kepergian ayah, hanya aku, dan umi yang tinggal di rumah ini. Keempat adikku tinggal di pesantren penghafal Qur’an khusus anak yatim. 

Kami mengambil keputusan itu dengan berat hati, sekali lagi bukan karena alim, keadaan ekonomilah yang memaksa. Tetapi, setidaknya keempat adikku memiliki kesempatan untuk meneruskan sekolah, dan tumbuh di lingkungan yang baik.

“Itu, sore tadi Mak Atun antar gulai, katanya aratan.” Umi menarik kursi di sampingku, ikut duduk.

“Sebelum yang lain ketularan, jadi ayam-ayam bangkok yang masih sehat sebagian dijual, sebagian lagi dipotong.”

“Ini ayam Kang Deden, Mi?” Aku terkesiap. Tersedak.

Melihatku kesakitan, Umi lekas memberikan segelas air putih. 

“Kenapa, Gar?” Umi bertanya di sela-sela suara batuk.

Aku pernah tidak sengaja mengumpat. Aku meminta kepada Allah agar ayam-ayam bangkok Kang Deden mati. Aku menyerah, ratusan kali menasehati Kang Desen seperti melukis di atas air. Tetap, Kang Deden rajin menggelar judi sabung ayam.

“Mi, boleh nggak kita berdoa meminta hal buruk?” aku bertanya polos.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Doa Meminta Keburukan
Binar Bestari
Novel
Bronze
Unaisil Gadis Santri Itu
ahmad kholil | @KholilAhmad
Flash
Cinta dan Pelepah Kurma
Binar Bestari
Novel
Bronze
A Miracle (Luka Hati Faris)
Zainur Rifky
Novel
Bronze
Hantu Perang Di Tembok Berlin
Achmad Nanda Suryadi
Flash
Kotak Hitam & Selembar Uang
Binar Bestari
Novel
Bronze
Jodoh itu Dekat
Ahmad jimi
Novel
Bronze
Ayat yang Tak Terucap
DMRamdhan
Cerpen
Bronze
Satu Satunya Sandaran
Ahmad Wahyudi
Novel
Alogaritma Takdir
Nurhafizatur Rahmi
Novel
Dia Adalah Dilanku Tahun 1990
Mohammad Doni Saputra
Novel
Gold
Makelar Rezeki
Mizan Publishing
Novel
Gold
Tafsir Al-Quran di Medsos: Mengkaji Makna dan Rahasia Ayat Suci pada Era Media Sosial (REPUBLISH)
Bentang Pustaka
Novel
Gold
Cinta yang Seharusnya
Mizan Publishing
Novel
Bronze
RANGGAS
Abdul Khalim
Rekomendasi
Flash
Doa Meminta Keburukan
Binar Bestari
Flash
Cinta dan Pelepah Kurma
Binar Bestari
Flash
Terompah Penyambung Hidup
Binar Bestari
Flash
Kotak Hitam & Selembar Uang
Binar Bestari
Flash
Labirin Luka
Binar Bestari
Flash
Cuci Tangan
Binar Bestari
Flash
Bronze
Sketsa Wajah Halwa
Binar Bestari
Flash
Rahasia
Binar Bestari
Flash
Legasi Emak
Binar Bestari
Flash
Bronze
10 Years : 10 Minutes
Binar Bestari
Cerpen
Bronze
Elegi Sunyi
Binar Bestari
Flash
Dompet Kulit di Stasiun
Binar Bestari
Flash
It's Oke
Binar Bestari
Cerpen
Bronze
Curcollatte
Binar Bestari
Flash
Kembalinya Theresia
Binar Bestari