Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Manna dan Salwa
4
Suka
7,474
Dibaca

“Kita putus.”

Suara itu seperti benda jatuh pelan, tapi cukup untuk membuat udara di antara mereka tiba-tiba berhenti.

Ini sudah kesekian kalinya Salwa memintanya. Seolah-olah dejavu yang tak bisa lagi ditolak.

“Boleh,” jawab Manna akhirnya mengalah mencoba berjudi pada hatinya, sambil menatap ke dalam matanya. “Tapi harus ada alasannya.”

Salwa terdiam. Tangannya menggenggam ujung jaket, matanya berkaca.

“Tidak ada alasan. Cuma mau putus.”

Manna mendengus kecil, tapi bukan karena marah, lebih karena tak habis pikir.

“Tidak boleh,” jawab Manna akhirnya. Suaranya datar, tapi di dalamnya tetap dijaganya sisa-sisa keteguhan yang ia kumpulkan dari serpihan hatinya.

“Kenapa tidak boleh, tadi bilang boleh?”

“Karena kalau tidak ada alasan, itu bukan keputusan. Itu pelarian.”

Sunyi menggantung tinggi.

Angin sore menyelinap lewat sela dahan cemara, membawa cericip suara burung.

“Kadang orang tidak butuh alasan untuk pergi,” kata Salwa akhirnya, pelan.

“Dan kadang orang juga tetap bertahan meski tahu alasannya menyakitkan,” balas Manna kali ini tidak mau mengalah.

Keduanya terdiam lagi.

Di titik itu, tak ada yang menang, hanya dua hati yang sedang mencoba saling memahami caranya hancur.

***

Lalu Salwa tersenyum kecil. Senyum yang anehnya lebih mirip menyerah daripada lega.

“Kalau begitu, biar saja aku lari kali ini.”

Kalimat itu seperti mengunci segalanya. Tidak ada yang berteriak, tidak ada air mata yang jatuh.

Hanya dua orang yang sama-sama tahu, kadang yang paling menyakitkan bukan perpisahan, tapi ketenangan yang datang seperti misteri bersamanya.

***

Salwa berdiri. Lalu melangkah pelan.

Manna di belakangnya ingin memanggil, tapi bibirnya cuma terbuka tanpa suara.

Udara di ruangan itu mendadak terasa terlalu luas, seperti memberi jarak yang tidak bisa dijembatani lagi.

"Apakah ada hati lain?" tanya Manna akhirnya tidak bisa menahan diri.

"Itu bukan urusanmu."

"Setidaknya itu bisa jadi sebabnya."

"Itu juga, bukan urusanmu," nada Salwa sedikit ketus.

***

Sejak hari itu, mereka benar-benar tidak pernah bicara lagi.

Bukan karena benci. Tapi karena sudah tidak tahu harus bicara apa.

Mungkin… begitulah akhir dari banyak kisah, bukan karena seseorang berhenti mencintai, tapi karena mereka berusaha menyembuhkan sesuatu yang sudah lama patah.

***

Note: Semoga kalian berdua baik-baik saja sekarang, Kami kuatir jadinya.

Manna, bersabarlah. Mungkin Salwa hanya butuh waktu untuk menyendiri. Bicara dengan hatinya untuk memutuskan jawabannya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Manna dan Salwa
Hans Wysiwyg
Cerpen
Bronze
Ada Apa Dengan Cinta?
Tirani
Novel
CLBK: Cinta Lama Belum Kelar
Chika Andriyani
Novel
Gold
Jatuh Cinta Diam-Diam 2
Bentang Pustaka
Cerpen
The Scientist
Antrasena
Novel
The Throne
Mentari
Novel
Letter of Apology
nyayu mifta aliffiah mutiara
Flash
Bronze
Tentang Dia
Gabriella Gunatyas
Cerpen
Bronze
Semua Akan Pret Pada Waktunya
Nuel Lubis
Flash
Obrolan malam tahun baru
Elique
Novel
Jodoh Pilihan Langit
Anggita Saraswati
Novel
BRAD
KH_Marpa
Novel
Bronze
Menolak Takdir
Kinanthi (Nanik W)
Novel
Private but not Secret
Elle
Flash
Dongeng Senja
Liz Lavender
Rekomendasi
Flash
Manna dan Salwa
Hans Wysiwyg
Flash
Bangku Kosong di Baris Kedua
Hans Wysiwyg
Flash
PARMIN DAN BURUNG MAJIKAN
Hans Wysiwyg
Flash
SUPERMAN IN-KUMBEN
Hans Wysiwyg
Flash
SEMANGKUK NASI UNTUK AYAH
Hans Wysiwyg
Flash
Suami Terba(l)ik
Hans Wysiwyg
Flash
Teman Teduh
Hans Wysiwyg
Flash
JANGAN JADI GURU!
Hans Wysiwyg
Flash
ORANG DALAM
Hans Wysiwyg
Cerpen
Aku Dalam Cermin
Hans Wysiwyg
Novel
DEKUT MERPATI PEMURUNG--The Mourning Dove Calling
Hans Wysiwyg
Flash
Tertawan Hati
Hans Wysiwyg
Cerpen
Itaewon AFTER 29 Oktober 2022
Hans Wysiwyg
Flash
Teman Kamar Baru
Hans Wysiwyg
Flash
CLBK Cinta Lama Belum Kelar
Hans Wysiwyg