Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Jiwa yang Dikucilkan
5
Suka
13,013
Dibaca

Kami adalah pemandu jiwa. Setelah mengantarkan jiwa-jiwa baru ke bumi, kami bertugas untuk mengawasi tumbuh kembang mereka. Setidaknya hingga mereka dilahirkan sebagai manusia.

Setiap hari, kami harus meluangkan waktu untuk menatap layar. Layar yang menampilkan daftar jiwa yang kami pandu.

Jiwa 101-1010 menjadi bagianku. Aku telah mengantarkan mereka minggu lalu.

Jiwa yang kami antarkan tidak semuanya terlahir menjadi manusia. Sebagian kembali ke alam kami tanpa pernah merasa dilahirkan. Jiwa itu biasa disebut jiwa yang dikucilkan. Jiwa yang tidak pernah terlahir namun kembali membawa luka duniawi.

Aku menatap layar. Jiwa 102 terlihat akan kembali lebih cepat. Kami dapat melihat dinamika yang terjadi. Jiwa 102 merasa ditolak. Bukan oleh ibunya, namun oleh lingkungannya.

Sebagai petugas pemandu jiwa, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Hal seperti ini sudah biasa terjadi. Kontrak mereka akan diputus secara tidak langsung oleh ibunya sendiri.

Layar menampilkan tanda jiwa 102 menjadi warna merah. Aku bangkit dari duduk kemudian berjalan ke ruangan rekonsiliasi data. Aku akan menemui jiwa 102 bersama petugas rekonsiliasi data yang bertugas.

Jiwa yang belum terlahir akan kembali dengan wujud yang sama ketika diantar ke bumi. Mereka masih berbentuk gumpalan roh.

Sebagai pemandunya, aku harus mencari tahu kenapa jiwa 102 kembali lebih cepat.

“Selamat datang kembali, Jiwa 102,” sapa petugas rekonsiliasi data.

Gumpalan roh itu bergetar. Dia mengatakan, “Selamat bertemu kembali.”

“Bagaimana waktu singkat yang kau lalui di bumi?” tanyaku.

“Aku merasakan kasih sayang dari ibuku. Kasih sayang yang begitu murni. Namun aku merasakan penolakan. Bukan dari ibuku, namun dari lingkungannya.”

Kasus seperti ini mungkin terjadi jika ibu para calon jiwa baru dikucilkan oleh keluarga mereka. Bisa karena mereka masih memiliki konflik, atau tidak diterima dengan baik oleh keluarga pasangannya.

“Kontrakku tidak diputus paksa oleh ibuku. Namun aku yang memutusnya,” getarannya menyiratkan kesedihan yang mendalam.

Para ibu yang sedang mengandung sebenarnya sedang membangun koneksi yang tidak terlihat dengan janin mereka. Terkadang karena cintanya begitu besar, ia tidak ingin anaknya lahir dilingkungan yang menyedihkan dan penuh ketidakpastian. Sehingga secara tidak langsung, harapan itu memutus kontrak hidup jiwa baru.

“Mengapa kamu memutus kontraknya? Apakah kamu berubah pikiran tentang kontrak yang sudah kamu setujui?” tanyaku.

Aku harus mengetahui ini untuk mengisi laporan kepulangan jiwa baru yang belum sempat dilahirkan.

“Aku hanya ingin menemani ibuku.”

Seketika aku merasa dingin. Getaran yang kusangka kesedihan mendalam kini berubah menjadi tekad. “Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.”

“Ibuku tidak diterima. Ibuku dikucilkan, maka aku juga ingin menemaninya. Aku ingin, kami sama-sama dikucilkan.”

Catatan Laporan: Jiwa 102 – Kepulangan Sukarela.

Aku menatap layar kosong. Untuk pertama kalinya dalam ribuan kasus, aku tidak tahu bagaimana mengklasifikasikan ini.

Apakah ini penolakan?

Atau bentuk cinta yang paling murni?

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Komik
Bronze
Love to You
LUDY
Flash
KARAM
Rolly Roudell
Flash
Hipokrit
pelantunkata
Flash
Jiwa yang Dikucilkan
Sekar Kinanthi
Novel
Bronze
DARI IRON MAN HINGGA KAKAK TERBAIK
Habibah Umniyyah sahla
Skrip Film
Maaf, Sungguh Aku Tak Bermaksud Jatuh Cinta Padamu
Deasy Wirastuti
Flash
Ulang Tahun
Viky Aulia Safitri
Flash
Deadline
anifah setyawati
Flash
Bronze
POV
B12
Flash
Sedikit Saja
WN Nirwan
Flash
Kakek, Lihatlah Hari Ini
Rakanta
Novel
Me and Brokenhome
pinxila
Novel
Bronze
HEY MONSTER
Fitroh Wiji Astuti
Skrip Film
AKSATRIYA (Script)
Desi Restiana A
Skrip Film
REMEMBER YOU CAROUSELLY
Raja Alam Semesta
Rekomendasi
Flash
Jiwa yang Dikucilkan
Sekar Kinanthi
Flash
77 Questions Before I Was Born
Sekar Kinanthi
Flash
Selamanya 24 di 24 November
Sekar Kinanthi
Flash
Benang Merah
Sekar Kinanthi
Flash
Teduh yang Tak Pernah Kupilih
Sekar Kinanthi
Flash
Tirai Merah
Sekar Kinanthi
Cerpen
Heaven is Troubled
Sekar Kinanthi
Flash
Jika Hidup adalah Cerita, Siapa Pembacanya?
Sekar Kinanthi
Cerpen
Basement In Heaven
Sekar Kinanthi
Flash
Selamat Ulang Tahun, Rara
Sekar Kinanthi
Cerpen
Reuni Dua Jiwa
Sekar Kinanthi
Flash
7 Menit yang Tersisa
Sekar Kinanthi
Cerpen
Halaman Pertama: Prequel Halaman Terakhir
Sekar Kinanthi
Cerpen
Luna: Bayangan yang Kembali (Prequel Luna: Jiwa yang Hilang)
Sekar Kinanthi
Flash
Rumah yang Retak
Sekar Kinanthi