Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Self Improvement
Hujan di Bulan Maret
0
Suka
2,550
Dibaca

Tubuhku yang malang berdiri di tengah hujan bulan Maret yang turun tanpa henti. Rintiknya jatuh perlahan, membasahi setiap helai rambut hingga menembus kulit yang dingin dan lelah. Aku memeluk diriku sendiri, seolah-olah pelukan ini mampu menghadang gigil yang merayap dari ujung kaki hingga kepala. Namun, kenyataan tetap membekukan—hujan tak mengenal iba, ia terus mengalir, menyapu segala yang rapuh di dalam diriku.

Kepalaku terasa berat, seberat kenangan yang enggan pergi meski telah kucoba kubur dalam- dalam. Aku berharap ada sesuatu, entah itu atap sederhana atau tangan hangat, yang sudi meneduhkan kepalaku dari derasnya hujan ini. Tapi di sini, aku hanya berdiri sendiri, membiarkan setiap tetes air menyatu dengan air mata yang perlahan- lahan jatuh di sela mataku. Hujan bulan Maret ini berbeda—ia membawa luka-luka yang tak kasat mata, menggali ingatan yang seharusnya sudah usai.

Di setiap rintik yang jatuh, aku mendengar bisikan-bisikan masa lalu. Suara-suara yang dulu akrab kini tinggal gema yang samar. Aku mencoba mengangkat wajahku, membiarkan dingin itu menyentuh setiap inci kulit, seakan berharap rasa sakitnya mampu menghapus lelah yang bersarang di hati. Tapi, semakin lama aku berdiri di sini, semakin dalam aku tenggelam dalam kehampaan.

Di balik hujan yang mengguyur kota ini, aku menyadari betapa ringkihnya diriku. Tubuhku yang malang hanya bisa berharap—berharap ada teduh yang mau menyelamatkan. Namun, tak ada tangan yang terulur, tak ada suara yang memanggil namaku. Yang ada hanyalah hujan bulan Maret yang terus mengalir, tak peduli betapa lelahnya aku berdiri di sini, membiarkan segalanya jatuh di sela mataku.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Self Improvement
Flash
Hujan di Bulan Maret
Rizki Mubarok
Flash
Perempuan
lidia afrianti
Flash
Hidup Setelah Mati
Ika nurpitasari
Cerpen
Bronze
Dia Yang Tidak Butuh Pujian
T. Filla
Novel
Ketika Takdir Mengetuk Pintu Persahabatan
Ezra Jo
Flash
Discount Friend
lidia afrianti
Flash
Bronze
Makhluk Ciptaan
Rere Valencia
Flash
Bronze
Two Divers
Silvarani
Flash
Nona Pemilik Pesta
Tya Fitria
Cerpen
Dia Sofia
Titin Widyawati
Flash
Sarang Tupai
Cléa Rivenhart
Cerpen
Bronze
Pelangi di Senja Hari
Karang Bala
Flash
Pilu
Syifaanur Al Fitria
Cerpen
Pemuda Di Kamar 17
Sucayono
Flash
Bronze
Kata Mereka Akan Baik-Baik Saja
lidia afrianti
Rekomendasi
Flash
Hujan di Bulan Maret
Rizki Mubarok
Cerpen
ARUNIKA
Rizki Mubarok
Cerpen
Tia Monica Manis Sekali
Rizki Mubarok
Cerpen
Bronze
Segelas Matcha di Siang Hari
Rizki Mubarok
Cerpen
Tak Ada Lampu Merah di Bandung
Rizki Mubarok
Flash
Jika Nanti
Rizki Mubarok
Cerpen
Katanya sih Cinta
Rizki Mubarok
Flash
Selanjutnya, Kemana?
Rizki Mubarok
Novel
TINTA HITAM
Rizki Mubarok
Cerpen
Get Rich Overnight
Rizki Mubarok
Cerpen
Gaun Putih
Rizki Mubarok
Cerpen
When Nation Falls
Rizki Mubarok
Cerpen
Surga Para Raja
Rizki Mubarok
Cerpen
Selagi Masih Muda
Rizki Mubarok
Cerpen
Sketsa Mulia Di Langit Jakarta
Rizki Mubarok