Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Self Improvement
Hujan di Bulan Maret
0
Suka
1,909
Dibaca

Tubuhku yang malang berdiri di tengah hujan bulan Maret yang turun tanpa henti. Rintiknya jatuh perlahan, membasahi setiap helai rambut hingga menembus kulit yang dingin dan lelah. Aku memeluk diriku sendiri, seolah-olah pelukan ini mampu menghadang gigil yang merayap dari ujung kaki hingga kepala. Namun, kenyataan tetap membekukan—hujan tak mengenal iba, ia terus mengalir, menyapu segala yang rapuh di dalam diriku.

Kepalaku terasa berat, seberat kenangan yang enggan pergi meski telah kucoba kubur dalam- dalam. Aku berharap ada sesuatu, entah itu atap sederhana atau tangan hangat, yang sudi meneduhkan kepalaku dari derasnya hujan ini. Tapi di sini, aku hanya berdiri sendiri, membiarkan setiap tetes air menyatu dengan air mata yang perlahan- lahan jatuh di sela mataku. Hujan bulan Maret ini berbeda—ia membawa luka-luka yang tak kasat mata, menggali ingatan yang seharusnya sudah usai.

Di setiap rintik yang jatuh, aku mendengar bisikan-bisikan masa lalu. Suara-suara yang dulu akrab kini tinggal gema yang samar. Aku mencoba mengangkat wajahku, membiarkan dingin itu menyentuh setiap inci kulit, seakan berharap rasa sakitnya mampu menghapus lelah yang bersarang di hati. Tapi, semakin lama aku berdiri di sini, semakin dalam aku tenggelam dalam kehampaan.

Di balik hujan yang mengguyur kota ini, aku menyadari betapa ringkihnya diriku. Tubuhku yang malang hanya bisa berharap—berharap ada teduh yang mau menyelamatkan. Namun, tak ada tangan yang terulur, tak ada suara yang memanggil namaku. Yang ada hanyalah hujan bulan Maret yang terus mengalir, tak peduli betapa lelahnya aku berdiri di sini, membiarkan segalanya jatuh di sela mataku.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Self Improvement
Flash
Hujan di Bulan Maret
Rizki Mubarok
Flash
Karma Datang sebagai Sebuah Hukuman (surat 3)
Lail Arahma
Flash
Breakfast at Kempinski's
Ardhi Widjaya
Flash
Melukai Orang Lain adalah Seni Merusak Diri Sendiri
Tsalits Fz
Flash
Mother Earth
stillzee
Cerpen
Saya Telah Difitnah
Syauqi Sumbawi
Flash
Arah Jalan Pulang itu
AZZRA IRALA
Flash
THE UNSUNG MELODY
Flora Darma Xu
Cerpen
Pemuda Di Kamar 17
Sucayono
Novel
Bronze
Doa untuk Mu
Davie Al-Fattah
Flash
Sejajar
imagivine
Novel
Aku Bermimpi Gigiku Patah
Heren setun
Flash
Lelah Normal
imagivine
Novel
Skenario Tuhan (Gadis 12 Kali Operasi)
Mega Kembar
Cerpen
Bronze
Dika & Sang Pengubah Takdir
Shinta Larasati Hardjono
Rekomendasi
Flash
Hujan di Bulan Maret
Rizki Mubarok
Cerpen
CIBIRU
Rizki Mubarok
Cerpen
Cerita yang Tak Pernah Selesai
Rizki Mubarok
Cerpen
Coba Sekali Lagi
Rizki Mubarok
Cerpen
ARUNIKA
Rizki Mubarok
Cerpen
When Nation Falls
Rizki Mubarok
Cerpen
Sahur Pertama
Rizki Mubarok
Cerpen
Catatan si Anak Emas
Rizki Mubarok
Cerpen
Katanya sih Cinta
Rizki Mubarok
Cerpen
Tak Ada Lampu Merah di Bandung
Rizki Mubarok
Cerpen
Orang Gila yang Menyenangkan
Rizki Mubarok
Cerpen
Ya, Namanya Juga Hidup
Rizki Mubarok
Flash
Matahari Terbit di Kelopak Mata Ibu
Rizki Mubarok
Cerpen
Sketsa Mulia Di Langit Jakarta
Rizki Mubarok
Cerpen
Surga Para Raja
Rizki Mubarok