Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Self Improvement
Hujan di Bulan Maret
0
Suka
4,386
Dibaca

Tubuhku yang malang berdiri di tengah hujan bulan Maret yang turun tanpa henti. Rintiknya jatuh perlahan, membasahi setiap helai rambut hingga menembus kulit yang dingin dan lelah. Aku memeluk diriku sendiri, seolah-olah pelukan ini mampu menghadang gigil yang merayap dari ujung kaki hingga kepala. Namun, kenyataan tetap membekukan—hujan tak mengenal iba, ia terus mengalir, menyapu segala yang rapuh di dalam diriku.

Kepalaku terasa berat, seberat kenangan yang enggan pergi meski telah kucoba kubur dalam- dalam. Aku berharap ada sesuatu, entah itu atap sederhana atau tangan hangat, yang sudi meneduhkan kepalaku dari derasnya hujan ini. Tapi di sini, aku hanya berdiri sendiri, membiarkan setiap tetes air menyatu dengan air mata yang perlahan- lahan jatuh di sela mataku. Hujan bulan Maret ini berbeda—ia membawa luka-luka yang tak kasat mata, menggali ingatan yang seharusnya sudah usai.

Di setiap rintik yang jatuh, aku mendengar bisikan-bisikan masa lalu. Suara-suara yang dulu akrab kini tinggal gema yang samar. Aku mencoba mengangkat wajahku, membiarkan dingin itu menyentuh setiap inci kulit, seakan berharap rasa sakitnya mampu menghapus lelah yang bersarang di hati. Tapi, semakin lama aku berdiri di sini, semakin dalam aku tenggelam dalam kehampaan.

Di balik hujan yang mengguyur kota ini, aku menyadari betapa ringkihnya diriku. Tubuhku yang malang hanya bisa berharap—berharap ada teduh yang mau menyelamatkan. Namun, tak ada tangan yang terulur, tak ada suara yang memanggil namaku. Yang ada hanyalah hujan bulan Maret yang terus mengalir, tak peduli betapa lelahnya aku berdiri di sini, membiarkan segalanya jatuh di sela mataku.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Self Improvement
Flash
Hujan di Bulan Maret
Rizki Mubarok
Skrip Film
Segunting Ranting
Alya Nazira
Flash
Karya Pertama
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Pindah Chanel
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Dunia Orang Dewasa itu, Keseriusan dan Kesenangan seolah Melebur
Nuel Lubis
Novel
RUANG UNTUK SALAH
Dwi Fitriyaningsih Handoko
Flash
Musim Hazelnut
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Buku Kecil
Novia Sekar Arum
Cerpen
Jejak Bintang di Lembah yang Terlupa
Ezra Jo
Cerpen
Melintasi Dimensi
Kirana
Flash
Indonesia Gelap di Taman Pikiran
snang.tjarita
Cerpen
Akasia dalam diriku
Rain Dandelion
Novel
Tak Apa Belum Sembuh
Kelisyum
Flash
Di Balik Mata Pisces: "Ketika Mimpi Bertemu Realita"
Alya Nazira
Flash
Gadis Lentera
Alya Nazira
Rekomendasi
Flash
Hujan di Bulan Maret
Rizki Mubarok
Cerpen
ARUNIKA
Rizki Mubarok
Flash
Senjata Terakhir
Rizki Mubarok
Flash
Matahari Terbit di Kelopak Mata Ibu
Rizki Mubarok
Cerpen
Cerita yang Tak Pernah Selesai
Rizki Mubarok
Cerpen
When Nation Falls
Rizki Mubarok
Cerpen
Get Rich Overnight
Rizki Mubarok
Cerpen
Selepas Ayah Berpulang
Rizki Mubarok
Cerpen
Tia Monica Manis Sekali
Rizki Mubarok
Novel
TINTA HITAM
Rizki Mubarok
Cerpen
Tak Ada Lampu Merah di Bandung
Rizki Mubarok
Cerpen
Gaun Putih
Rizki Mubarok
Cerpen
CIBIRU
Rizki Mubarok
Cerpen
Semua Butuh Waktu
Rizki Mubarok
Cerpen
Orang Gila yang Menyenangkan
Rizki Mubarok