Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Self Improvement
Hujan di Bulan Maret
0
Suka
932
Dibaca

Tubuhku yang malang berdiri di tengah hujan bulan Maret yang turun tanpa henti. Rintiknya jatuh perlahan, membasahi setiap helai rambut hingga menembus kulit yang dingin dan lelah. Aku memeluk diriku sendiri, seolah-olah pelukan ini mampu menghadang gigil yang merayap dari ujung kaki hingga kepala. Namun, kenyataan tetap membekukan—hujan tak mengenal iba, ia terus mengalir, menyapu segala yang rapuh di dalam diriku.

Kepalaku terasa berat, seberat kenangan yang enggan pergi meski telah kucoba kubur dalam- dalam. Aku berharap ada sesuatu, entah itu atap sederhana atau tangan hangat, yang sudi meneduhkan kepalaku dari derasnya hujan ini. Tapi di sini, aku hanya berdiri sendiri, membiarkan setiap tetes air menyatu dengan air mata yang perlahan- lahan jatuh di sela mataku. Hujan bulan Maret ini berbeda—ia membawa luka-luka yang tak kasat mata, menggali ingatan yang seharusnya sudah usai.

Di setiap rintik yang jatuh, aku mendengar bisikan-bisikan masa lalu. Suara-suara yang dulu akrab kini tinggal gema yang samar. Aku mencoba mengangkat wajahku, membiarkan dingin itu menyentuh setiap inci kulit, seakan berharap rasa sakitnya mampu menghapus lelah yang bersarang di hati. Tapi, semakin lama aku berdiri di sini, semakin dalam aku tenggelam dalam kehampaan.

Di balik hujan yang mengguyur kota ini, aku menyadari betapa ringkihnya diriku. Tubuhku yang malang hanya bisa berharap—berharap ada teduh yang mau menyelamatkan. Namun, tak ada tangan yang terulur, tak ada suara yang memanggil namaku. Yang ada hanyalah hujan bulan Maret yang terus mengalir, tak peduli betapa lelahnya aku berdiri di sini, membiarkan segalanya jatuh di sela mataku.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Self Improvement
Flash
Hujan di Bulan Maret
Rizki Mubarok
Flash
Bronze
Industrial Bakurocho Station Monologue
Silvarani
Flash
Monolog sunyi untuk mama
tita agnesti
Flash
Yakin
muji
Flash
Kuasa Uang
Adam Nazar Yasin
Flash
Sejajar
imagivine
Flash
Bronze
AWAN
Y. N. Wiranda
Novel
Yang tersembunyi dalam luka
Asep Saepuloh
Flash
Menikmati Takdir
Husein AM.
Cerpen
Bronze
Dari 50 ribu ke 1 miliyar Budidaya Belalang
Putut Dwiffalupi Sukmadewa
Cerpen
Bronze
Cerita Pemanis Kopi
T. Filla
Cerpen
Bronze
Halte Kehidupan
Nuniek Sobari
Flash
Yellow #3
Adel Romanza
Flash
Musim Hazelnut
lidia afrianti
Novel
Breadwinner
Lifya Q. Raida
Rekomendasi
Flash
Hujan di Bulan Maret
Rizki Mubarok
Cerpen
Selagi Masih Muda
Rizki Mubarok
Cerpen
Cerita yang Tak Pernah Selesai
Rizki Mubarok
Cerpen
Jatuh dalam Pelukan
Rizki Mubarok
Cerpen
Catatan si Anak Emas
Rizki Mubarok
Cerpen
Siapa Peduli
Rizki Mubarok
Cerpen
Selepas Ayah Berpulang
Rizki Mubarok
Cerpen
Surga Para Raja
Rizki Mubarok
Cerpen
Bekasi Seperempat Abad
Rizki Mubarok
Cerpen
When Nation Falls
Rizki Mubarok
Flash
Senjata Terakhir
Rizki Mubarok
Cerpen
Tak Ada Lampu Merah di Bandung
Rizki Mubarok
Cerpen
ARUNIKA
Rizki Mubarok
Cerpen
Semua Butuh Waktu
Rizki Mubarok
Cerpen
CIBIRU
Rizki Mubarok