Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Self Improvement
Hujan di Bulan Maret
0
Suka
1,727
Dibaca

Tubuhku yang malang berdiri di tengah hujan bulan Maret yang turun tanpa henti. Rintiknya jatuh perlahan, membasahi setiap helai rambut hingga menembus kulit yang dingin dan lelah. Aku memeluk diriku sendiri, seolah-olah pelukan ini mampu menghadang gigil yang merayap dari ujung kaki hingga kepala. Namun, kenyataan tetap membekukan—hujan tak mengenal iba, ia terus mengalir, menyapu segala yang rapuh di dalam diriku.

Kepalaku terasa berat, seberat kenangan yang enggan pergi meski telah kucoba kubur dalam- dalam. Aku berharap ada sesuatu, entah itu atap sederhana atau tangan hangat, yang sudi meneduhkan kepalaku dari derasnya hujan ini. Tapi di sini, aku hanya berdiri sendiri, membiarkan setiap tetes air menyatu dengan air mata yang perlahan- lahan jatuh di sela mataku. Hujan bulan Maret ini berbeda—ia membawa luka-luka yang tak kasat mata, menggali ingatan yang seharusnya sudah usai.

Di setiap rintik yang jatuh, aku mendengar bisikan-bisikan masa lalu. Suara-suara yang dulu akrab kini tinggal gema yang samar. Aku mencoba mengangkat wajahku, membiarkan dingin itu menyentuh setiap inci kulit, seakan berharap rasa sakitnya mampu menghapus lelah yang bersarang di hati. Tapi, semakin lama aku berdiri di sini, semakin dalam aku tenggelam dalam kehampaan.

Di balik hujan yang mengguyur kota ini, aku menyadari betapa ringkihnya diriku. Tubuhku yang malang hanya bisa berharap—berharap ada teduh yang mau menyelamatkan. Namun, tak ada tangan yang terulur, tak ada suara yang memanggil namaku. Yang ada hanyalah hujan bulan Maret yang terus mengalir, tak peduli betapa lelahnya aku berdiri di sini, membiarkan segalanya jatuh di sela mataku.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Self Improvement
Flash
Hujan di Bulan Maret
Rizki Mubarok
Flash
Rumah yang Berbicara
Hans Wysiwyg
Cerpen
Bronze
Tahta Sunyi Sang Antagonis
Ron Nee Soo
Novel
Setelah Diam Ada Langkah Baru
Asep Saepuloh
Flash
Bronze
Perempuan Berkacamata Kuda
Christya Dita Yeskiaulina
Novel
Di Balik Merah Putih
Ahmad Wahyudi
Novel
Tak Apa Belum Sembuh
Kelisyum
Novel
Rungkad: Jalan Terjal Menuju Sukses Sebagai CEO
Arka Zayden
Flash
Bronze
Liminal Euphoria
Silvarani
Flash
Dan Dia Adalah Aku
Ismail Ari
Cerpen
Yang Dia Pilih Saat Dunia Ditawarkan
Siti Sulha Darmaini
Flash
Senyum Semerekah Pagi
DMRamdhan
Cerpen
Bronze
Mencari Jati Diri
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Takdir Mati
Titin Widyawati
Flash
Bukan Malin Kundang
Nurul Arifah
Rekomendasi
Flash
Hujan di Bulan Maret
Rizki Mubarok
Cerpen
Cerita yang Tak Pernah Selesai
Rizki Mubarok
Cerpen
ARUNIKA
Rizki Mubarok
Cerpen
CIBIRU
Rizki Mubarok
Cerpen
Semua Butuh Waktu
Rizki Mubarok
Cerpen
Ya, Namanya Juga Hidup
Rizki Mubarok
Flash
Senjata Terakhir
Rizki Mubarok
Cerpen
When Nation Falls
Rizki Mubarok
Flash
Jika Nanti
Rizki Mubarok
Cerpen
Jatuh dalam Pelukan
Rizki Mubarok
Novel
TINTA HITAM
Rizki Mubarok
Cerpen
Orang Gila yang Menyenangkan
Rizki Mubarok
Cerpen
Sahur Pertama
Rizki Mubarok
Cerpen
Tia Monica Manis Sekali
Rizki Mubarok
Flash
Matahari Terbit di Kelopak Mata Ibu
Rizki Mubarok