Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Matahari Terbit di Kelopak Mata Ibu
4
Suka
15,952
Dibaca

Kasih sayang seorang ibu adalah cahaya yang tak pernah padam. Ia menyala bahkan di saat hujan deras membasahi harapan, di kala badai kehidupan mengguncang tiang-tiang keyakinan. Kasih itu tak goyah, tak pernah lelah meski dihantam kerasnya ujian yang datang bertubi-tubi. Seperti matahari yang terbit setiap pagi, hangatnya selalu ada, bahkan ketika dunia terasa dingin dan kelabu.

Di rumah yang sederhana, di antara dinding- dinding yang menyimpan cerita lama, seorang ibu berdiri tegar. Tangannya yang kasar oleh waktu masih setia merawat, membelai lembut kepala anak-anaknya. Hatinya menjadi taman yang selalu berbunga, meski di pekarangan rumah tak ada kebun yang indah atau harum bunga mawar. Ia merawat cinta di tempat-tempat yang tak terlihat, di relung hati yang tak bisa dijangkau oleh mata.

Hujan boleh mengguyur tanpa ampun, membawa pergi impian yang pernah ia tanam di masa muda. Namun, kasihnya tetap bertahan. Badai boleh menerjang, memporak-porandakan rencana yang pernah ia susun rapi. Tapi, cintanya tak pernah mati. Ia bertahan dalam keheningan malam ketika anak-anaknya tidur lelap, mendoakan yang terbaik meski bibirnya tak lagi banyak bicara. Setiap tetes air mata yang jatuh bukanlah tanda kelemahan, melainkan bukti betapa dalamnya cinta seorang ibu.

Ada sesuatu yang ajaib dalam hati seorang ibu—ia bisa memancarkan matahari bahkan di tengah hujan. Ia menyimpan cahaya di matanya, sinar yang hanya terlihat oleh mereka yang benar- benar mengerti. Setiap kali anak-anaknya pulang dengan luka, baik luka di tubuh maupun di hati, ia yang pertama merangkul, memberi pelukan yang menenangkan. Tak pernah ada kata lelah dalam kamusnya. Meski tubuhnya ringkih, semangatnya tak pernah rapuh.

Di dunia yang sering kali keras dan tak adil, kasih seorang ibu adalah tempat berlindung yang paling aman. Ia tidak menuntut balasan atau penghormatan. Baginya, cukup melihat anak- anaknya tumbuh, tersenyum, dan mengejar mimpi- mimpi mereka. Walaupun terkadang hatinya terasa sunyi, ia tetap berdiri teguh—menjadi matahari yang tak pernah lelah menyinari meski dirinya sendiri tenggelam dalam kesepian.

Kasih ibu adalah keajaiban yang tak mudah pudar. Ia menembus waktu, melampaui batas-batas kehidupan, dan meski dunia terus berubah, kasih sayang seorang ibu akan tetap hidup—tak pernah mati, tak pernah pudar, seperti matahari yang terbit di kelopak matanya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Pesan Yang Tak Tersampaikan
pelantunkata
Flash
Matahari Terbit di Kelopak Mata Ibu
Rizki Mubarok
Flash
Meja Nol 7
Reveniella
Flash
GEMA
Putri Akira
Novel
My Imaginary World
Bunny_Seagull19
Novel
Bronze
Puri Setan dan Penghuninya yang Pernah Jatuh Cinta
romaneskha
Flash
Seuncang Beras
Foggy FF
Novel
Bronze
Tentang Kisah Kita: Trilogi Novelette 3
Imajinasiku
Novel
Wedding Life
Scarlet Yoe
Novel
battle of wits
Bagas
Flash
Dinda
Hans Wysiwyg
Novel
Nayya dan kehidupannya
Nayya Angellyn
Flash
Bronze
Kangen
Eva yunita
Flash
Merajut Asa
Ika Karisma
Flash
Bronze
Orderan Terakhir Ardiansyah
Nuel Lubis
Rekomendasi
Flash
Matahari Terbit di Kelopak Mata Ibu
Rizki Mubarok
Novel
TINTA HITAM
Rizki Mubarok
Cerpen
Gelas Ketiga
Rizki Mubarok
Flash
Hujan di Bulan Maret
Rizki Mubarok
Flash
Senjata Terakhir
Rizki Mubarok
Flash
Jika Nanti
Rizki Mubarok
Cerpen
Tia Monica Manis Sekali
Rizki Mubarok
Flash
Selanjutnya, Kemana?
Rizki Mubarok
Cerpen
CIBIRU
Rizki Mubarok
Cerpen
ARUNIKA
Rizki Mubarok
Cerpen
Selagi Masih Muda
Rizki Mubarok
Cerpen
Get Rich Overnight
Rizki Mubarok
Cerpen
Sahur Pertama
Rizki Mubarok
Cerpen
Bekasi Seperempat Abad
Rizki Mubarok
Cerpen
Ya, Namanya Juga Hidup
Rizki Mubarok