Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Pukul 01:10
1
Suka
3,249
Dibaca

Pukul 01:10.

Aku terbangun karena ada yang menggedor-gedor pintu depan. Suaranya pendek, tergesa, seperti orang yang terbiasa datang tanpa melihat waktu.

Kuintip dari jendela. Jalan sepi, halaman gelap, hanya ada bayangan pohon seri yang menunduk diterpa angin. Tak ada siapa pun. Aku menunggu beberapa detik, memastikan mataku tidak menipu, lalu kembali ke kamar.

Baru saja menarik bantal, suara itu muncul lagi. Lebih keras. Lebih dekat. Menghentak.

Aku menahan napas. Tiba-tiba berita yang sempat ramai di grup WhatsApp kampung menggema di kepalaku. Katanya, jika ada yang mengetuk rumah tengah malam, jangan pernah dibuka. Seorang warga di kecamatan sebelah mendengar pintu rumahnya diketok berkali-kali. Ia bergegas membukanya. Esok paginya, ia ditemukan tewas dengan leher tergorok.

Dulu, aku pikir cerita itu hanyalah karangan. Sekadar ingin membuat masyarakat resah, meski aku tidak bisa menerka motifnya. Kini, aku sendirian di dalam rumah, dan hal yang kusangsikan sedang menerorku. Seseorang atau sesuatu mungkin menungguku di balik pintu depan.

Semua lampu mati. Aku menggenggam ponsel, menyalakan senter. Namun, sinarnya terlalu kecil. Sia-sia, tak mampu menembus pekat.

Dari arah ruang tengah, aku mendengar ada suara tawa yang tertahan. Aku beranjak. Langkahku pelan dan berat. Setiap pijakan di lantai seolah memantulkan suara ketakutan.

Mataku menyapu seluruh sudut ruangan. Semua pintu terkunci rapat. Semua jendela masih tampak aman. Tak ada tanda penyusup masuk.

“Di sini,” ujarnya saat aku menyorot ke bawah meja.

Apakah itu maling? Setan? Ataukah mungkin keduanya? Tubuhku gemetar. Takut, tetapi penasaran.

Aku beranikan diri untuk membalas. “Siapa? Di mana?”

Tak ada jawaban. Akan tetapi, aku melihat sesuatu bergerak cepat dari dapur menuju kamarku. Gerakannya, jelas, bukan milik manusia.

Aku mundur. Pintu kamarku menutup. Barang-barang di dalamnya terdengar berjatuhan.

Tidak ada pilihan lain. Aku harus segera keluar mencari pertolongan.

Aku meraih gagang pintu. Hangat, seperti ada jejak yang belum lama ditinggalkan. Saat kucoba memutarnya, terasa ada menahan dari arah berlawanan.

“Jangan keluar!” bisiknya.

Aku terpaku. Suaranya mirip dengan suaraku.

Kulihat ponsel, bermaksud menelepon seseorang. Layarnya justru membeku, tak merespons sentuhan jariku. Angka di pojok atas berkedip, tetapi berkutat di 01:10. Tak bergeser sedikit pun.

Mustahil. Mungkin rusak. Mungkin memang ada yang salah.

Aku terus mencoba, menekan semua sisi layar. Tampilannya tak mengikuti perintahku, hanya mempertegas waktu dalam balutan cahaya redup. Permukaannya memantulkan wajahku yang tegang—dan bayangan lain di belakang, tersenyum tanpa suara. Kedua tangannya menempel di bahuku.

Aku berbalik. Ia mencengkeram leherku, dan dunia perlahan padam.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Pukul 01:10
Jasma Ryadi
Novel
Gold
Fantasteen Hunted
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
Joni
Xavier Benedick
Cerpen
Bronze
'sompral'
anindira
Komik
Bronze
LIVESTREAMING
livestreamingwebcomic
Novel
Bronze
Luk Thep ~Novel~
Herman Sim
Flash
Bronze
Rintih
Bakasai
Cerpen
Bronze
Ada yang Aneh di Rumah Itu
Farchah Ba'dal Chazani
Novel
Gold
At the Mountains of Madness dan Other Stories
Noura Publishing
Flash
Wanita Berbaju Putih
Desi Ra
Novel
Bronze
DOSA
Ahmad Rusdy
Flash
Terrorist
Dark Specialist
Flash
Di Barisan Belakang
Jasma Ryadi
Novel
Bronze
Koma Karmila
Herman Sim
Novel
Boneka Petaka
Eve Shi
Rekomendasi
Flash
Pukul 01:10
Jasma Ryadi
Flash
Di Barisan Belakang
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Setelah Malin Menjadi Batu: Doa Uni Salamah
Jasma Ryadi
Flash
Rumah Tanpa Isinya
Jasma Ryadi
Flash
Ombak, Luka, dan Hal-Hal yang Tetap Datang
Jasma Ryadi
Flash
Museum Kenangan
Jasma Ryadi
Flash
Aku dan Sebatang Rokok di Tangannya
Jasma Ryadi
Flash
Bagaimana Jika Aku Menjadi Umbi-Umbian?
Jasma Ryadi
Flash
Tiga Ketukan Sunyi
Jasma Ryadi
Flash
Dekapan yang Hilang
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Mereka yang Membawa Pertanda
Jasma Ryadi
Flash
Tuhan, Jadikan Hariku Senin Selalu
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Mereka yang Masih di Dalam
Jasma Ryadi
Flash
Semangkuk Bakso
Jasma Ryadi
Flash
Maaf, Aku Lelah
Jasma Ryadi