Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Pukul 01:10
1
Suka
6,822
Dibaca

Pukul 01:10.

Aku terbangun karena ada yang menggedor-gedor pintu depan. Suaranya pendek, tergesa, seperti orang yang terbiasa datang tanpa melihat waktu.

Kuintip dari jendela. Jalan sepi, halaman gelap, hanya ada bayangan pohon seri yang menunduk diterpa angin. Tak ada siapa pun. Aku menunggu beberapa detik, memastikan mataku tidak menipu, lalu kembali ke kamar.

Baru saja menarik bantal, suara itu muncul lagi. Lebih keras. Lebih dekat. Menghentak.

Aku menahan napas. Tiba-tiba berita yang sempat ramai di grup WhatsApp kampung menggema di kepalaku. Katanya, jika ada yang mengetuk rumah tengah malam, jangan pernah dibuka. Seorang warga di kecamatan sebelah mendengar pintu rumahnya diketok berkali-kali. Ia bergegas membukanya. Esok paginya, ia ditemukan tewas dengan leher tergorok.

Dulu, aku pikir cerita itu hanyalah karangan. Sekadar ingin membuat masyarakat resah, meski aku tidak bisa menerka motifnya. Kini, aku sendirian di dalam rumah, dan hal yang kusangsikan sedang menerorku. Seseorang atau sesuatu mungkin menungguku di balik pintu depan.

Semua lampu mati. Aku menggenggam ponsel, menyalakan senter. Namun, sinarnya terlalu kecil. Sia-sia, tak mampu menembus pekat.

Dari arah ruang tengah, aku mendengar ada suara tawa yang tertahan. Aku beranjak. Langkahku pelan dan berat. Setiap pijakan di lantai seolah memantulkan suara ketakutan.

Mataku menyapu seluruh sudut ruangan. Semua pintu terkunci rapat. Semua jendela masih tampak aman. Tak ada tanda penyusup masuk.

“Di sini,” ujarnya saat aku menyorot ke bawah meja.

Apakah itu maling? Setan? Ataukah mungkin keduanya? Tubuhku gemetar. Takut, tetapi penasaran.

Aku beranikan diri untuk membalas. “Siapa? Di mana?”

Tak ada jawaban. Akan tetapi, aku melihat sesuatu bergerak cepat dari dapur menuju kamarku. Gerakannya, jelas, bukan milik manusia.

Aku mundur. Pintu kamarku menutup. Barang-barang di dalamnya terdengar berjatuhan.

Tidak ada pilihan lain. Aku harus segera keluar mencari pertolongan.

Aku meraih gagang pintu. Hangat, seperti ada jejak yang belum lama ditinggalkan. Saat kucoba memutarnya, terasa ada menahan dari arah berlawanan.

“Jangan keluar!” bisiknya.

Aku terpaku. Suaranya mirip dengan suaraku.

Kulihat ponsel, bermaksud menelepon seseorang. Layarnya justru membeku, tak merespons sentuhan jariku. Angka di pojok atas berkedip, tetapi berkutat di 01:10. Tak bergeser sedikit pun.

Mustahil. Mungkin rusak. Mungkin memang ada yang salah.

Aku terus mencoba, menekan semua sisi layar. Tampilannya tak mengikuti perintahku, hanya mempertegas waktu dalam balutan cahaya redup. Permukaannya memantulkan wajahku yang tegang—dan bayangan lain di belakang, tersenyum tanpa suara. Kedua tangannya menempel di bahuku.

Aku berbalik. Ia mencengkeram leherku, dan dunia perlahan padam.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Pukul 01:10
Jasma Ryadi
Novel
Bronze
WINDY ... IS CALLING
Herman Trisuhandi
Novel
Gold
Fantasteen Ghost Dormitory in Sidney
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
TERIAKAN SETAN
zidan fadlan robbah
Cerpen
Bronze
Jangan Ambil Uang Itu!
Jasma Ryadi
Novel
Bronze
Tujuh Hari Dalam Kafan
Bramanditya
Cerpen
Alas Tilem
Samuel Fetz
Cerpen
Bronze
Kutukan Ranjang Antik
Christian Shonda Benyamin
Novel
Gold
Fantasteen Scary: Noroi
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
AUL
Rian Nugraha
Skrip Film
Trauma Generasi
Vitri Dwi Mantik
Flash
Titan
Rama Sudeta A
Novel
Gold
Fantasteen Scary Knock! Knock!
Mizan Publishing
Cerpen
Pocong di Zoom Meeting
Kingdenie
Novel
Nyonya Tua
Widyas
Rekomendasi
Flash
Pukul 01:10
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Ketika Milo Mati
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Jangan Ambil Uang Itu!
Jasma Ryadi
Flash
Bulan ke-10
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Shift Tiga
Jasma Ryadi
Flash
Ekuinoks
Jasma Ryadi
Flash
Datang
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Rumah dan Rumah Itu
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Kota Kosong
Jasma Ryadi
Flash
Aku dan Sebatang Rokok di Tangannya
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Anita dan Penghuni Lain
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Mana Paket Saya?
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Teman yang Tidak Datang ke Pemakaman
Jasma Ryadi
Novel
Karantina
Jasma Ryadi
Flash
Jejak
Jasma Ryadi