Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Bayang
2
Suka
6,910
Dibaca

Aku selalu takut pada bayanganku sendiri.

Dulu, setiap kali cahaya sore jatuh ke lantai, aku menatap bentuk hitam yang mengikuti langkahku dan merasa seolah ada bagian dari diriku yang tidak bisa kulepaskan.

Bayang itu meniru semua gerakanku, tapi tak pernah benar-benar menjadi aku.

Ia seperti versi lain yang diam-diam mengingatkan akan semua hal yang pernah kusesali.

Aku dulu sering berlari dari cahaya, hanya agar tidak melihatnya.

Kau pasti akan menertawakan itu.

Tapi begitulah adanya: aku takut pada diriku sendiri, pada kenangan yang menempel seperti bayang yang tak mau pergi, pada bagian masa lalu yang tetap menatapku bahkan setelah aku berpaling.

Sampai hari ini.

Ketika aku duduk di tepi jendela, matahari sore menembus tirai tipis, dan di lantai, bayanganku muncul lagi.

Kali ini aku tidak lari.

Aku menatapnya lama.

Ia diam saja, menunggu.

Dan untuk pertama kalinya, aku sadar bayangan itu tidak datang untuk menghantuiku. Ia datang untuk memastikan aku masih di sini. Masih utuh.

Masih hidup.

Aku tersenyum kecil.

Mungkin selama ini aku salah mengira: bukan aku yang mengikutinya, tapi ia yang selalu berusaha tidak meninggalkanku sendirian.

Bayangan adalah cara cahaya memeluk yang pernah gelap.

Aku berdiri.

Langkahku pelan, tapi pasti.

Setiap kali aku bergerak, bayanganku ikut tenang, tidak lagi menyeramkan.

Kami berjalan bersama di ruangan yang sama, di waktu yang sama, di bawah cahaya yang akhirnya kuterima.

Ada damai yang aneh di dada.

Bukan karena semua sudah selesai, tapi karena aku tidak lagi menolak apa pun yang pernah ada.

Kesedihan, kehilangan, kenangan, bahkan kesalahan semuanya membentuk bayang yang kini berdiri di sampingku.

Aku tidak ingin menghapusnya lagi.

Aku keluar rumah, menatap langit senja.

Cahaya mulai memudar, dan bayanganku perlahan menyatu dengan tanah.

Tapi aku tahu, besok pagi, ia akan kembali bersama matahari yang baru.

Dan ketika itu terjadi, aku akan menyambutnya, seperti menyapa teman lama.

Karena kini aku tahu:

Tidak ada cahaya tanpa bayang, dan tidak ada aku tanpa semua yang telah kulalui.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Romansa Ravinsha
Frisca Amelia
Flash
Bayang
lidia afrianti
Flash
Bronze
Secantik Hatimu
Shabrina Farha Nisa
Novel
Sementara
Mega Rohayana
Novel
I'LL Lose with you, Baby.
baby scorpio
Cerpen
Fate
Raden Maesaroh
Flash
Mila
Hary Silvia
Cerpen
Jakarta, Baru-Baru Ini
Aneidda
Novel
Generasi Semesta
Rida Fitria
Flash
Tunggu Aku
tianyan
Cerpen
Nomor Telepon Lama
Kingdenie
Novel
Lustfull Night
Arinaa
Novel
Pernikahan Tanpa Cinta
NURJANNA
Novel
Mengutuk Cinta
De Quererte
Novel
Aku Mahasiswa
Adhi Saputra Batubara
Rekomendasi
Flash
Bayang
lidia afrianti
Flash
Cerita 14 Mei 2013
lidia afrianti
Flash
Lembar Terakhir Si Penulis
lidia afrianti
Flash
Bronze
Lemon Tea
lidia afrianti
Flash
Bronze
Juni Tanpa Ju
lidia afrianti
Flash
Kesempatan Kedua
lidia afrianti
Flash
Bronze
if we'd met before a decade
lidia afrianti
Flash
Cinta Tanpa Pamrih
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
Jejak Yang Tak Terhapuskan
lidia afrianti
Flash
Bronze
Kenapa Kita Berpisah?
lidia afrianti
Flash
Ibu, sebenarnya. . .
lidia afrianti
Flash
Khas Jatuh Cinta
lidia afrianti
Flash
Tumbuhan Pemakan Rahasia
lidia afrianti
Flash
Bronze
Luapan Luka Luna
lidia afrianti
Flash
Bronze
LAST PLACE
lidia afrianti