Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Telor Rebus (Sintas Universe)
2
Suka
10,490
Dibaca

Kelas yang sunyi mendadak riuh rendah oleh bisik para murid. Untungnya guru yang mengajar tengah keluar.

Dari bangku paling belakang, Helena diam-diam resah. Berusaha keras diaturnya degup jantung dan napas tetap dalam ritme normal. 

Ini semua gara-gara ibu. Tadi pagi ibu bersikeras agar Helena menghabiskan dua butir telur rebus untuk sarapan. Padahal Helena cuma sarapan telur rebus kalau sekolah libur saja. Tapi pagi ini terpaksa Helena makan itu karena ibu tidak memberinya uang saku. 

Perut Helena mulai bereaksi ketika guru Sains pergi untuk mengambil proyektor di ruang guru. Helena tidak bisa menahannya. Perutnya terlalu sakit. Dia sempat lega setelah udara yang terkurung di perutnya terlepas tanpa suara. 

Namun, beberapa murid mulai menutup hidung dan berbisik dengan sesama. 

“Siapa, sih?”

“Bau banget, ya, Lord!”

“Ini mah kawah gunung!”

Jemari Helena menggenggam erat buku teks Sains Kelas IX di laci meja. Setengah mati dia berdoa agar teman-temannya tidak tahu siapa penebar gas memuakkan itu. 

Ketika murid-murid di bangku depan saling tuduh, telinga Helena sudah terasa panas. Helena terpejam bersiap dipermalukan seisi kelas jika ketahuan. 

“Kentut itu sehat!” seru seorang cowok yang duduk di pojok belakang. Dia membuka jendela kelas lebar-lebar. 

Semua murid tertawa begitu cowok itu menyelesaikan kalimatnya. Tidak ada lagi yang bersuara sumbang. 

Helena mengembuskan napas lega pelan. Udara kelas yang penuh intimidasi berubah penuh kelakar dan semua murid kembali dengan kesibukannya mengisi soal. 

Diam-diam Helena memperhatikan cowok di pojok yang kini tengah menggaruk tengkuk sambil berpikir. Wajahnya serius. Sesekali bibirnya bergerak-gerak membaca soal. Dia adalah Corey, si juara kelas. 

Corey ganteng juga kalo lagi gitu. pikir Helena. Diam-diam hatinya bergetar. Cowok itu telah menyelamatkannya. 

Dan kalau ada kesempatan, Helena berdoa pada Tuhan untuk membalas kebaikan cowok yang kemarin kepergok merokok bareng geng Naser itu. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Telor Rebus (Sintas Universe)
Keita Puspa
Novel
Under Eighteen
Riri
Flash
Bronze
Nyala Hati
Rere Valencia
Novel
Roma : The City Of Love
FAHRI PRASETYA
Komik
Aeleen
the.martabak
Novel
LUKA UNTUK SEMBUH
Ivara
Flash
Teman Teduh
Hans Wysiwyg
Cerpen
Bronze
Pertama dan Terakhir
aksara_g.rain
Novel
Cinta Di Negeri Ginseng
Rizka Novalia_1801
Cerpen
Apron Muyi
Hans Wysiwyg
Novel
Xavier
SinamheT
Novel
Gold
From Ears To Heart
Bentang Pustaka
Novel
MAKNA DALAM CAHAYA
Saipul449
Skrip Film
PULIH
Euis Anisa R
Novel
Sang Abdi Ndalem
Elin Khanin
Rekomendasi
Flash
Telor Rebus (Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
Antropologi
Keita Puspa
Flash
Bronze
Pecah
Keita Puspa
Flash
Bantuan Terakhir
Keita Puspa
Flash
Ranah Jaya
Keita Puspa
Novel
He Is Not My Brother
Keita Puspa
Flash
Bronze
7th Skies
Keita Puspa
Flash
Kuburan yang Terlupakan
Keita Puspa
Flash
Cita-Cita
Keita Puspa
Flash
KANKER
Keita Puspa
Novel
SINTAS 2.0: ENDURE
Keita Puspa
Flash
Bronze
Tsun Tsun Dere Dere
Keita Puspa
Novel
CAHAYA HITAM
Keita Puspa
Flash
Bronze
LOG OUT
Keita Puspa
Flash
Jadi, Ternyata...
Keita Puspa