Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Sejarah
The Descendant of Murderer
14
Suka
13,708
Dibaca

Pada 17 April tahun 1933, lahir seorang pembunuh berantai bernama Joachim Kroll dari keluarga penambang di provinsi Upper Silesia, Cekoslowakia. Dia terlahir sebagai anak yang lemah fisik dan sering mengompol. Tak hanya itu, psikiater menemukan fakta bahwa anak tersebut hanya memiliki IQ 76, di bawah rata-rata. 

Keluarga Kroll pindah ke Jerman setelah Perang Dunia II usai. Ibu Kroll meninggal pada tahun 1955. Peristiwa itu dan keterbelakangan mentalnya mendasari tindak kejahatan dan perilaku brutal Kroll. Pada tanggal 8 Februari 1955, korban pertamanya terkuak. Wanita malang itu bernama Irmgard Strehl (19 tahun) yang diperkosa dan ditikam hingga meninggal. Seluruh isi perut dari wanita tersebut telah dikeluarkan oleh pelaku dan jasadnya ditemukan di sebuah gudang di Lüdinghausen. 

Awal tahun 1959, Kroll kembali melancarkan aksinya dengan membunuh dua orang wanita yang bernama Klara Tesmer (24 tahun) dan Manuela Knodt (16 tahun). Setelah itu dia pergi ke Duisburg dan mendapatkan pekerjaan sebagai petugas toilet, sebelum akhirnya bekerja untuk Thyssen Industries. Kisahnya tidak hanya berhenti di situ, karena setelah pindah ke Duisburg, aksinya justru kian menjadi-jadi.

Total korban yang dibunuh Kroll adalah 14 orang. Mulai dari pembunuhan Manuela Knodt, Kroll meninggalkan jejak berupa ukiran pada pantat korbannya. Anehnya, beberapa bagian tubuh korban yang dihilangkan Kroll adalah bagian yang paling berdaging dan dipotong seukuran steak. Hal itu mengindikasikan adanya kanibalisme dalam aksi Kroll. 

Pemerintah setempat sempat menyatakan kotanya tengah diteror oleh pembunuh berantai. Namun sialnya, pihak kepolisian beberapa kali salah menangkap pelaku yang menyebabkan para korban salah tangkap tersebut depresi dan bunuh diri. Akhirnya, pada 3 Juli 1976 Kroll tertangkap saat sedang merebus beberapa bagian tubuh korbannya yang bernama Marion Ketter (4 tahun). Atas semua aksinya, Kroll dihukum penjara seumur hidup.

Kisah kekejian para pembunuh berantai yang ada di dunia ini tak hanya berhenti pada Joachim Kroll saja. Beberapa kisah di antaranya bahkan sampai menjadi fenomena tersendiri seperti Jack the Ripper yang kisahnya memiliki banyak versi dan kebenaran identitasnya hingga saat ini masih menjadi misteri.

Kini, salah satu keturunan dari para pembunuh berantai bisa jadi berada di antara kita. Berdasarkan kecurigaanku, satu di antara mereka adalah Giselbert. Di balik perilaku kesehariannya yang sangat perfeksionis dan terstruktur, aku yakin dia menyimpan sebuah rahasia yang sangat menyeramkan. Dari gerak-gerik mencurigakannya, aku yakin dapat mengungkap identitasnya yang sebenarnya.

Hari ini, aku telah merencanakan sesuatu yang akan membuatnya mengaku bahwa dia adalah keturunan dari para pembunuh berantai yang telah kubahas sebelumnya. Sekaligus, menguji apakah dia memiliki tendensi untuk membunuh atau tidak. Aku sudah mempersiapkan dua minuman dalam dua gelas yang berbeda. Ketika dia meminumnya, sosok aslinya akan segera muncul.

"Ayok kita minum." Aku menaruh dua gelas di atas meja, satu untukku dan satu untuknya.

"Apa ini?" tanyanya singkat.

"Jus tomat." Aku berbohong. Jus tomat adalah isi dari gelasku, sedangkan isi dari gelasnya adalah darah sapi segar yang kuperoleh dari peternakan sapi di Oldenburg.

"Baiklah. Akan kucoba." Giselbert mengangkat gelasnya.

"Cheers!" Aku juga mengangkat gelasku untuk bersulang.

"Bagaimana rasanya?" tanyanya kepadaku.

"Sepertinya aku lebih suka tanpa es," sahutku dengan nada bercanda.

"Baiklah. Besok kita cari lagi yang lebih segar. Cheers!" Dia kembali mengangkat gelasnya.

Kami segera menghabiskan minuman kami. Giselbert menyeringai. Sial! Aku baru sadar bahwa gelas kami tertukar!

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (12)
Rekomendasi dari Sejarah
Flash
The Descendant of Murderer
Matrioska
Novel
Gold
Kolecer & Hari Raya Hantu
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Apakah aku salah mencintai wanita tua
Afandi
Novel
TIGA TAHUN UNTUK SELAMANYA
ROBI JULIANTO
Novel
Bronze
Biarkan aku menentukan pilihanku sendiri
Afandi
Novel
Ibet
Dicky sidiq
Novel
Gold
Menyaksikan 30 Tahun Pemerintahan Otoriter Soeharto
Mizan Publishing
Novel
Gold
Dunia Sophie
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Juni Berdarah Pasca-Reformasi
Hariyadi Eko Priatmono
Novel
Bronze
Cinta di Balik Senyuman Misey
Mochammad Ikhsan Maulana
Novel
Gold
Fear
Noura Publishing
Cerpen
Sumpah Laksmana
Suryawan W.P
Novel
Gold
Fields of Blood
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
Ungku Idris dan Kisah Barunya
Anjrah Lelono Broto
Cerpen
Bronze
Yang Terlupakan
Yuli Harahap
Rekomendasi
Flash
The Descendant of Murderer
Matrioska
Skrip Film
Pirau
Matrioska
Flash
Titisan Dewi Sri
Matrioska
Flash
Nir-Fana
Matrioska
Flash
Isyarat Alam
Matrioska
Flash
Anjangsana
Matrioska
Flash
Sebuah Ritual Pemanggilan
Matrioska
Flash
Suspicious Boyfriend
Matrioska