Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Simfoni Bunga Es di Istana Kristal
1
Suka
1,734
Dibaca

Di sebuah negeri yang abadi diliputi musim dingin, berdiri megah Istana Kristal yang berkilauan ditutupi es dan salju. Di sanalah bertahta Ratu Aurora, penguasa negeri Winteria yang berhati dingin dan wajah secantik pahatan es. Kutukan membayangi dirinya: tak seorang pun mampu mencairkan hatinya yang beku, dan Winteria akan selamanya terperangkap dalam cengkeraman musim dingin abadi.

Namun, takdir punya rencana lain. Dari desa terpencil di kaki gunung, datanglah seorang pemuda bernama Kai. Ia bukan pahlawan gagah berani, bukan pula penyihir sakti. Kai hanyalah seorang pembuat musik yang memainkan seruling dari kayu birch. Musiknya sederhana, namun mampu menyentuh hati siapapun yang mendengarkannya.

Kai mendengar tentang ratu yang berhati beku dan memutuskan untuk menghadapinya. Bukan untuk memohon kekayaan atau kekuasaan, melainkan untuk mempersembahkan musiknya. Ia percaya, bahkan hati sekeras es pun bisa luluh oleh melodi yang tulus.

Perjalanan menuju Istana Kristal penuh rintangan. Badai salju mengamuk, serigala es mengintai, dan jalanan licin penuh jebakan. Namun, Kai tak menyerah. Ia terus melangkah, dengan serulingnya sebagai satu-satunya senjata.

Akhirnya, ia tiba di hadapan Ratu Aurora. Ratu menatapnya dengan dingin, tak tertarik dengan kehadiran pemuda desa itu. Namun, Kai tak gentar. Ia mengangkat serulingnya dan mulai memainkan sebuah melodi.

Bukan melodi megah dan penuh orkestrasi, melainkan melodi sederhana tentang bunga-bunga yang bermekaran di musim semi, tentang burung-burung yang bernyanyi di pagi hari, dan tentang kehangatan mentari yang menyinari bumi. Musik itu menggambarkan harapan, kebahagiaan, dan cinta.

Awalnya, Ratu Aurora hanya mendengarkan dengan acuh tak acuh. Namun, perlahan, sesuatu mulai berubah. Ia merasakan getaran aneh di dadanya, sesuatu yang sudah lama hilang. Ia merasakan kehangatan, harapan, dan… kerinduan.

Musik Kai terus mengalun, semakin lama semakin intens. Ratu Aurora mulai melihat gambaran-gambaran di benaknya: taman bunga yang penuh warna, tawa anak-anak yang riang, dan pelukan hangat seorang ibu. Ia melihat keindahan yang selama ini tersembunyi di balik es dan salju.

Air mata mulai menetes di pipi Ratu Aurora. Es di hatinya perlahan mencair, digantikan oleh perasaan yang baru dan asing. Ia merasakan cinta, kasih sayang, dan kerinduan akan kebahagiaan.

Ketika Kai mengakhiri melodi, Ratu Aurora tidak lagi berhati dingin. Ia menatap Kai dengan mata yang penuh kelembutan.

"Siapa kamu?" tanyanya dengan suara yang bergetar.

"Saya hanya seorang pembuat musik, Ratu," jawab Kai dengan rendah hati. "Saya hanya ingin mempersembahkan musik saya untuk Anda."

Ratu Aurora tersenyum. "Musikmu telah menyentuh hatiku, Kai. Kau telah mencairkan es yang selama ini membelengguku."

Sejak saat itu, Kai tinggal di Istana Kristal bersama Ratu Aurora. Ia terus memainkan musiknya, menghangatkan hati sang ratu dan seluruh negeri Winteria. Musim dingin abadi perlahan menghilang, digantikan oleh musim semi yang penuh harapan. Dan Ratu Aurora, yang dulu dikenal sebagai ratu berhati dingin, kini dikenal sebagai ratu yang penuh cinta dan kasih sayang. Simfoni bunga es telah berakhir, digantikan oleh simfoni cinta yang abadi.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Simfoni Bunga Es di Istana Kristal
Lukitokarya
Novel
Bronze
The Doomsday
Rama Sudeta A
Flash
TUJUH RAHASIA ALAM MALAKUT
Shina El Bucorie
Flash
Feng Min dan Kang Shu
Martha Z. ElKutuby
Novel
Rama's Story : Kirana - Bittersweet Symphony
Cancan Ramadhan
Cerpen
Bronze
NATAL TERAKHIR
Venus Candrika
Flash
Penyihir dan Pangeran yang Dikutuk
Lukitokarya
Skrip Film
My Mom is A Gangster
Zuinal 'Aini
Novel
Bronze
LEGION : UNKNOWN KNIGHT
Delta
Cerpen
Bronze
Renkarnasi Vampir
zahro ikrima
Cerpen
Sinbad, Malin Kundang, dan Belas Kasih Samudera
Hendra Wiguna
Flash
Di Sebuah Gua
Kiara Hanifa Anindya
Flash
Mystery Box
Dwi Kurnialis
Cerpen
Bronze
Petarung
Maldalias
Flash
Reverse # 3 : Gelombang
Yesno S
Rekomendasi
Flash
Simfoni Bunga Es di Istana Kristal
Lukitokarya
Flash
Penyihir dan Pangeran yang Dikutuk
Lukitokarya
Cerpen
Bayang-Bayang Masa Lalu
Lukitokarya
Flash
Hati mu di layar
Lukitokarya
Flash
Debu cinta di barang antik ,strategi hati yang terencana
Lukitokarya
Flash
Cinta tak terduga
Lukitokarya
Flash
Gema Piano di Rumah Tua
Lukitokarya
Flash
bisikan hati di balik topeng
Lukitokarya
Flash
Surat dari masa lalu
Lukitokarya
Flash
Kisah di Balik Kedai Kopi Usang
Lukitokarya
Cerpen
Lukisan Senja di Balik Jendela
Lukitokarya
Cerpen
Lentera di Ujung Lorong
Lukitokarya
Cerpen
Sebuah Catatan Galau
Lukitokarya
Flash
Cubitan Manja Sang Primadona
Lukitokarya
Flash
Tentang kita
Lukitokarya