Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Pemenang Kedua
9
Suka
15,619
Dibaca

Aku akui, sejak kecil, selalu jadi pemenang kedua.

Sekolah ranking dua, lomba menulis juara dua, melukis pun begitu, bahkan saat memperebutkan hati seseorang, aku juga menjadi yang kedua.

Aku akhirnya menerima semua itu.

***

Hari ini, aku duduk di ruang tunggu rumah sakit, menunggu hasil operasi jantung untuk seseorang yang dulu kucintai.

Namanya Laras.

Suaminya, Dimas, tak lain adalah dokter bedah itu sendiri, teman sekolahku dulu, yang memenangkan hati perempuan yang sama.

Mungkin menurut kalian ini aneh? Waktu sudah jauh berjalan, tapi nasibku tetap masih diam di tempat. dan aku masih belum bisa berpindah ke lain hati, menunggu seseorang yang dulu aku tahu pernah menungguku.

Suster memanggilku masuk.

Kulihat Dimas berdiri di belakang meja kerjanya, wajahnya pucat, matanya kuyu dan merah.

“Operasinya berhasil,” katanya pelan menanggapi dingin kehadiranku.

Aku mengangguk. Lega. Tapi entah kenapa, aku tak bisa menyembunyikan air mataku yang jatuh juga.

“Terima kasih,” kataku, menatapnya.

Ia mengangguk singkat. Tangannya gemetar saat melepas sarung tangan bedah.

Sebelum aku sempat pergi, ia berbisik nyaris tak terdengar, “Sepertinya kali ini kau yang menang.”

Aku tidak menjawab. Karena aku tak mengerti apa maksudnya.

***

Tiga hari kemudian, aku menerima telepon dari rumah sakit.

Suaranya tegas tapi dingin:

“Pak Arga, kami mohon Anda datang ke bagian administrasi. Ada hal yang perlu dikonfirmasi mengenai izin operasi Ibu Laras.”

Meskipun bingung dan sulit mencerna maksudnya, aku datang dengan tergesa. Di ruang administrasi, petugas menatapku dengan canggung.

“Di formulir ini, Anda tercatat sebagai pihak keluarga utama dan penanggung biaya operasi.”

Aku mengerutkan kening.

“Itu pasti kesalahan. Saya bukan keluarganya.”

Petugas itu menatapku lama. “Tanda tangan di sini milik Anda, bukan?”

Aku menatap kertas itu.

Benar. Itu tanda tanganku. Tapi aku tak pernah menandatanganinya.

***

Aku menemui Dimas di ruang kerjanya. Ia tampak lebih tua sepuluh tahun dari pertemuan terakhir beberapa hari lalu.

“Kenapa aku tercatat sebagai keluarga Laras?” tanyaku langsung.

Ia diam lama. Lalu berkata, lirih,

“Karena aku ingin kamu tahu sesuatu.”

“Apa?”

“Laras sudah tahu semuanya. Tentang kita dulu. Tentang aku yang mencurangimu, memalsukan surat beasiswa supaya dia tak pergi bersamamu.”

Aku terdiam. Rasanya seperti mendengar ledakan, dan tiba-tiba ingatan dari masa lalu yang lama kusimpan terburai kembali.

Dimas melanjutkan, “Sebelum operasi, dia minta satu hal. Kalau terjadi sesuatu padanya, aku harus jujur padamu. Dia bilang hatinya sudah lama milikmu, sejak dulu. Aku cuma orang yang kebetulan menikah dengannya lebih dulu.”

Aku merasa seluruh tubuhku dingin.

“Dan kau menandatangani formulir itu,”

“karena dia ingin kau jadi orang terakhir yang menyelamatkan hidupnya.”

Aku tak tahu harus marah, menangis, atau tertawa.

***

Malamnya, aku menatap lampu kota dari jendela rumah sakit.

Di ruang sebelah, Laras masih terbaring dengan mesin yang berdengung pelan.

Aku berdiri di pintu, tak berani masuk.

Suster berkata Laras sempat sadar beberapa detik pascaoperasi.

Katanya, ia sempat berbisik,

“Terima kasih... akhirnya aku tahu dia pemenangnya.”

Esok paginya, Laras meninggal dunia, jantungnya berhenti tiba-tiba.

Dimas tak muncul di pemakaman.

***

Seminggu kemudian aku menerima amplop tanpa nama.

Isinya hanyalah hasil laporan operasi dan selembar surat kecil, tulisan tangan yang kukenal baik milik Dimas:

“Kau selalu jadi yang kedua, Arga.

Tapi kali ini, izinkan aku kalah agar kau bisa merasa menang, meski hanya sekali.”

Aku membaca surat itu berkali-kali sampai huruf-hurufnya kabur oleh air mata.

Untuk pertama kalinya dalam hidup, aku benci menjadi pemenang.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (5)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Gold
Mansfield Park
Mizan Publishing
Flash
Pemenang Kedua
Hans Wysiwyg
Novel
Secret Geraldine
Sabrina Amalia Azzahra
Novel
Ketika Angka Menjadi Rumah
Jane Lestari
Novel
I STILL LOVE YOU
Ajeng
Novel
GIORA
Salwa Auralyra H
Novel
Edelweiss
Musim semi
Novel
Gold
Kido Vs Yura
Mizan Publishing
Novel
Gold
I'm Fine
Bentang Pustaka
Novel
Secret
Janis Etania
Novel
I Still
Anindita Putri T
Flash
Gula
Nurmala Manurung
Novel
Ochilisious
Aprilia Ningsih
Novel
Bae You
Tata
Novel
Bronze
VIN
Sathya Vahini
Rekomendasi
Flash
Pemenang Kedua
Hans Wysiwyg
Cerpen
Maybe Someday
Hans Wysiwyg
Novel
Stalker Misterius KOZMIC BLUES
Hans Wysiwyg
Flash
Rumina dan Dunia yang Membisu
Hans Wysiwyg
Flash
RUMAH BERTABUR BAN
Hans Wysiwyg
Cerpen
Dua Ruang Rahasia
Hans Wysiwyg
Novel
GARIS TAKDIR TANPA AKHIR
Hans Wysiwyg
Flash
DIA BUKAN MAVERICK
Hans Wysiwyg
Flash
Sebatang Paku
Hans Wysiwyg
Flash
Selebgram Roti Gabin
Hans Wysiwyg
Flash
Jejak Luka, Titik Cinta
Hans Wysiwyg
Cerpen
RUMAH TERAKHIR
Hans Wysiwyg
Cerpen
The Taste of Destiny-Cita Rasa Takdir
Hans Wysiwyg
Flash
Cerita Baper
Hans Wysiwyg
Flash
Heaven Can Wait
Hans Wysiwyg