Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
Gema Piano di Rumah Tua
0
Suka
2,223
Dibaca

Rumah itu berdiri kokoh, namun menyimpan aura misteri yang kuat. Catnya mengelupas di beberapa bagian, taman depannya ditumbuhi rumput liar, dan jendelanya seringai kelam. Namun, yang paling menarik perhatianku adalah suara piano yang kadang terdengar dari dalam rumah itu, terutama di malam hari.

Namaku Elara, seorang pianis muda yang baru saja pindah ke kota kecil ini. Aku mencari ketenangan untuk fokus pada persiapan konser soloku. Rumah tua itu, dengan harga sewa yang murah, menjadi pilihan yang tepat.

Menurut tetangga, rumah itu dulunya milik seorang komposer terkenal bernama Maestro Antonius. Ia hidup menyendiri, jarang berinteraksi dengan orang lain, dan hanya fokus pada musiknya. Namun, suatu malam, Maestro Antonius ditemukan meninggal dunia di depan pianonya. Sejak saat itu, rumah itu kosong dan tidak berpenghuni, hingga akhirnya disewakan.

Awalnya, aku tidak percaya dengan cerita-cerita mistis tentang rumah itu. Aku hanya fokus pada latihanku, mencoba mengabaikan suara-suara aneh yang kadang kudengar di malam hari. Namun, semakin lama aku tinggal di rumah itu, semakin sering aku mendengar suara piano.

Suara piano itu tidak selalu sama. Kadang, terdengar melodi yang indah dan menenangkan. Kadang, terdengar nada-nada yang sumbang dan menakutkan. Kadang, terdengar seperti seseorang sedang bermain piano dengan penuh semangat. Kadang, terdengar seperti seseorang sedang menangis di depan piano.

Aku mulai merasa penasaran. Siapa yang bermain piano di rumah tua ini? Apakah itu hantu Maestro Antonius? Atau ada orang lain yang tinggal di rumah ini secara diam-diam?

Suatu malam, aku memberanikan diri untuk mencari tahu. Aku mengikuti suara piano itu, yang semakin lama semakin jelas. Aku berjalan menuju ruang tamu, di mana piano tua milik Maestro Antonius berada.

Ketika aku membuka pintu ruang tamu, aku melihat seorang gadis kecil duduk di depan piano. Gadis itu mengenakan gaun putih yang lusuh, rambutnya panjang dan berantakan, dan wajahnya pucat pasi.

Gadis itu sedang bermain piano dengan penuh semangat. Ia memainkan sebuah lagu yang indah dan familiar. Aku merasa seperti pernah mendengar lagu itu sebelumnya, namun aku tidak ingat di mana.

Aku terdiam di depan pintu, terpaku melihat gadis itu. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku takut, namun juga penasaran.

Setelah gadis itu selesai bermain piano, ia menoleh ke arahku. Ia tersenyum kepadaku, senyum yang membuat hatiku menghangat.

"Siapa kamu?" tanyaku dengan suara gemetar.

"Namaku Clara," jawab gadis itu dengan suara lembut. "Aku adalah cucu Maestro Antonius."

Aku terkejut mendengar jawaban Clara. "Cucu Maestro Antonius?" tanyaku. "Tapi, bagaimana bisa? Bukankah Maestro Antonius tidak memiliki keluarga?"

Clara tersenyum. "Maestro Antonius memang tidak pernah menikah dan tidak memiliki anak," jawabnya. "Tapi, ia memiliki seorang adik perempuan. Adik perempuannya menikah dan memiliki seorang putri. Putri itu adalah ibuku. Dan aku adalah cucu dari adik perempuan Maestro Antonius."

Clara bercerita bahwa ia sering datang ke rumah tua ini untuk bermain piano. Ia sangat menyukai musik Maestro Antonius, dan ia ingin meneruskan warisan musik kakeknya.

Clara juga bercerita bahwa ia sering merasa kesepian. Ibunya sibuk bekerja, dan ia tidak memiliki teman di kota kecil ini. Ia hanya memiliki piano dan musik Maestro Antonius sebagai teman.

Aku merasa iba dengan Clara. Aku tahu bagaimana rasanya kesepian. Aku juga pernah merasakan hal yang sama ketika aku masih kecil.

Aku memutuskan untuk berteman dengan Clara. Aku mengajak Clara untuk bermain piano bersamaku, belajar musik bersamaku, dan berbagi cerita bersamaku.

Clara sangat senang dengan ajakanku. Ia merasa tidak lagi kesepian. Ia merasa memiliki teman yang bisa memahaminya dan mendukungnya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
Gema Piano di Rumah Tua
Lukitokarya
Komik
AdVentuRama
khusnul rahmawati
Flash
Bronze
BANDEL
Onet Adithia Rizlan
Cerpen
Miran
Doddy Rakhmat
Cerpen
Bronze
Dravoryans: Kota Goblin, Monumen Es, dan Ranjau yang Dilupakan
Darian Reve
Cerpen
Bertahan Hidup Dengan Yang Termurah
cahyo laras
Flash
Bronze
Ani-Ani Potong Padi
Silvarani
Cerpen
Pulang
hyu
Cerpen
Parfum Pheromon Beraroma Mistis
cahyo laras
Cerpen
Bronze
Mbah Google vs Mbah Dukun
Danica Nathanian
Flash
Pilot
Andriyana
Flash
BANGSAWAN Nggak bisa donor darah
Heru Sandy
Flash
Bronze
Malang pertamanya
Reda Rendha Deviasri
Flash
SEMUA KARENA UJIAN SEMESTER
Aston V. Simbolon
Flash
Kesabaran Sang Sosialita
Freya
Rekomendasi
Flash
Gema Piano di Rumah Tua
Lukitokarya
Cerpen
Aroma Kayu Manis di November Kelabu
Lukitokarya
Flash
Simfoni Bunga Es di Istana Kristal
Lukitokarya
Flash
bisikan hati di balik topeng
Lukitokarya
Flash
Cubitan Manja Sang Primadona
Lukitokarya
Flash
senandung rindu di balik panggung
Lukitokarya
Flash
Cahaya memudar di lantai
Lukitokarya
Flash
Tentang kita
Lukitokarya
Cerpen
Lukisan Senja di Balik Jendela
Lukitokarya
Flash
Hati mu di layar
Lukitokarya
Cerpen
Lentera di Ujung Lorong
Lukitokarya
Cerpen
Senja di tepi danau
Lukitokarya
Cerpen
Sebuah Catatan Galau
Lukitokarya
Flash
Surat dari masa lalu
Lukitokarya
Flash
Debu cinta di barang antik ,strategi hati yang terencana
Lukitokarya