Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
Gema Piano di Rumah Tua
0
Suka
4,951
Dibaca

Rumah itu berdiri kokoh, namun menyimpan aura misteri yang kuat. Catnya mengelupas di beberapa bagian, taman depannya ditumbuhi rumput liar, dan jendelanya seringai kelam. Namun, yang paling menarik perhatianku adalah suara piano yang kadang terdengar dari dalam rumah itu, terutama di malam hari.

Namaku Elara, seorang pianis muda yang baru saja pindah ke kota kecil ini. Aku mencari ketenangan untuk fokus pada persiapan konser soloku. Rumah tua itu, dengan harga sewa yang murah, menjadi pilihan yang tepat.

Menurut tetangga, rumah itu dulunya milik seorang komposer terkenal bernama Maestro Antonius. Ia hidup menyendiri, jarang berinteraksi dengan orang lain, dan hanya fokus pada musiknya. Namun, suatu malam, Maestro Antonius ditemukan meninggal dunia di depan pianonya. Sejak saat itu, rumah itu kosong dan tidak berpenghuni, hingga akhirnya disewakan.

Awalnya, aku tidak percaya dengan cerita-cerita mistis tentang rumah itu. Aku hanya fokus pada latihanku, mencoba mengabaikan suara-suara aneh yang kadang kudengar di malam hari. Namun, semakin lama aku tinggal di rumah itu, semakin sering aku mendengar suara piano.

Suara piano itu tidak selalu sama. Kadang, terdengar melodi yang indah dan menenangkan. Kadang, terdengar nada-nada yang sumbang dan menakutkan. Kadang, terdengar seperti seseorang sedang bermain piano dengan penuh semangat. Kadang, terdengar seperti seseorang sedang menangis di depan piano.

Aku mulai merasa penasaran. Siapa yang bermain piano di rumah tua ini? Apakah itu hantu Maestro Antonius? Atau ada orang lain yang tinggal di rumah ini secara diam-diam?

Suatu malam, aku memberanikan diri untuk mencari tahu. Aku mengikuti suara piano itu, yang semakin lama semakin jelas. Aku berjalan menuju ruang tamu, di mana piano tua milik Maestro Antonius berada.

Ketika aku membuka pintu ruang tamu, aku melihat seorang gadis kecil duduk di depan piano. Gadis itu mengenakan gaun putih yang lusuh, rambutnya panjang dan berantakan, dan wajahnya pucat pasi.

Gadis itu sedang bermain piano dengan penuh semangat. Ia memainkan sebuah lagu yang indah dan familiar. Aku merasa seperti pernah mendengar lagu itu sebelumnya, namun aku tidak ingat di mana.

Aku terdiam di depan pintu, terpaku melihat gadis itu. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku takut, namun juga penasaran.

Setelah gadis itu selesai bermain piano, ia menoleh ke arahku. Ia tersenyum kepadaku, senyum yang membuat hatiku menghangat.

"Siapa kamu?" tanyaku dengan suara gemetar.

"Namaku Clara," jawab gadis itu dengan suara lembut. "Aku adalah cucu Maestro Antonius."

Aku terkejut mendengar jawaban Clara. "Cucu Maestro Antonius?" tanyaku. "Tapi, bagaimana bisa? Bukankah Maestro Antonius tidak memiliki keluarga?"

Clara tersenyum. "Maestro Antonius memang tidak pernah menikah dan tidak memiliki anak," jawabnya. "Tapi, ia memiliki seorang adik perempuan. Adik perempuannya menikah dan memiliki seorang putri. Putri itu adalah ibuku. Dan aku adalah cucu dari adik perempuan Maestro Antonius."

Clara bercerita bahwa ia sering datang ke rumah tua ini untuk bermain piano. Ia sangat menyukai musik Maestro Antonius, dan ia ingin meneruskan warisan musik kakeknya.

Clara juga bercerita bahwa ia sering merasa kesepian. Ibunya sibuk bekerja, dan ia tidak memiliki teman di kota kecil ini. Ia hanya memiliki piano dan musik Maestro Antonius sebagai teman.

Aku merasa iba dengan Clara. Aku tahu bagaimana rasanya kesepian. Aku juga pernah merasakan hal yang sama ketika aku masih kecil.

Aku memutuskan untuk berteman dengan Clara. Aku mengajak Clara untuk bermain piano bersamaku, belajar musik bersamaku, dan berbagi cerita bersamaku.

Clara sangat senang dengan ajakanku. Ia merasa tidak lagi kesepian. Ia merasa memiliki teman yang bisa memahaminya dan mendukungnya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
Gema Piano di Rumah Tua
Lukitokarya
Flash
Bronze
Ngabuburit ke Bioskop
Rere Valencia
Flash
Dodo
Seirene🍀
Flash
BISKUIT COKELAT Pengganti Utang
Yooni SRi
Cerpen
Strange Day
129_
Flash
Bronze
Sang Diva
Rere Valencia
Flash
Amit-amit
Cano
Flash
Kado Ter Epik Untuk Joko
Rainzanov
Cerpen
Tahan Tawa Saat Boss Besar Jadi Meme Bergerak
cahyo laras
Flash
Bronze
Ketemu Mantan di Warteg
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Sepatu Mangap di Marathon 10k
cahyo laras
Cerpen
Me Vs Perokok Idiot!!!
cahyo laras
Cerpen
Gagal Jadi Perokok
cahyo laras
Komik
Banana Tree (Oneshot)
Naufal Abdillah
Flash
Perguruan Silat
Nunik Farida
Rekomendasi
Flash
Gema Piano di Rumah Tua
Lukitokarya
Flash
Bidadari Penjaga Hutan Terlarang
Lukitokarya
Flash
JEJAK CAHAYA LUKITO
Lukitokarya
Cerpen
Payung Usang dan Tawa di Hujan
Lukitokarya
Cerpen
Pengorbanan Janda
Lukitokarya
Cerpen
Harmoni di Balik Pagar
Lukitokarya
Flash
Di Balik Jaket Hijau
Lukitokarya
Flash
Melodi yang Hilang di Kota Tua
Lukitokarya
Cerpen
BELAJAR DARI LUKA
Lukitokarya
Cerpen
Aroma Kayu Manis di November Kelabu
Lukitokarya
Cerpen
SANG ADIPATI YANG MENYAMAR SEBAGAI PETANI
Lukitokarya
Flash
Hati mu di layar
Lukitokarya
Cerpen
Kota yang Kehilangan Hari Senin
Lukitokarya
Flash
Di Puncak Bukit, Ada Rahasia
Lukitokarya
Cerpen
Sebuah Catatan Galau
Lukitokarya