Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Anjangsana
12
Suka
28,149
Dibaca

"Permisi, Pak. Izin bertanya. Bilik milik Edgar di mana ya, Pak?" sapa Okky kepada pria paruh baya yang terlihat sedang membersihkan biliknya.

"Edgar siapa ya, Mbak? Ada tiga soalnya di sini," sahut lelaki botak tersebut.

"Edgar Hamdani, Pak. Putranya pak Harjo Suwiryo, dulu pemilik perkebunan salak, Pak. Bapak tahu?" tanya Okky kepada pria tersebut.

"Oh, kalau itu pasti tahu. Pak Harjo Suwiryo itu salah satu investor pembangunan kompleks ini, Mbak. Anda lurus saja lewat lorong ini. Nanti ada lorong yang kedua, belok kiri. Setelah itu belok kanan sampai mentok, baru belok kiri lagi. Bilik keempat dari ujung, Mbak," beber pria tersebut kepada Okky.

"Baik, Pak. Terima kasih atas informasinya!" ucap Okky kepada pria tersebut sembari menyematkan senyuman.

Okky segera melanjutkan perjalanannya. Dia tidak ingin pulang terlalu larut, karena pasti akan menimbulkan pertanyaan dari orang rumah, mengingat Edgar adalah mantan kekasihnya. Mulanya Edgar adalah dosen di fakultas seni tempat Okky menempuh pendidikan. Meskipun usia mereka terpaut sepuluh tahun, tak disangka benih-benih cinta tumbuh di antara mereka. Namun, kisah cinta itu tidak berakhir bahagia. Tentu saja.

Okky menghitung empat bilik dari ujung, lalu segera mengetuk bilik yang dihiasi relief burung merak tersebut. Dia terkejut begitu mendapati yang keluar adalah wanita cantik yang mengenakan gamis dan pasmina putih. Samar-samar tercium wangi kayu oud dan terdengar suara musik dari dalam bilik.

"Don Giovanni?" tanya Okky sebagai refleks.

"Iya, Mbak. Musik favorit saya dari Mozart." Senyum wanita itu seperti oase di tengah gurun.

"Eh, maaf. Apakah benar ini biliknya Edgar Hamdani?" Okky salah tingkah.

"Maaf, Mbak. Sudah pindah, Mas Edgar-nya," jawab wanita tersebut.

"Pindah lagi, Mbak?" tanya Okky kembali.

"Iya, Mbak. Itu, nanti anda lurus saja ke selatan. Nanti sebelum ada lorong yang mengarah ke kiri ada bilik nomor 614," jelas wanita tersebut tanpa diminta. Okky segera berterima kasih dan menuju bilik Edgar. 

Dahulu, ketika keluarga Edgar tidak merestui hubungannya dengan Okky, mereka memilih untuk menjalin hubungan secara sembunyi-sembunyi. Namun, kedok mereka akhirnya terbongkar, sehingga orang tua Edgar memisahkannya jauh dari Okky. Kisah cinta antara guru-murid memang tidak akan pernah berujung bahagia, seperti kisah Heloise dan Abelard.

Setelah beberapa tahun, kini Okky berani menyambangi Edgar kembali. Walaupun sekadar menyapa dan membawakan makanan favoritnya. Tidak lama memang, karena Okky harus pulang sebelum gelap. Meskipun di kompleks permakaman Sasono Loyo ini penghuninya ramah-ramah, dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada keluarganya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (5)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Bronze
Dinikahi Bocah Tengil
Nilam Cayo
Novel
Charlie and Millie
Farah Maulida
Flash
Anjangsana
Matrioska
Novel
Gold
To Be Lovezone (Snackbook)
Bentang Pustaka
Novel
A Month With Margo
Heru Dikara Pramono
Novel
Nineteen point Ten
Ropha Locera
Novel
SEPASANG BAYANGAN
Genoveva Dian Uning
Novel
Panggil Aku MONA!
Umi Ghani
Novel
On The Way With You
ika nana
Cerpen
Bronze
Pendengar Setia
Sulistiyo Suparno
Novel
When I Fall in Love
Fani Fujisaki
Novel
Bronze
Don't Look At Me
Riris WN
Novel
Rama Bersama Kenangan
Denisa Sal Sabila
Novel
Aku Mencintaimu, Tapi (tak) Bisa
Rara
Novel
Kala Bulan dan Fajar
el tsuki
Rekomendasi
Flash
Anjangsana
Matrioska
Flash
Isyarat Alam
Matrioska
Skrip Film
Pirau
Matrioska
Flash
Titisan Dewi Sri
Matrioska
Flash
Nir-Fana
Matrioska
Flash
Sebuah Ritual Pemanggilan
Matrioska
Flash
Suspicious Boyfriend
Matrioska
Flash
The Descendant of Murderer
Matrioska