Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Aksi
Sunyi
1
Suka
3,253
Dibaca

Setiap pagi aku menulis surat.

Hanya satu kalimat, penek, tanpa alamat: "Apakah Kau masih di sana?" Kertasnya selalu kutaruh di jendela, menunggu cahaya pertama menyentuhnya. Tapi setiap kali matahari naik, tinta itu menghilang. Kosong. Seolah waktu menolah menjadi perantara antara aku dan apa pun yang kusebut Tuhan.

Kadang aku menulis lebih keras, menekan pena sampai menembus serat kertas. Tapi hasilnya sama. Huruf-hurus lenyap, meninggalkan bekas goresan tanpa makna. Seperti doa yang tersangkut di tenggorokan, menggantung di udara tanpa pernah jatuh.

Di luar, dunia masih berputar: suara, perang, kota yang tak henti berkedip. Di dalam, aku hanya duduk, memandangi lembar kosong itu, menunggu tanda yang tak datang.

Mungkin Tuhan sudah berpindah frekuensi. Mungkin Ia bersembunyi di antara gelombang, atau di dalam abu di dindingku, menatap balik dalam diam. Atau mungkin, Ia memang tak pernah di sana, selain di setiap kata yang hilang sebelum sempat kubaca keras-keras.

Aku menulis sekali lagi.

Kali ini tanpa pertanyaan. Tanpa nama.

Hanya garis hitam yang perlahan larut ke putih.

Dan untuk pertama kalinya, aku tidak menunggu jawaban.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Flash
Sunyi
A. R. Tawira
Flash
Yang tak nyata
Suyanti
Cerpen
Paradoks
Varenyni
Flash
Ranah Jaya
Keita Puspa
Flash
Mangue-ku Mangrove
Khairunnisa
Flash
Terbuka
Mahmud
Novel
Bronze
Queen Of Mafia
Kakco
Novel
Bronze
Kiwi Berlumuran Cokelat Beku
Gia Oro
Novel
Bronze
Adiwira: Invasi dari Bintang Viperos
Jun Prakoso
Flash
Amongst Laughters
Adinda Amalia
Novel
Bronze
Sang Pembangkang
Deianeira
Novel
Sang Petarung
Zulfan Fauzi
Flash
November di Kedai Usang
Lukitokarya
Flash
Bronze
Plugeon
Okhie vellino erianto
Flash
Bronze
Desa Istri
Silvarani
Rekomendasi
Flash
Sunyi
A. R. Tawira
Flash
"Jangan di Dalam"
A. R. Tawira
Cerpen
Kereta Yang Tak Pernah Bergerak: Manual untuk Penderitaan Modern
A. R. Tawira
Flash
Bising
A. R. Tawira
Cerpen
Di Antara Kita, Kota Diam
A. R. Tawira
Flash
Potongan-Potongan yang Tersisa
A. R. Tawira
Cerpen
Nada yang Tersisa di Jalan Melati
A. R. Tawira
Cerpen
Kota Yang Tak Pernah Subuh
A. R. Tawira
Flash
Amarah
A. R. Tawira
Cerpen
Sisa Kopi di Meja Tengah
A. R. Tawira
Cerpen
Di Balik Jendela yang Tak Pernah Dibuka
A. R. Tawira
Flash
Abu
A. R. Tawira
Cerpen
Suara di Kamar 304
A. R. Tawira