Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Abu
1
Suka
10,908
Dibaca

Aku berhenti menyalakan berita.

Sekarang yang kudengar hanyalah bunyi api. Kecil, rakus, memakan kanvas satu per satu. Cat yang dulu kupilih dengan hati-hati meleleh, menetes seperti ingatan yang menolak padam. Bau terbakar memenuhi ruangan; campuran antara minyak, arang, dan sesuatu yang terasa terlalu mirip dengan daging.

Aku menatap abu itu lama-lama.

Di sana, semua wajah yang pernah kucoba lukis lenyap. Semua bentuk tubuh yang kuciptakan untuk disebut aku pun hilang.

Dan entah dari dorongan apa, tanganku bergerak lagi.

Kujadikan abu itu cat baru.

Jari-jari hitamku menari di atas dinding kosong, menggambar sesuatu yang tak bisa kusebut indah atau jelek. Hanya bentuk tanpa identitas—berdenyut samar, seolah bernafas.

Aku sadar, aku sedang melukis diriku lagi.

Tapi kali ini, tanpa wajah. Tanpa nama.

Hanya bayangan yang menempel di dinding seperti sisa asap yang enggan hilang.

Mungkin begini caranya tubuh mencari cara lain untuk bicara. Ketika suara sudah terbakar, ketika nama sendiri terasa asing.

Dan di tengah bau arang yang kental, aku tersenyum kecil.

Karena ternyata, bahkan saat mencoba lenyap, aku tetap meninggalkan sesuatu:

"bekas panas di udara."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Ketika Tidak Berjalan Dengan Semestinya
tirmlk
Novel
Sebelum Dia Hilang, Berubah Jadi Kenangan
mahes.varaa
Skrip Film
When You are Grade 12
Atmara
Flash
Lelaki dalam Mimpi
Rina F Ryanie
Flash
Kekosongan si Bungsu
Musrifah Anjali
Flash
Cerita di Malam itu
Karla SB
Flash
Bronze
Ide-Ide Pak Edi
Sulistiyo Suparno
Flash
Abu
A. R. Tawira
Flash
SANIA
Siti Sarah Madani
Flash
Bronze
Mimpi yang Tercerai
Glorizna Riza
Cerpen
WRAPPED IN DEBT
Khilqy Salsabila
Novel
Refaleo
Ndiejpank
Novel
Wallpaper
Rizky Brawijaya
Flash
Bukan yang Terbaik
Rilaiqaza
Flash
10 Days Without Permission
lidia afrianti
Rekomendasi
Flash
Abu
A. R. Tawira
Flash
Sunyi
A. R. Tawira
Cerpen
Kota Yang Tak Pernah Subuh
A. R. Tawira
Cerpen
Di Antara Kita, Kota Diam
A. R. Tawira
Flash
Bising
A. R. Tawira
Cerpen
Suara di Kamar 304
A. R. Tawira
Flash
Amarah
A. R. Tawira
Flash
Potongan-Potongan yang Tersisa
A. R. Tawira
Cerpen
Kereta Yang Tak Pernah Bergerak: Manual untuk Penderitaan Modern
A. R. Tawira
Cerpen
Di Balik Jendela yang Tak Pernah Dibuka
A. R. Tawira
Cerpen
Nada yang Tersisa di Jalan Melati
A. R. Tawira
Cerpen
Sisa Kopi di Meja Tengah
A. R. Tawira
Flash
"Jangan di Dalam"
A. R. Tawira