Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
PETELOT (PENSIL / INDO)
13
Suka
15,888
Dibaca

Kusuma menarik bukunya yang ditindih sikunya Beni. Mencari-cari. "Liat pensilku nggak?"

"Nggak." Beni menyahut singkat. Cuek. Lalu sibuk membuka tas punggungnya. "Kamu gimana sama cewek kelas XII IPA itu?"

"Siapa?" Kusuma masih tetap sibuk mencari pensilnya.

"Siapa itu? Warni, ya?"

"Mawar!"

"Lha, iya. Mawarni."

Kusuma baru saja membuka mulut mau menanggapi. Beni malah buru-buru angkat jari.

"Sudah. Diam. Nggak usah kebanyakan alasan! Seluas-luasnya hutan, masih luas alasanmu, Bray."

"Siapa yang tanya, siapa yang jawab," Kusuma menggumam.

Dia kembali fokus mencari pensilnya. Sedang Beni kembali sibuk mengaduk-aduk tas punggungnya sampai wajahnya menempel di lubang tas. Kusuma yang melihat kelakuan Beni, malah jadi curiga.

"Eh! Pensilku kamu yang sembunyikan, ya?"

"Bibirmu ndower! Nggak! Aku lho punya pensil sendiri," kata Beni menoleh sebentar. Terus kembali mengaduk tasnya lagi.

"Lha, terus? Kamu bawa apa?" Kusuma menarik tas temannya. Ingin tahu.

"Adalah! Orang kok kepoan!"

Kusuma malah jadi jengkel. Karena itu, dia langsung memasukkan kepala Beni ke dalam tas. Beni jadi kelabakan. Tangannya mengepak-ngepak seperti itik minta ehem-ehem.

Pas bangku yang mereka duduki mau ambruk, Kusuma buru-buru berdiri. Tapi sial. Beni meraih tangannya, lalu jadilah jatuh bersamaan. Dua orang itu kelesotan di lantai, kesusahan bangkit.

Beni melepas tas dari kepalanya sehingga isinya berserakan. Terutama remahan rengginang yang berhamburan. Rambut dan wajahnya juga tidak kurang awut-awutan. Karena jengkel, Beni langsung langsung ngacak-ngacak Kusuma tanpa ampun.

Tepat waktu itu, ada Wulan yang melihat kelakuan keduanya sambil melongo.

"Sebenarnya apa tidak suka perempuan, lho!" kata Wulan semaunya sambil meletakkan pensil Kusuma di meja.

Kusuma dan Beni sama-sama melongo. Sama-sama pula mengawasi pensil yang ada di atas meja.

"Kambing gimbaalll!"

Wulan berlari kabur.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (3)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
PETELOT (PENSIL / INDO)
Call Me W
Flash
Bronze
Midnight Market Kolong Jembatan
Silvarani
Flash
Cerita-cerita Lucu
R.Blodot
Flash
Bronze
Penjual Cat Silver Manusia Silver
Silvarani
Flash
Bronze
Nikmati Saja Hidup, Jangan Dilawan
Ari S. Effendy
Flash
Bronze
Bong Li Mei
Onet Adithia Rizlan
Flash
Bronze
Kamis Oke
Arif Holy
Flash
Bronze
Kiri, Bang!
Reyan Bewinda
Flash
ZONK (SAKIT BANGET)
TUDI NURYANTO
Cerpen
Standar Kenyang Indonesia
Rie Yanti
Flash
Menjadi Gagal Pun Masih Gagal
T. Filla
Flash
Bronze
Kalau Jam Bisa Ngomong...
Shabrina Farha Nisa
Flash
Bronze
Sosok Menyeramkan
Rere Valencia
Flash
Bom
Rahma Nanda Sri Wahyuni
Flash
Bronze
Brandal yang tersakiti
penulis kacangan
Rekomendasi
Flash
PETELOT (PENSIL / INDO)
Call Me W
Flash
Kopi & Gorengan
Call Me W
Flash
BUJANGAN BAJINGAN
Call Me W
Flash
Kalau Bukan Jodoh
Call Me W
Flash
SUARA LEBAH
Call Me W
Flash
SHAMPOO
Call Me W
Cerpen
Modus Operandi
Call Me W
Novel
Bronze
Sang Penyihir
Call Me W
Flash
MUSTIKA ULAR
Call Me W
Flash
PETELOT (Jawa)
Call Me W
Flash
KADO TERBAIK
Call Me W
Flash
PONSEL
Call Me W
Flash
CERMIN ANTIK
Call Me W