Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
A Story Never Told
0
Suka
688
Dibaca

Tiba-tiba teringat sebuah tahapan terakhir dari menyukai seseorang, itu hal yang seharusnya bisa ditebak semua orang yang mengalaminya. Diriku yang dulu mungkin sama sekali tidak bisa menangkap hal itu, tapi karena orang menyebalkan di depan sana aku tersadar.

Itu adalah sakit hati.

Aku mengerti, dia bebas mengizinkan orang lain masuk ke dunianya, siapa saja boleh tertarik padanya, dan siapa saja bisa mendekatinya. Tapi, kenapa dia juga tidak memberiku akses ke dunianya seperti yang lain?

Orang lain bebas mendekatinya, sedangkan diriku tidak.

‘Aku menyukaimu.’

Ingin kukatakan itu dengan lantang dan membuatnya menyadari posisiku. Aku berada di sudut yang tidak bisa dia lihat, namun dari sudut itu, aku telah melihatnya berjuta kali. Setiap hari, aku berjalan dengan harapan dia bisa menyadari itu. Aku sedang tersenyum dalam posisiku, dan sedang memandangnya.

“Oh, kalian mau ke mana?”

Itu Rumi dan Faidam, sedang berdiri di antara ‘orang menyebalkan’ itu dengan beberapa tas besar di tangan mereka−yang kupastikan berisi pakaian.

“Mau ke Gramed nih, kalau kalian?”

“Ini mau pulang, kebetulan keluarga Friski jemput, jadi aku sama Rumi ikutan saja.”

Faidam menurutku yang paling menempel, Rumi biasa-biasa saja, tapi kehadirannya justru yang paling bikin was-was. Kenapa cemburu datang di saat seperti ini sih?

Rasanya oksigen di lorong asrama kian menipis, aku lantas menyenggol lengan Sania agar dia tersadar dan berhenti mengobrol dengan Faidam. Ini bisa jadi masalah jika aku berlama-lama di tempat yang sama dengan orang itu, apalagi dengan dua perempuan itu yang selalu di sisinya, rasanya pengen muntah karena perasaan tidak nyaman yang merajalela.

Apa-apaan rasa gugup yang tiba-tiba muncul hanya karena melihat wajahnya? Tidak masuk akal.

‘Aku ingin menangis. Kenapa dia keren sekali?’

“Ya udah, kami duluan ya.”

“Yoi.”

***

Kejadian 6 tahun lalu memang cukup mengiris hati, dan meski belum bisa menjadi versi terbaik dari diriku, setidaknya aku sudah menemukan cara untuk mengisi potongan puzzle yang hilang.

“Jawab soal ini coba?”

Mendengar itu, menerornya dengan tatapan ngeri adalah pilihan terbaik, “Nggak, saya nggak mau jawab. Nggak mau mikir. Pertanyaanmu susah begitu.”

“Soal segampang ini kau bilang susah? Lagian, umurmu berapa sekarang, masih saja buruk dalam matematika?”

“Tahu tidak? Tidak ada yang salah denganku. Saya paling 'oke' kalau tidak ada yang ganggu. Jadi, apa hubungannya umur sama nggak bisa matematika, hm?”

Bukannya lari, dia malah menerima pukulanku−yang memang tidak seberapa.

“Kenapa senyum?” Tanyaku.

“Orang senyum karena bahagia.”

“Bahagia sama-?”

“Hm.” Dia memegang tanganku, memainkan ibu jarinya ke kanan dan ke kiri, lalu menatapku lama.

“ ... karena kau orang yang sederhana dan lucu, aku bisa membahas hal tak masuk akal denganmu ... seharian.”

“Dasar aneh, lucu dari mana? Dan! Dari mana kau mengutip itu?”

“Entahlah, mungkin novel, atau ... webtoon?”

Sepertinya obrolan ini tidak akan berakhir sampai dia menyerah−karena aku tidak berniat mengalah.

Perasaan musim semi tahun itu memang tidak tersampaikan dengan baik, tapi karena telah menemukan seseorang yang lebih kusukai, musim semi yang menyedihkan itu jadi tidak ada apa-apanya.

Rasanya nol, begitu saja.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Gold
My Ice Boy
Bentang Pustaka
Novel
Bronze
Displacement
Noera Ilyana
Flash
A Story Never Told
Giulian
Flash
Warna pipimu Saat itu
lilla safira alhasanah
Novel
SENATA
dreamer
Novel
Bronze
Wedding Terror
Ratna Aleefa
Novel
We Don't Just Break
Anisa Rahayu
Novel
Bronze
Cinta yang Tepat, Datang Terlambat
Galih Aditya
Novel
Bumantara
Nuel Lubis
Novel
Bronze
Aku, Hujan, dan Pelangi
YourLittleFireFly
Novel
Bronze
ADARA
Sekar Pangastuti
Skrip Film
Rupa Rasa (Script)
heriwidianto
Novel
Bronze
CINTA 18 HARI
Dezzi Echi
Novel
Bronze
Menjemput Cinta yang Tertunda
Yosi Hanr
Novel
Bronze
Bad Liar (Cinta Sang Mafia)
Imajindah
Rekomendasi
Flash
A Story Never Told
Giulian
Novel
Their Encounter
Giulian
Flash
Dear, Hmm.
Giulian
Novel
Hidden
Giulian