Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
A Story Never Told
0
Suka
158
Dibaca

Tiba-tiba teringat sebuah tahapan terakhir dari menyukai seseorang, itu hal yang seharusnya bisa ditebak semua orang yang mengalaminya. Diriku yang dulu mungkin sama sekali tidak bisa menangkap hal itu, tapi karena orang menyebalkan di depan sana aku tersadar.

Itu adalah sakit hati.

Aku mengerti, dia bebas mengizinkan orang lain masuk ke dunianya, siapa saja boleh tertarik padanya, dan siapa saja bisa mendekatinya. Tapi, kenapa dia juga tidak memberiku akses ke dunianya seperti yang lain?

Orang lain bebas mendekatinya, sedangkan diriku tidak.

‘Aku menyukaimu.’

Ingin kukatakan itu dengan lantang dan membuatnya menyadari posisiku. Aku berada di sudut yang tidak bisa dia lihat, namun dari sudut itu, aku telah melihatnya berjuta kali. Setiap hari, aku berjalan dengan harapan dia bisa menyadari itu. Aku sedang tersenyum dalam posisiku, dan sedang memandangnya.

“Oh, kalian mau ke mana?”

Itu Rumi dan Faidam, sedang berdiri di antara ‘orang menyebalkan’ itu dengan beberapa tas besar di tangan mereka−yang kupastikan berisi pakaian.

“Mau ke Gramed nih, kalau kalian?”

“Ini mau pulang, kebetulan keluarga Friski jemput, jadi aku sama Rumi ikutan saja.”

Faidam menurutku yang paling menempel, Rumi biasa-biasa saja, tapi kehadirannya justru yang paling bikin was-was. Kenapa cemburu datang di saat seperti ini sih?

Rasanya oksigen di lorong asrama kian menipis, aku lantas menyenggol lengan Sania agar dia tersadar dan berhenti mengobrol dengan Faidam. Ini bisa jadi masalah jika aku berlama-lama di tempat yang sama dengan orang itu, apalagi dengan dua perempuan itu yang selalu di sisinya, rasanya pengen muntah karena perasaan tidak nyaman yang merajalela.

Apa-apaan rasa gugup yang tiba-tiba muncul hanya karena melihat wajahnya? Tidak masuk akal.

‘Aku ingin menangis. Kenapa dia keren sekali?’

“Ya udah, kami duluan ya.”

“Yoi.”

***

Kejadian 6 tahun lalu memang cukup mengiris hati, dan meski belum bisa menjadi versi terbaik dari diriku, setidaknya aku sudah menemukan cara untuk mengisi potongan puzzle yang hilang.

“Jawab soal ini coba?”

Mendengar itu, menerornya dengan tatapan ngeri adalah pilihan terbaik, “Nggak, saya nggak mau jawab. Nggak mau mikir. Pertanyaanmu susah begitu.”

“Soal segampang ini kau bilang susah? Lagian, umurmu berapa sekarang, masih saja buruk dalam matematika?”

“Tahu tidak? Tidak ada yang salah denganku. Saya paling 'oke' kalau tidak ada yang ganggu. Jadi, apa hubungannya umur sama nggak bisa matematika, hm?”

Bukannya lari, dia malah menerima pukulanku−yang memang tidak seberapa.

“Kenapa senyum?” Tanyaku.

“Orang senyum karena bahagia.”

“Bahagia sama-?”

“Hm.” Dia memegang tanganku, memainkan ibu jarinya ke kanan dan ke kiri, lalu menatapku lama.

“ ... karena kau orang yang sederhana dan lucu, aku bisa membahas hal tak masuk akal denganmu ... seharian.”

“Dasar aneh, lucu dari mana? Dan! Dari mana kau mengutip itu?”

“Entahlah, mungkin novel, atau ... webtoon?”

Sepertinya obrolan ini tidak akan berakhir sampai dia menyerah−karena aku tidak berniat mengalah.

Perasaan musim semi tahun itu memang tidak tersampaikan dengan baik, tapi karena telah menemukan seseorang yang lebih kusukai, musim semi yang menyedihkan itu jadi tidak ada apa-apanya.

Rasanya nol, begitu saja.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Di Tepi Telaga
Marlina Permatasari
Flash
A Story Never Told
Giulian
Novel
Gold
Paquita dan Pangeran Bianglala: Bagaimana Jika Kamu Tahu Jodohmu di Masa Depan?
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
Jomblo yang Sok Cassanova
Nuel Lubis
Novel
B A L I A
Wulansaf
Novel
The Innocent of Us
Lenny
Novel
Semestanya Arutala
Denting Piano
Skrip Film
NASKAH YANG TIDAK PERNAH SELESAI
Maulana Azhar
Flash
Bronze
Kursi Kosong di Perpustakaan
Risti Windri Pabendan
Novel
Gold
Iris
Bentang Pustaka
Novel
A Star Between Us
Pojin Marble
Novel
Bronze
Second Lead
Elhassaries
Flash
Selesai
Elvira R
Flash
Bronze
Ditemani Pagi (Membicarakan Adam 2)
Silvarani
Novel
Gold
THE VISUAL ART OF LOVE
Mizan Publishing
Rekomendasi
Flash
A Story Never Told
Giulian
Novel
Their Encounter
Giulian
Flash
Dear, Hmm.
Giulian
Novel
Hidden
Giulian