Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Self Improvement
Mawar yang Tak Menyadari Durinya
0
Suka
3,712
Dibaca

Sekuntum mawar tumbuh di taman yang gersang. Merah menyala, menegakkan keindahan seperti mahkota permata. Duri-durinya berkilat halus. Tajam, tetapi tak pernah ia sadari. Ia berdiri paling tinggi di antara rerumputan. Merasa dirinya gerbang cahaya, tempat sinar meniti jalan sebelum menyentuh bumi.

“Aku adalah sang penguasa. Setiap kelopakku adalah kebenaran,” katanya setiap pagi, saat embun masih menunduk di ujung daun. “Tanah memberiku tempat. Matahari memberiku cahaya. Tanpaku, tak akan ada kehangatan yang sampai pada kalian.”

Rumput-rumput di sekitarnya hanya diam. Mereka tahu keindahan mawar memang nyata. Akan tetapi, durinya merekah lebih cepat daripada kelopaknya. Setiap kali angin datang membawa nasihat, mawar berdesir angkuh.

“Jangan ajari aku tentang hidup!” hardiknya. “Aku sudah mekar sempurna.”

Ketika angin pergi, mawar diam-diam mengumpulkan daun-daun kering. Ia takut layu. Ia takut kehilangan tatapan kumbang, tepuk kagum kupu-kupu, dan mata manusia yang memujanya. Maka dari itu, ia mulai menebarkan aroma yang lain. Bukan wangi, melainkan tipu daya.

Ia berkata pada bunga-bunga di ujung bahwa matahari lebih sayang padanya, bahwa rumput-rumput iri, bahwa embun yang singgah di kelopaknya adalah tanda cinta langit. Ia mengukir cerita palsu, mengadu semua rasa semu agar yang lain terus rendah diri.

Bunga-bunga itu memilih pergi. Mawar tersenyum puas sambil membusungkan batang.

“Lihat,” ujarnya, “mereka pergi karena tak sanggup menandingi kecantikanku. Mereka menanggung malu karena tak berhasil menyingkirkanku.”

Lalu, datanglah hujan yang lama. Deras, dingin, dan jujur.

Air menembus tanah, mengurai akar yang mulai busuk. Genangan kecil menyatu, membentuk cermin yang bening.

Burung-burung tak lagi menoleh. Angin menerpa tanpa menyapa.

Mawar kesal. Ia merasa diabaikan. Ia menuduh penghuni taman berkonspirasi untuk membencinya.

Ia lantas melihat pantulan dirinya. Kelopak yang dulu bekilau, kini berwarna pucat. Aroma wangi yang memikat berubah menjadi getir yang menyengat.

Namun, bahkan dalam sepi, ia tak mau mengakui kesalahannya. Ia menatap rumput yang kembali hijau dengan sorot mendendam.

“Kalian pasti sengaja menyerap semua kesegaranku, kemudian membuat fitnah tentangku,” cercanya. “Taman ini tidak adil. Semuanya dengki padaku. Semuanya tak tahu berterima kasih.”

Ketika hujan reda, mawar menepuk-nepuk tanah. Ia mencoba membangun fondasi yang lebih kuat. Ia berikrar tak akan lagi membagi sinar pada yang lain.

Ia tetap percaya diri bahwa dirinya gerbang cahaya. Padahal, ia telah merampas tempat yang bukan miliknya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Self Improvement
Flash
Mawar yang Tak Menyadari Durinya
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Move On, Siapa Takut!
Ryanti Ludith
Cerpen
Get Rich Overnight
Rizki Mubarok
Novel
Kamar Tidur
N'zyna
Flash
Bronze
SCBD Night Runners
Silvarani
Flash
Bukan Malin Kundang
Nurul Arifah
Cerpen
Mekar di Antara Titik dan Koma
Moli
Flash
Zul dan Paku
Khasbi Abdul Malik
Flash
Bronze
Bayangan
Ahmad Muhaimin
Komik
Hidup Sehat ala Haryanto dan Teman-teman
Miftah Faturrachman
Flash
Belajar Berkata Tidak
Penulis N
Cerpen
Terbuang Dalam Mager
Adam Nazar Yasin
Flash
Bronze
Sisa Diriku di Cermin
Skyynna Fleurvynn
Flash
Bronze
Seri kerangka berpikir: menjadi penyendiri atau menjadi budak standar orang lain
M. Fagih Alhafizh
Flash
Bisakah Aku Jadi Dewasa?
lidia afrianti
Rekomendasi
Flash
Mawar yang Tak Menyadari Durinya
Jasma Ryadi
Flash
Ketika Dosa Berbau
Jasma Ryadi
Flash
Jangan Menimpali!
Jasma Ryadi
Flash
Maaf, Aku Lelah
Jasma Ryadi
Flash
Dahlia
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Unfinished Business
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Shift Tiga
Jasma Ryadi
Flash
Diam yang Menghukum
Jasma Ryadi
Flash
Mengasuh Sabar
Jasma Ryadi
Novel
Karantina
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Telinga Kelima
Jasma Ryadi
Flash
Sisa Siang
Jasma Ryadi
Flash
Pukul 01:10
Jasma Ryadi
Flash
Jejak
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Penelitian di Dimensi Lain
Jasma Ryadi