Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Self Improvement
Mawar yang Tak Menyadari Durinya
0
Suka
4,836
Dibaca

Sekuntum mawar tumbuh di taman yang gersang. Merah menyala, menegakkan keindahan seperti mahkota permata. Duri-durinya berkilat halus. Tajam, tetapi tak pernah ia sadari. Ia berdiri paling tinggi di antara rerumputan. Merasa dirinya gerbang cahaya, tempat sinar meniti jalan sebelum menyentuh bumi.

“Aku adalah sang penguasa. Setiap kelopakku adalah kebenaran,” katanya setiap pagi, saat embun masih menunduk di ujung daun. “Tanah memberiku tempat. Matahari memberiku cahaya. Tanpaku, tak akan ada kehangatan yang sampai pada kalian.”

Rumput-rumput di sekitarnya hanya diam. Mereka tahu keindahan mawar memang nyata. Akan tetapi, durinya merekah lebih cepat daripada kelopaknya. Setiap kali angin datang membawa nasihat, mawar berdesir angkuh.

“Jangan ajari aku tentang hidup!” hardiknya. “Aku sudah mekar sempurna.”

Ketika angin pergi, mawar diam-diam mengumpulkan daun-daun kering. Ia takut layu. Ia takut kehilangan tatapan kumbang, tepuk kagum kupu-kupu, dan mata manusia yang memujanya. Maka dari itu, ia mulai menebarkan aroma yang lain. Bukan wangi, melainkan tipu daya.

Ia berkata pada bunga-bunga di ujung bahwa matahari lebih sayang padanya, bahwa rumput-rumput iri, bahwa embun yang singgah di kelopaknya adalah tanda cinta langit. Ia mengukir cerita palsu, mengadu semua rasa semu agar yang lain terus rendah diri.

Bunga-bunga itu memilih pergi. Mawar tersenyum puas sambil membusungkan batang.

“Lihat,” ujarnya, “mereka pergi karena tak sanggup menandingi kecantikanku. Mereka menanggung malu karena tak berhasil menyingkirkanku.”

Lalu, datanglah hujan yang lama. Deras, dingin, dan jujur.

Air menembus tanah, mengurai akar yang mulai busuk. Genangan kecil menyatu, membentuk cermin yang bening.

Burung-burung tak lagi menoleh. Angin menerpa tanpa menyapa.

Mawar kesal. Ia merasa diabaikan. Ia menuduh penghuni taman berkonspirasi untuk membencinya.

Ia lantas melihat pantulan dirinya. Kelopak yang dulu bekilau, kini berwarna pucat. Aroma wangi yang memikat berubah menjadi getir yang menyengat.

Namun, bahkan dalam sepi, ia tak mau mengakui kesalahannya. Ia menatap rumput yang kembali hijau dengan sorot mendendam.

“Kalian pasti sengaja menyerap semua kesegaranku, kemudian membuat fitnah tentangku,” cercanya. “Taman ini tidak adil. Semuanya dengki padaku. Semuanya tak tahu berterima kasih.”

Ketika hujan reda, mawar menepuk-nepuk tanah. Ia mencoba membangun fondasi yang lebih kuat. Ia berikrar tak akan lagi membagi sinar pada yang lain.

Ia tetap percaya diri bahwa dirinya gerbang cahaya. Padahal, ia telah merampas tempat yang bukan miliknya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Self Improvement
Flash
Mawar yang Tak Menyadari Durinya
Jasma Ryadi
Cerpen
Neraka bagi Sang Munafik
Yovinus
Flash
Karya Pertama
Rere Valencia
Flash
Hidupku
winda aprillia
Flash
Mother Earth
stillzee
Novel
Halo, Bahagia
Deni Denol
Skrip Film
WHAT ARE HUMANS
NoThesis
Flash
After Nine
Hans Wysiwyg
Flash
Indonesia Gelap di Taman Pikiran
snang.tjarita
Novel
Rungkad: Jalan Terjal Menuju Sukses Sebagai CEO
Arka Zayden
Cerpen
Bronze
Pintu Impian
Sabilla SariFani
Flash
Bronze
Akselerasi Politis Jakarta Bandung
Silvarani
Novel
I Am Way Better than You, Nelman
Vyas Cornanila Wahana Putri
Flash
Topografi Luka
Wulan Kashi Dhamar
Flash
Bronze
Terombang di Palembang
Silvarani
Rekomendasi
Flash
Mawar yang Tak Menyadari Durinya
Jasma Ryadi
Flash
Mengasuh Sabar
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
MCK di Ujung Kampung
Jasma Ryadi
Flash
Sandekala
Jasma Ryadi
Flash
Aroma Pukul Tiga Pagi
Jasma Ryadi
Flash
Gema yang Redup
Jasma Ryadi
Flash
Dekapan yang Hilang
Jasma Ryadi
Flash
Pelukan Tanah Basah
Jasma Ryadi
Flash
Rumah Tanpa Isinya
Jasma Ryadi
Flash
Lift
Jasma Ryadi
Flash
Layangan di Langit Hitam
Jasma Ryadi
Flash
Telepon
Jasma Ryadi
Flash
Bagaimana Jika Aku Menjadi Umbi-Umbian?
Jasma Ryadi
Flash
Warisan Keris
Jasma Ryadi
Flash
Bulan ke-10
Jasma Ryadi