Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Sebuah Lelucon?
0
Suka
7,341
Dibaca

Akbar pulang dari kampus menaiki vespa bututnya sore ini. Begitu banyak tugas dari dosen-dosen itu yang harus dikerjakan sampai-sampai ia harus bergadang lagi malam ini.

Di depan laptopnya, ia mulai mengetik tugas-tugas itu, ditambah cepatnya wifi rumah karena ia memang sendirian sekarang. Jam mulai menunjukkan pukul sembilan. Ia makin risih dengan suara daun diluar kamarnya. Ia pun mulai menyetel lagu barat.

Ia menyetel lagu Despacito.

“Despacito,......hjadkgas...........djhdad........tsstwtjsklhf, kjhakjhdfalopjhadjha, despacitoo..”

Maklum saja, liriknya susah ya jadinya begitu.

Bssszzzccittt...

“Eh ini kenapa lagi sih? Perasaan baru kemarin deh di servis.”

Dan terdengarlah lagu lingsir wengi dari laptopnya.

“Oh mai got! Gue k..kan gak punya lagu ini!”

Lalu lampu tiba-tiba mati.

“Gyaaa!!”

Cepat-cepat ia menyalakan senternya dan berjalan merayap.

“Mamaa..”

“Kyaa.. boneka siapa ini!”

Grep!

“Siapa yang pegang kaki guee..”

Tapi begitu dicek, tak ada apa-apa. Lampu menyala lagi dan semua kembali normal. Laptopnya menyetel lagu Despacito dan ia masih berdiri kikuk di depan pintu kamarnya.

Krasak. Ia melihat ke arah ruang makan. Ia merasa ada sesuatu yang lewat. Ia lalu pergi ke sana untuk melihatnya

“Woy! Jangan ngerjain gue!”

“hihihihi..”

“Nggak lucu tau!”

Plek. Ia memutar badan kebelakang.

“Booo!”

“Uwaaaaaa....!!!!”

Tiga sosok hantu membuatnya terjerembab dan menangis.

“Huuuu..”

“Jangan nangis! Aduhhh.. semua lepas topengnya!”

Ternyata para hantu itu adalah Irfan, Diki, dan Nina, teman Akbar.

“Gila lo semua!” teriak Akbar.

“Sorry Bar.” Ujar Nina.

“Kita kan Cuma main-main.” Lanjut Diki.

“Terserah deh! Gue capek ama kalian!”

“Eleh, lo tuh cowok, penakut amat!” seru Irfan.

“Gue bakal balas dendam! Nanti kalian bakalan aku kagetin, sekaget-kagetnya!”

“Eh, Akbar..”

“Keluar!”

Mereka bertiga keluar dan meninggalkan Akbar sendirian.

“Lo sih Fan, pake nyetel lingsir wengi segala!”

“Daripada lo Nin, pake matiin lampu segala, kan kaki gue kesandung meja tadi.” Ujar Diki.

“Udahlah! Kalian ini bisanya berantem mulu, kalo berantem di lapangan sana!”

Belum sampai keluar dari halaman mereka mendengar suara vespa.

“Eh?”

“Lho? Kalian ngapain di rumah gue? Pake kostum lagi. mau ngerjain gue ya?” Akbar menginterogasi mereka.

“Lo habis darimana?” tanya Irfan.

“Tadi sore gue ke rumah sakit buat jagain mak gue, ini baru pulang.”

Mereka bertiga kaget. Sekaget-kagetnya. Lantas, tadi siapa yang ada di dalam?

Tamat.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Sebuah Lelucon?
Noer Eka
Flash
Mencari di Sawah.
Lialuck777
Cerpen
MURDER OF STEPBROTHER
indahitusenja
Skrip Film
Gondo Mayit
Herman Sim
Flash
Bronze
Petuah Nenek
Alfian N. Budiarto
Novel
Bronze
Sesal
an sanaz
Flash
Petak Umpet
Esteh.maniez
Cerpen
Rencana
Endah Wahyuningtyas
Flash
Bronze
Adel Tersayang
Rere Valencia
Novel
Bronze
LEUMPEUH YUNI (Ketika Tubuh Manusia Disalahgunakan)
Papp Tedd
Flash
Bronze
Suara Gamelan di Sungai
Risti Windri Pabendan
Novel
Tirakat
Eric Shandy Admadinata
Flash
Terminal
Jasma Ryadi
Novel
TOLONG RUMAHNYA DIRAWAT
Indra S Miraj
Flash
Roti Terakhir dari Alam Lain
Bagus Aryo Wicaksono
Rekomendasi
Flash
Sebuah Lelucon?
Noer Eka
Cerpen
Kue Buatan Bunda
Noer Eka
Cerpen
Little Cupcake
Noer Eka
Flash
Hantu Kesepian
Noer Eka
Flash
Two Killers
Noer Eka
Flash
Karena Aku Bosan
Noer Eka
Flash
Who is Wrong?
Noer Eka
Flash
Truth or Dare
Noer Eka
Flash
Blog Misteri
Noer Eka
Cerpen
03:00 AM
Noer Eka
Flash
Rekaman
Noer Eka
Flash
Mencari Inspirasi
Noer Eka
Cerpen
LARI!
Noer Eka
Cerpen
Kursi Pojok
Noer Eka
Cerpen
Thalasophobia
Noer Eka