Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Sebuah Lelucon?
0
Suka
5,437
Dibaca

Akbar pulang dari kampus menaiki vespa bututnya sore ini. Begitu banyak tugas dari dosen-dosen itu yang harus dikerjakan sampai-sampai ia harus bergadang lagi malam ini.

Di depan laptopnya, ia mulai mengetik tugas-tugas itu, ditambah cepatnya wifi rumah karena ia memang sendirian sekarang. Jam mulai menunjukkan pukul sembilan. Ia makin risih dengan suara daun diluar kamarnya. Ia pun mulai menyetel lagu barat.

Ia menyetel lagu Despacito.

“Despacito,......hjadkgas...........djhdad........tsstwtjsklhf, kjhakjhdfalopjhadjha, despacitoo..”

Maklum saja, liriknya susah ya jadinya begitu.

Bssszzzccittt...

“Eh ini kenapa lagi sih? Perasaan baru kemarin deh di servis.”

Dan terdengarlah lagu lingsir wengi dari laptopnya.

“Oh mai got! Gue k..kan gak punya lagu ini!”

Lalu lampu tiba-tiba mati.

“Gyaaa!!”

Cepat-cepat ia menyalakan senternya dan berjalan merayap.

“Mamaa..”

“Kyaa.. boneka siapa ini!”

Grep!

“Siapa yang pegang kaki guee..”

Tapi begitu dicek, tak ada apa-apa. Lampu menyala lagi dan semua kembali normal. Laptopnya menyetel lagu Despacito dan ia masih berdiri kikuk di depan pintu kamarnya.

Krasak. Ia melihat ke arah ruang makan. Ia merasa ada sesuatu yang lewat. Ia lalu pergi ke sana untuk melihatnya

“Woy! Jangan ngerjain gue!”

“hihihihi..”

“Nggak lucu tau!”

Plek. Ia memutar badan kebelakang.

“Booo!”

“Uwaaaaaa....!!!!”

Tiga sosok hantu membuatnya terjerembab dan menangis.

“Huuuu..”

“Jangan nangis! Aduhhh.. semua lepas topengnya!”

Ternyata para hantu itu adalah Irfan, Diki, dan Nina, teman Akbar.

“Gila lo semua!” teriak Akbar.

“Sorry Bar.” Ujar Nina.

“Kita kan Cuma main-main.” Lanjut Diki.

“Terserah deh! Gue capek ama kalian!”

“Eleh, lo tuh cowok, penakut amat!” seru Irfan.

“Gue bakal balas dendam! Nanti kalian bakalan aku kagetin, sekaget-kagetnya!”

“Eh, Akbar..”

“Keluar!”

Mereka bertiga keluar dan meninggalkan Akbar sendirian.

“Lo sih Fan, pake nyetel lingsir wengi segala!”

“Daripada lo Nin, pake matiin lampu segala, kan kaki gue kesandung meja tadi.” Ujar Diki.

“Udahlah! Kalian ini bisanya berantem mulu, kalo berantem di lapangan sana!”

Belum sampai keluar dari halaman mereka mendengar suara vespa.

“Eh?”

“Lho? Kalian ngapain di rumah gue? Pake kostum lagi. mau ngerjain gue ya?” Akbar menginterogasi mereka.

“Lo habis darimana?” tanya Irfan.

“Tadi sore gue ke rumah sakit buat jagain mak gue, ini baru pulang.”

Mereka bertiga kaget. Sekaget-kagetnya. Lantas, tadi siapa yang ada di dalam?

Tamat.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Sebuah Lelucon?
Noer Eka
Cerpen
Penanggal
ANINZIAH
Flash
LEMBUR
Destiara Kim
Novel
Misteri Rumah Mantan
Ahmad jimi
Novel
Gold
Fantasteen Black Shadow
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
SETAN RUMAH B2A
Ranang Aji SP
Cerpen
Bronze
Terjebak Dunia Arwah
Christian Shonda Benyamin
Flash
Waktu
Dark Specialist
Cerpen
Bayangan Hitam
Dian N Khan
Novel
Marni
WENI Trisanti
Flash
Kamuflase Sang Kupu-Kupu
Anita Jun
Novel
Bronze
Makhluk Tak Kasat Mata Peliharaan Ibuku
Erma Sari
Cerpen
Bronze
Tragedi Pasar Malam
Nabilla Shafira
Cerpen
Bronze
Sahabat Ku Maafkan Aku
Christian Shonda Benyamin
Skrip Film
Ada yang Hilang
Silvarani
Rekomendasi
Flash
Sebuah Lelucon?
Noer Eka
Cerpen
Bronze
Mari Bergadang
Noer Eka
Cerpen
Thalasophobia
Noer Eka
Cerpen
Petualangan di Terminal
Noer Eka
Cerpen
LARI!
Noer Eka
Cerpen
Pelaku Tabrak Lari
Noer Eka
Cerpen
Menunggu Hukuman Mati
Noer Eka
Cerpen
Little Cupcake
Noer Eka
Cerpen
Kursi Pojok
Noer Eka
Novel
KALA SENJA
Noer Eka
Flash
Two Killers
Noer Eka
Cerpen
Petualangan di Tempat Sampah
Noer Eka
Cerpen
Insomnia
Noer Eka
Cerpen
Jejak-Jejak Lumpur
Noer Eka
Cerpen
Penguasa Lautan
Noer Eka