Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Masalah Jiwa
1
Suka
17,054
Dibaca

Jeff terdiam. Mendengarkan tangis Savana yang tak kunjung henti. Diliriknya cewek berambut sepinggang itu menenggelamkan kepala di antara dua lutut yang dipeluk. 

Hatinya tergerak untuk jongkok dan mengelus rambut Savana yang wangi. “Sorry, Sav. Gue gak maksud nyakitin lu,” katanya dengan suara melembut. 

Savana mendongak, melihat Jeff yang matanya masih merah. “Lu udah janji gak bakal minum lagi, Jeff,” ucap Savana pelan. 

Jeff menarik napas. Kemudian dia duduk di samping Savana sambil melihat langit-langit. “Gue tadi pagi ketemu nyokap. Lagi gandengan mesra sama salah satu pejabat gendut,” kata Jeff. Bibirnya tersenyum miring. 

Savana menghapus air matanya. “Lu bisa cerita sama gue, Jeff. Ga usah minum-minum gitu,” bisik Savana yang sekarang menggeser duduknya mendekati Jeff. 

Jeff tertawa sinis. “Emang bisa?” tanyanya. 

Savana terdiam. Hidupnya serasa tidak berguna. Apalagi setelah mendengar Jeff barusan. Ketika pacarnya itu butuh didengar dan dihibur, Savana malah menceritakan segala kesedihan dan ketidakbergunaannya dalam hidup. Dia kembali terisak. “Sorry, Jeff… gue emang gak guna!”

Jeff kembali menarik napas dalam. Antara menjadi caregiver Savana atau melepaskan emosinya setelah melihat ibu kandungnya lagi-lagi berselingkuh dengan pria kaya yang cuma ingin tubuh molek nyokapnya—cuma demi duit. Dia tidak tahu mana yang harus didahulukan. 

Jadi, Jeff ikut meraung bersama Savana. Mereka berpelukan dan saling merasakan luka. 

Dering alarm membuat Savana melepas pelukan Jeff. Diusapnya wajah, terutama pipi. Dimatikannya alarm segera. 

“Jadwal dokter Nico?” tanya Jeff menyebut psikolog langganan pacarnya. Savana mengangguk. Jeff berdiri, mengusap air mata. Kemudian meraih kunci motor di jaket yang tergantung di balik pintu. “Gue anter. Tapi kita makan dulu.”

“Telor dadar?” tanya Savana. 

Jeff mengangguk. “Pake paru goreng sama sambel ijo!”

Savana mengacungkan dua jempol pelan. Kemudian disambarnya tas di kursi. “Lu yang bayar?” tanyanya pada Jeff yang sudah keluar menuju motornya di halaman. 

“Iya. Nyokap tadi udah transfer,” jawabnya setengah tersenyum sebelum menyela motor. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Bronze
Putri Cantik
Nasyafaav
Flash
Masalah Jiwa
Keita Puspa
Novel
Sampiran Durian
Azul
Novel
Your eyes cant't lie Boss
Achmad Taufan
Skrip Film
Panggil Aku Karti
TRI SUSANTO
Flash
Pendakian
Ejas Intan
Flash
Bronze
Untuk Ayah dan Ibu
Faisal Susandi
Flash
Patah Hati Terbesar
pelantunkata
Flash
Rombongan Teater "Dramatika"
Adinda Amalia
Flash
Bronze
Cilok Sepuluh Ribu
B12
Flash
Bagaimana Jika Aku Menjadi Umbi-Umbian?
Jasma Ryadi
Flash
Perkara Bintang yang Tak Kunjung Ditemukan
kanun
Flash
Bronze
PHP
Yitro
Flash
Jejak yang Tak Pernah Sampai
hyaeonasa
Novel
Bronze
Rindu Senja
Imajinasiku
Rekomendasi
Flash
Masalah Jiwa
Keita Puspa
Flash
KOLOR RIJEK
Keita Puspa
Flash
AIN
Keita Puspa
Novel
Bronze
We're (Not) Really Break Up
Keita Puspa
Cerpen
Bronze
TRIAL ON MERAPI (Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
Tsun Tsun Dere Dere
Keita Puspa
Flash
Bronze
Calon Suami Kak Helen (Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
KEDASIH
Keita Puspa
Flash
Amplop
Keita Puspa
Flash
Pecah
Keita Puspa
Flash
Cita-Cita
Keita Puspa
Flash
Bronze
Pertengkaran Kecil Menuju Puncak Besar (Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
Jadi, Ternyata...
Keita Puspa
Flash
KANKER
Keita Puspa
Flash
Hai Darling
Keita Puspa