Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Masalah Jiwa
1
Suka
14,619
Dibaca

Jeff terdiam. Mendengarkan tangis Savana yang tak kunjung henti. Diliriknya cewek berambut sepinggang itu menenggelamkan kepala di antara dua lutut yang dipeluk. 

Hatinya tergerak untuk jongkok dan mengelus rambut Savana yang wangi. “Sorry, Sav. Gue gak maksud nyakitin lu,” katanya dengan suara melembut. 

Savana mendongak, melihat Jeff yang matanya masih merah. “Lu udah janji gak bakal minum lagi, Jeff,” ucap Savana pelan. 

Jeff menarik napas. Kemudian dia duduk di samping Savana sambil melihat langit-langit. “Gue tadi pagi ketemu nyokap. Lagi gandengan mesra sama salah satu pejabat gendut,” kata Jeff. Bibirnya tersenyum miring. 

Savana menghapus air matanya. “Lu bisa cerita sama gue, Jeff. Ga usah minum-minum gitu,” bisik Savana yang sekarang menggeser duduknya mendekati Jeff. 

Jeff tertawa sinis. “Emang bisa?” tanyanya. 

Savana terdiam. Hidupnya serasa tidak berguna. Apalagi setelah mendengar Jeff barusan. Ketika pacarnya itu butuh didengar dan dihibur, Savana malah menceritakan segala kesedihan dan ketidakbergunaannya dalam hidup. Dia kembali terisak. “Sorry, Jeff… gue emang gak guna!”

Jeff kembali menarik napas dalam. Antara menjadi caregiver Savana atau melepaskan emosinya setelah melihat ibu kandungnya lagi-lagi berselingkuh dengan pria kaya yang cuma ingin tubuh molek nyokapnya—cuma demi duit. Dia tidak tahu mana yang harus didahulukan. 

Jadi, Jeff ikut meraung bersama Savana. Mereka berpelukan dan saling merasakan luka. 

Dering alarm membuat Savana melepas pelukan Jeff. Diusapnya wajah, terutama pipi. Dimatikannya alarm segera. 

“Jadwal dokter Nico?” tanya Jeff menyebut psikolog langganan pacarnya. Savana mengangguk. Jeff berdiri, mengusap air mata. Kemudian meraih kunci motor di jaket yang tergantung di balik pintu. “Gue anter. Tapi kita makan dulu.”

“Telor dadar?” tanya Savana. 

Jeff mengangguk. “Pake paru goreng sama sambel ijo!”

Savana mengacungkan dua jempol pelan. Kemudian disambarnya tas di kursi. “Lu yang bayar?” tanyanya pada Jeff yang sudah keluar menuju motornya di halaman. 

“Iya. Nyokap tadi udah transfer,” jawabnya setengah tersenyum sebelum menyela motor. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
BLIND SIDE
Nurhidayati
Flash
Secret Lover
Ika nurpitasari
Flash
Bronze
Persahabatan atau Cinta
Ika nurpitasari
Flash
Masalah Jiwa
Keita Puspa
Novel
Bronze
Alohanani From Paradise
Faatihah Qurrotul Aini
Novel
Light at the end of the Tunnel
sheepdevil
Novel
Guerre
Franches Cila
Novel
Tiga Hati Satu Cinta
Farasha
Novel
Hasrat Abu
Tiara Khapsari Puspa Negara
Novel
Gold
Mobil Bekas dan Kisah-Kisah dalam Putaran
Bentang Pustaka
Komik
Wendy
deevn
Flash
Bronze
Obrolan Menarik di Sobat Bola Cafe
Nuel Lubis
Flash
Pepatah Bilang.....
AlifatulM
Flash
Bronze
Dengarkan Kata Si Bisu
Erena Agapi
Cerpen
Bronze
Mutiara Terpendam
Fitri Yeni Musollini
Rekomendasi
Flash
Masalah Jiwa
Keita Puspa
Flash
Bantuan Terakhir
Keita Puspa
Flash
Bronze
Telor Rebus (Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
Ranah Jaya
Keita Puspa
Novel
SINTAS
Keita Puspa
Novel
SINTAS 2.0: ENDURE
Keita Puspa
Flash
Hidroponik
Keita Puspa
Novel
DELTA TEAM
Keita Puspa
Flash
Hai Darling
Keita Puspa
Novel
CAHAYA HITAM
Keita Puspa
Novel
Bronze
We're (Not) Really Break Up
Keita Puspa
Novel
He Is Not My Brother
Keita Puspa
Flash
Bronze
Pertengkaran Kecil Menuju Puncak Besar (Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
7th Skies
Keita Puspa
Flash
AIN
Keita Puspa