Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Masalah Jiwa
1
Suka
16,101
Dibaca

Jeff terdiam. Mendengarkan tangis Savana yang tak kunjung henti. Diliriknya cewek berambut sepinggang itu menenggelamkan kepala di antara dua lutut yang dipeluk. 

Hatinya tergerak untuk jongkok dan mengelus rambut Savana yang wangi. “Sorry, Sav. Gue gak maksud nyakitin lu,” katanya dengan suara melembut. 

Savana mendongak, melihat Jeff yang matanya masih merah. “Lu udah janji gak bakal minum lagi, Jeff,” ucap Savana pelan. 

Jeff menarik napas. Kemudian dia duduk di samping Savana sambil melihat langit-langit. “Gue tadi pagi ketemu nyokap. Lagi gandengan mesra sama salah satu pejabat gendut,” kata Jeff. Bibirnya tersenyum miring. 

Savana menghapus air matanya. “Lu bisa cerita sama gue, Jeff. Ga usah minum-minum gitu,” bisik Savana yang sekarang menggeser duduknya mendekati Jeff. 

Jeff tertawa sinis. “Emang bisa?” tanyanya. 

Savana terdiam. Hidupnya serasa tidak berguna. Apalagi setelah mendengar Jeff barusan. Ketika pacarnya itu butuh didengar dan dihibur, Savana malah menceritakan segala kesedihan dan ketidakbergunaannya dalam hidup. Dia kembali terisak. “Sorry, Jeff… gue emang gak guna!”

Jeff kembali menarik napas dalam. Antara menjadi caregiver Savana atau melepaskan emosinya setelah melihat ibu kandungnya lagi-lagi berselingkuh dengan pria kaya yang cuma ingin tubuh molek nyokapnya—cuma demi duit. Dia tidak tahu mana yang harus didahulukan. 

Jadi, Jeff ikut meraung bersama Savana. Mereka berpelukan dan saling merasakan luka. 

Dering alarm membuat Savana melepas pelukan Jeff. Diusapnya wajah, terutama pipi. Dimatikannya alarm segera. 

“Jadwal dokter Nico?” tanya Jeff menyebut psikolog langganan pacarnya. Savana mengangguk. Jeff berdiri, mengusap air mata. Kemudian meraih kunci motor di jaket yang tergantung di balik pintu. “Gue anter. Tapi kita makan dulu.”

“Telor dadar?” tanya Savana. 

Jeff mengangguk. “Pake paru goreng sama sambel ijo!”

Savana mengacungkan dua jempol pelan. Kemudian disambarnya tas di kursi. “Lu yang bayar?” tanyanya pada Jeff yang sudah keluar menuju motornya di halaman. 

“Iya. Nyokap tadi udah transfer,” jawabnya setengah tersenyum sebelum menyela motor. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Orang Kaya Mah Enak
Syashi Ammar
Flash
Stay Healed, Tetap Semangat Apapun Yang Terjadi
winda aprillia
Flash
Masalah Jiwa
Keita Puspa
Novel
Growing Up: Let's walk on flowers path together
Lilly Amundsen
Flash
Kereta
Nurmala Manurung
Flash
Bronze
Musim Baru
Titin Widyawati
Flash
Bronze
Aku dan Ijah
Rere Valencia
Novel
Bronze
Gedith Woman
Anglint
Novel
Perjalanan Abadi Sang Masinis Surga
Nurruh Rohmah
Skrip Film
yjmkhmgkhml
M. Rusni
Flash
Secret Lover
Ika nurpitasari
Cerpen
Bronze
Salad Buah
Arkina Melantri
Flash
Jalan Sepajang Malam
Rafael Yanuar
Flash
Yang Selalu Memimpikan Bintang
Adinda Amalia
Flash
Tongkat, Payung, dan Kulit Kacang
Desto Prastowo
Rekomendasi
Flash
Masalah Jiwa
Keita Puspa
Flash
Bronze
Telor Rebus (Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
Bronze
Calon Suami Kak Helen (Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
7th Skies
Keita Puspa
Novel
SINTAS
Keita Puspa
Flash
Kuburan yang Terlupakan
Keita Puspa
Cerpen
Black Friday
Keita Puspa
Flash
Bronze
Dia Masih di Sini
Keita Puspa
Flash
Sembilan Nyawa
Keita Puspa
Flash
Tsun Tsun Dere Dere
Keita Puspa
Flash
KEDASIH
Keita Puspa
Flash
Pecah
Keita Puspa
Flash
Amplop
Keita Puspa
Novel
SINTAS 2.0: ENDURE
Keita Puspa
Novel
JAM PULANG
Keita Puspa