Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Aku atau Dia
19
Suka
13,541
Dibaca

"Aku serius. Tahun depan kita ikat hubungan ini dengan akad. Aku ingin bersamamu selamanya. Aku ingin semua cintaku berlabuh di dirimu."

Itu ucapannya. Hangat. Haru. Membelaiku penuh rasa bahagia. Aku merasa dipilih, dicinta, dan dijaga. Hidup yang sebelumnya penuh luka seolah menemukan obat terbaik yang ada di bumi.

Aku belajar percaya pada janji. Aku mulai berani merancang bayangan masa depan. Rumah sederhana, taman kecil, dan tangan yang menua bersama. Tawa dan canda menghiasi hari, mengusir sepi yang coba menghampiri.

Sayangnya, laki-laki rupanya pandai merusak mimpi. Ia membangun skenario seindah cerita dongeng. Menjadikanku peran utama, tetapi dirinya sendiri memilih membuat cerita yang lain. Janjinya hanyalah angin yang singgah sebentar, menyejukkan, lalu pergi tanpa bekas.

Semua yang kulihat sebagai kepastian, ternyata angan yang masih tertinggal di dunia khayal. Harapanku tercerai-berai. Hidupku seakan menjadi ruang imajinasi yang panjang.

Sebuah surat undangan bertamu ke rumahku. Amplopnya bercorak biru, dibalut pita emas, dan dilukis dengan huruf-huruf berwarna perak. Saat melihat inisial nama di sampul, napasku sedikit tersendat, dada seperti dihujani beban yang berat. Ada yang berteriak dari dalam. Sebuah firasat.

Benar. Namanya tertulis jelas. Hanya saja, bukan bersanding denganku, melainkan dengan perempuan lain.

Mataku mendadak gelap. Kakiku lunglai, tak bertenaga. Aku terduduk, memegang kertas penuh penyangkalan. Aku ingin meremasnya hingga kenyataan pun turut hancur. Akan tetapi, kenyataan terlalu keras. Semua keterangan yang tertera begitu menegaskan, begitu mengenaskan.

Aku ditipu. Mungkinkah? Bukankah dia telah mengatakan ribuan kali bahwa aku satu-satunya; bahwa hanya aku kekasih yang bertahta di dalam hidupnya?!

Aku ingin marah, tetapi yang datang hanya air mata. Aku ingin mengutuk, tetapi lidahku kelu. Pikiran mencercaku. Katanya, aku bodoh, aku terlalu dibutakan cinta hingga tak bisa membaca tanda-tanda.

***

Malamnya aku terbaring, memeluk diriku sendiri. Rasa sakit menolak reda, bahkan mulai menggumpal menyerupai dendam. Aku akan membalasnya. Aku akan menghancurkan hidupnya. Namun, haruskah aku menambah kesakitanku?

Ia tak menjawab panggilan teleponku, tak merespon pesan-pesanku sejak siang. Aku butuh lebih dari sekadar penjelasan. Bukan surat undangan yang datang melalui perantara.

Sedih, kecewa, perih. Memang, langkah belum jauh, tetapi tetap saja trauma perlahan menjalar. Luka mengendap, menjadi jurang yang tak ada dasarnya. Semakin aku jatuh, semakin erat pilu mendekap.

Aku coba bangkit, bersandar di jendela. Ingatan membuka lembaran-lembaran cerita. Sekilas aku melihat ia turun dari motor, menjemputku. Suaranya menggema merdu di telingaku.

Mengapa? Mengapa orang yang kukira obat justru meracuniku dengan luka yang hebat?

Sejuta tanya menghantam isi kepala. Satu tanya mencabik batin: Dia berselingkuh atau aku yang jadi selingkuhannya?

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Aku atau Dia
Jasma Ryadi
Flash
Bronze
Masalah Jiwa
Keita Puspa
Novel
Allah's Plan is Perfect
alviiswari
Novel
Bronze
BUMI Ajari Aku Kematian
Nofi Yendri Sudiar
Komik
Age Is Just A Number
edokomikecil
Flash
Hitam itu Buruk
Vika Rahelia
Cerpen
Bronze
The Butterfly
Kandil Sukma Ayu
Novel
Juanna, Stop Playboy!
Ajensha
Novel
Bronze
Lynn
Onet Adithia Rizlan
Novel
Bronze
About Time
Sartika Wulandari
Novel
Rencana Madam Kencana
Halluna
Skrip Film
KEMBALI KE HIJRAH
Halvika Padma
Cerpen
Bronze
Istriku Wanita Malam 100 Juta
Khotija
Novel
SUPERLOVA
dilahamid
Novel
I Want You, Uncle
Error 404
Rekomendasi
Flash
Aku atau Dia
Jasma Ryadi
Flash
Pukul 01:10
Jasma Ryadi
Flash
Ikan adalah Luka
Jasma Ryadi
Flash
Mengapa Harus Ada Cinta dalam Pernikahan
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Simetris
Jasma Ryadi
Flash
Republik Kucing
Jasma Ryadi
Flash
Bagaimana Jika Aku Menjadi Umbi-Umbian?
Jasma Ryadi
Flash
Senja yang Dilepas
Jasma Ryadi
Flash
Sepatu Basah
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Ketika Kata-Kata Kembali
Jasma Ryadi
Flash
Ekuinoks
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Giant's Heart
Jasma Ryadi
Flash
Tuhan, Jadikan Hariku Senin Selalu
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Jatuh Cinta di Tahun Kelima
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Tanganku di Timur, Hatimu di Barat
Jasma Ryadi