Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Aku atau Dia
19
Suka
19,702
Dibaca

"Aku serius. Tahun depan kita ikat hubungan ini dengan akad. Aku ingin bersamamu selamanya. Aku ingin semua cintaku berlabuh di dirimu."

Itu ucapannya. Hangat. Haru. Membelaiku penuh rasa bahagia. Aku merasa dipilih, dicinta, dan dijaga. Hidup yang sebelumnya penuh luka seolah menemukan obat terbaik yang ada di bumi.

Aku belajar percaya pada janji. Aku mulai berani merancang bayangan masa depan. Rumah sederhana, taman kecil, dan tangan yang menua bersama. Tawa dan canda menghiasi hari, mengusir sepi yang coba menghampiri.

Sayangnya, laki-laki rupanya pandai merusak mimpi. Ia membangun skenario seindah cerita dongeng. Menjadikanku peran utama, tetapi dirinya sendiri memilih membuat cerita yang lain. Janjinya hanyalah angin yang singgah sebentar, menyejukkan, lalu pergi tanpa bekas.

Semua yang kulihat sebagai kepastian, ternyata angan yang masih tertinggal di dunia khayal. Harapanku tercerai-berai. Hidupku seakan menjadi ruang imajinasi yang panjang.

Sebuah surat undangan bertamu ke rumahku. Amplopnya bercorak biru, dibalut pita emas, dan dilukis dengan huruf-huruf berwarna perak. Saat melihat inisial nama di sampul, napasku sedikit tersendat, dada seperti dihujani beban yang berat. Ada yang berteriak dari dalam. Sebuah firasat.

Benar. Namanya tertulis jelas. Hanya saja, bukan bersanding denganku, melainkan dengan perempuan lain.

Mataku mendadak gelap. Kakiku lunglai, tak bertenaga. Aku terduduk, memegang kertas penuh penyangkalan. Aku ingin meremasnya hingga kenyataan pun turut hancur. Akan tetapi, kenyataan terlalu keras. Semua keterangan yang tertera begitu menegaskan, begitu mengenaskan.

Aku ditipu. Mungkinkah? Bukankah dia telah mengatakan ribuan kali bahwa aku satu-satunya; bahwa hanya aku kekasih yang bertahta di dalam hidupnya?!

Aku ingin marah, tetapi yang datang hanya air mata. Aku ingin mengutuk, tetapi lidahku kelu. Pikiran mencercaku. Katanya, aku bodoh, aku terlalu dibutakan cinta hingga tak bisa membaca tanda-tanda.

***

Malamnya aku terbaring, memeluk diriku sendiri. Rasa sakit menolak reda, bahkan mulai menggumpal menyerupai dendam. Aku akan membalasnya. Aku akan menghancurkan hidupnya. Namun, haruskah aku menambah kesakitanku?

Ia tak menjawab panggilan teleponku, tak merespon pesan-pesanku sejak siang. Aku butuh lebih dari sekadar penjelasan. Bukan surat undangan yang datang melalui perantara.

Sedih, kecewa, perih. Memang, langkah belum jauh, tetapi tetap saja trauma perlahan menjalar. Luka mengendap, menjadi jurang yang tak ada dasarnya. Semakin aku jatuh, semakin erat pilu mendekap.

Aku coba bangkit, bersandar di jendela. Ingatan membuka lembaran-lembaran cerita. Sekilas aku melihat ia turun dari motor, menjemputku. Suaranya menggema merdu di telingaku.

Mengapa? Mengapa orang yang kukira obat justru meracuniku dengan luka yang hebat?

Sejuta tanya menghantam isi kepala. Satu tanya mencabik batin: Dia berselingkuh atau aku yang jadi selingkuhannya?

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Aku atau Dia
Jasma Ryadi
Novel
Bronze
A Piece of Memory
Jennifer Flo
Novel
Best Friend
William Oktavius
Novel
Semoga Kita Bertemu Lagi
Diva Aelah
Novel
Rumah yang Hirap
Azzahra Nabilla
Flash
HILANG
NO-NAME
Flash
Kembang Api di Jam 2 Pagi
Rumpang Tanya
Novel
Kita (Tidak) Baik-Baik Saja
Fey Mega
Novel
Puisi dari army untuk army
Ainun Zakiyah
Novel
Bronze
Pacar Bayaran
sukadmadji
Skrip Film
Mimpi Jadi Rockstar!
Maya andita
Flash
Gadis Tercantik di Sekolahku-Elissa
Elisabet Erlias Purba
Cerpen
FANA
putrinurul madinah
Novel
Gold
Friends with Bittersweet Love
Falcon Publishing
Novel
Kisah pemuda desa
Singgih Atmojo
Rekomendasi
Flash
Aku atau Dia
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Mana Paket Saya?
Jasma Ryadi
Flash
Rumah Tanpa Isinya
Jasma Ryadi
Flash
Tiga Ketukan Sunyi
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Adam
Jasma Ryadi
Flash
Ikan adalah Luka
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Shift Tiga
Jasma Ryadi
Flash
Mengasuh Sabar
Jasma Ryadi
Flash
Sisa Rindu
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Potongan Tangan
Jasma Ryadi
Flash
Sepatu Basah
Jasma Ryadi
Flash
Sosok yang Lain
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Andai Ayah Tak Begitu
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Simetris
Jasma Ryadi
Flash
Mawar yang Tak Menyadari Durinya
Jasma Ryadi