Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Saya sang pembawa sial
12
Suka
17,090
Dibaca

Ini adalah cerita seorang pria, seseorang yang merasakan beban kegagalan, dimulai dari kesalahan dia di pekerjaannya.

Saya duduk di kursi ku di depan laptop, memandang layar silau menyala, ditengah kegelapan malam sambil merasakan sial terbaru ku. Karena disebut nama saat teman di tanya Human Capital terkait pembuatan surat, padahal kita sudah meminta izin sama atasan, ternyata salah prosedur.

Memori masa lalu berdatangan ke dalam kepala, segala kegagalan yang terjadi.

Saya mengingat seorang teman yang mengajak bekerja sama, untuk membuat usaha membangun dan renovasi. Tapi kita gagal untuk mencari client, saya ingat saya bertanya ke keluarga, ke teman yang saya kenal, dan dikarenakan tidak ada yang bisa kita dapatkan pada akhirnya kita sampai mencari usaha di bidang jual beli properti. Dalam kepalaku banyak bisikan, mengatakan itu semua adalah kesalahan ku.

"kamu kurang usaha" "tidak ada yang percaya dengan mu" "teman kamu terseret gara gara kamu" "kamu adalah beban"

Memori lain mulai berdatangan, kegagalan kegagalan lain yang lebih lama. Saya dan teman ku pernah berusaha membuka usaha makanan. Itupun gagal walaupun kami bertiga selalu menjaga stand, selalu mengecek inventarisasi, dan selalu mengecek penutupan toko. Gagal lagi.

"pemalas" "gagal" "sampah berjalan"

Kerap malam berlalu perasaan gagal semakin kuat baginya. Bisikan - bisikan semakin kencang, berubah menjadi teriakan. Duduk ditengah kegelapan dan silau layar laptop, kebisingan hanya ada di kepala pria ini. Semakin kencang. Kencangnya teriakan ini membuat kepalanya pusing ketika bangun di pagi hari. Tiada pagi hari tanpa hati yang sakit, tanpa kebencian menyambut hari baru.

Tidak ada orang didunia ini yang bisa mengerti betapa besar beban kegagalan ini mengganjal. Kegagalan temanku disebabkan oleh saya.

Saya sepertinya butuh bicara sama seseorang, tapi siapa yang mau mendengarkan seorang seperti saya. Ayah saya pun bosan mendengarkan keluh kesah, apalagi seorang teman, itupun yang tidak membenciku. Saya rindu pelukan, pelukan ibu. Mungkin psikolog. Tapi uang dari mana.

"gagal" "miskin" "kamu akan mati miskin" "kamu akan mati sendirian" "bunuh diri sebelum sengsara"

Tak berhenti teriakan dikepalanya, semakin kencang seperti bentak orang tuanya. Penyesalan dan kegagalan menenggelami tenggorokkannya, dia susah bernafas, tiap hirup udara semakin berat, mulut kering dan sakit.

Kegagalan semakin banyak, dan kesalahan yang saya lakukan walau tidak secara langsung, saya yang akan ditunjuk, dikambing hitamkan. Saya akan gagal selamanya dan membawa sial kesemua tempat.

Apa yang harus saya lakukan

Apakah saya pembawa sial?

diclaimer: cover generated using A.I.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
ENDORFIN
Aga Lesmana
Flash
Memori Berduri
Edelmira (Elmira Rahma)
Flash
Saya sang pembawa sial
Andi Bayu Putra
Flash
Sepasang Kacamata di Ruang Tunggu
Rie Yanti
Flash
Bronze
Kisah Setelah Revolusi Pertama Yang Gagal
Rere Valencia
Novel
BDG45
kucingtampanfilm
Flash
Mirror
Ika nurpitasari
Flash
Bronze
A Congruent Couple
Silvarani
Novel
Bronze
Metamorph
Agnesya Febriana
Novel
SUNRISE
Kala Hujan
Flash
Museum Kenangan
Jasma Ryadi
Skrip Film
Delima 4 Pemuda
Nadifa Tila Briliyana
Flash
Bronze
Cemburu yang Aneh
Sulistiyo Suparno
Novel
AKU KAMU BEDA YANG SAMA
Oktaviona Bunga Asmara
Novel
Numpang Hidup
Bksai
Rekomendasi
Flash
Saya sang pembawa sial
Andi Bayu Putra
Flash
Suara Gaun Emas
Andi Bayu Putra
Cerpen
Saya ingin pulang
Andi Bayu Putra