Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
Seisi Semesta Sana
0
Suka
5,486
Dibaca

Ia menengadah ke langit malam.

Bintang-bintang tampak ramai, tapi hatinya tahu: itu hanya cahaya tua yang sudah mati ribuan tahun lalu. Yang bersinar hanyalah mayat cahaya, tak lebih.

Seisi rumah menolaknya. Seisi kota melupakannya. Seisi tubuhnya sendiri mulai runtuh.

Dan dalam keheningan, ia bertanya: apakah semesta juga menolak keberadaanku?

Tak ada jawaban.

Hanya ratap lirih yang ia dengar dari dalam dirinya, menggema lebih sunyi daripada ruang hampa.

Malam itu, ia berjalan keluar.

Langkah terakhirnya adalah penyerahan pada seisi semesta sana ruang tak berbatas, dingin, tanpa suara.

Tempat di mana akhirnya ia diterima: sebagai hampa, sama seperti bintang-bintang yang telah mati.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Flash
Seisi Semesta Sana
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
RENCANA TERAKHIR
Setiyarini
Skrip Film
Guzel: Skenario
Webi Okto Satria
Novel
TABUR TUAI (DOA TERHALANG DOSA)
sundari
Flash
Tebak Parasitnya
Jessica Laureen.C
Cerpen
Bronze
Dia Pembunuh
Christian Shonda Benyamin
Flash
Misteri Penerbangan 709
Ika nurpitasari
Novel
Warisan Simbok
cyintia caroline
Flash
Bronze
Hei bro!
Bungaran gabriel
Flash
Ratap Tiri Tuan
lidia afrianti
Flash
Bronze
KURSI DI TEPI JENDELA
Mxxn
Flash
Diramal
Namira Andiena Fauziah
Flash
Bronze
Gono-Gini Lampu Ajaib
Silvarani
Cerpen
Bronze
Kamar 304
Farlan Nuhril
Skrip Film
KEMBALINYA BARA API
Agung Prasetiarso
Rekomendasi
Flash
Seisi Semesta Sana
lidia afrianti
Flash
Ratap Tiri Tuan
lidia afrianti
Flash
Cerita 14 Mei 2013
lidia afrianti
Flash
Bronze
Juni Tanpa Ju
lidia afrianti
Flash
Bronze
Ramai
lidia afrianti
Flash
Kotak
lidia afrianti
Flash
Hari Ketika Aku Mati Sebentar
lidia afrianti
Flash
Musim Hujan Terakhir
lidia afrianti
Flash
Bronze
Suar
lidia afrianti
Flash
Rumus Manual ayah
lidia afrianti
Flash
Ibu, sebenarnya. . .
lidia afrianti
Flash
Wilayah Terlarang Bernama Kita
lidia afrianti
Flash
Jika Sudah Lupa, Mari kita Bertemu
lidia afrianti
Flash
Balasan Surat Untukmu, Sean
lidia afrianti
Flash
Maaf aku tidak menjadi apa yang kamu mau
lidia afrianti