Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Tsun Tsun Dere Dere
3
Suka
14,030
Dibaca

“Terus?” tanyaku setengah jengah. Tetapi kusembunyikan rasa itu serapat mungkin. 

“Ya…, gitu deh! Dia cerita-cerita kuliahnya, temennya, kakaknya…,” jawab Biel. Sumringah sekali wajahnya menceritakan Nul, cewek cantik sahabat SMA kami. 

Bukan rahasia bila semua orang tahu Biel menyukai Nul. Dari gelagat, caranya ketika menceritakan gadis itu hingga sikapnya semua orang akan tahu. Namun anak satu itu batu. Ia selalu menyangkal dan bilang kalau tidak memiliki perasaan pada Nul. Mereka hanya sahabat, kilahnya. 

Aku mengenal Biel dari SMA. Kami bersahabat baik hingga sekarang meskipun sudah jarang bertemu karena dia kuliah di luar kota. Sementara Nul, kami sudah saling kenal sedari kecil. Dia masih sepupu jauhku. 

“Sampai jumpa! Bulan depan jangan lupa mampir ke tempatku.” Kujabat tangan Biel sebelum memandangi punggungnya hingga ia naik angkot. 

Parah! Si Biel udah benar-benar jatuh cinta meski ia mati-matian mengelak. Dasar tsundere! 

Kulangkahkan kaki menuju sebuah gang kecil bergapura etnik. Seseorang yang tak asing lagi berjalan santai lima puluh meter di depan. 

“Woy…! Nul!”

Yang dipanggil menoleh. Ia menghentikan langkahnya. Menungguku. 

“Dari mana?” tanya Nul setelah tersenyum. 

“Abis ketemuan sama Biel. Kamu kemarin ke tempat dia, ya?” kuselidik ekspresi Nul. 

“Oh…, itu pas hari minggu. Kebetulan aja mampir. Abis nemenin Hayl ke rumah tantenya. Kebetulan dekat, jadi sekalian mampir.” Jelasnya ringan. Tak terdeteksi hawa-hawa asmara. 

“Nul…,” ucapku agak ragu. “Kamu suka Biel enggak, sih?”

“Apaan, sih?” Nul tampak sedikit risih. Pasti aku bukan orang pertama yang menanyakan hal ini. 

“Nih, kukasih tahu, ya…. Si Biel itu suka sama kamu. Saban ketemu ngomongin kamu melulu,” kataku memberi tahunya. 

“Tahu dari mana dia suka aku? Emang dia bilang?” tanyanya ringan. 

“Enggak sih…. ” Kugaruk tengkuk, berharap kecanggungan yang tiba-tiba muncul ini sirna. “Nul, kalau kamu enggak suka dia, lebih baik jangan sering main ke tempatnya. Jangan sering nelpon dan SMS Biel. Itu sama aja kamu ngasih harapan ke dia, Nul. 

“Kamu tahu? Cewek-cewek menyangka kalau kalian punya hubungan. Tiap ada yang deketin Biel, orang itu mundur pelan ngeliat kedekatan kalian. Dan mantan-mantan kamu juga suka cemburu sama Biel, kan?”

Nul terdiam. Tak ada satu pun kata yang keluar dari bibir mungilnya. 

“Zen, aku duluan ya! Oiya, minta pulsa, ya, nanti. Hehe….” Nul berbelok menuju jalan setapak yang dipenuhi rumput. 

Aku hanya terdiam sebelum otakku mengulang kata-kata terakhir Nul. Minta pulsa. Saus tartar! Gak berubah juga kelakuannya. 

***

Kukemasi barang-barang yang akan kubawa esok. Akhirnya pekerjaan impianku menanti. Meskipun harus bekerja di luar kota, tak masalah bagiku.

“Zen! Zenal! Nih ada undangan.” Suara ibu terdengar dari ruang depan. 

“Ada apa, Bu?” tanyaku menghampiri ibu di ruang tamu. 

“Si Nul nikah, Zen! Ini undangannya.”

Kuterima undangan hitam berhiaskan ornamen swirl perak elegan itu dari tangan ibu. “Hah? Nikah sama siapa dia, Bu?”

“Kata uwakmu, orang Jakarta. Pengusaha ayam,” jawab ibu sebelum bergegas ke dapur. 

Baru saja hendak kembali ke kamar, mataku melihat sosok Biel berjalan menuju pintu rumah. Undangan yang sama ada di tangannya. Ada corak onde basah menghiasi undangannya.

Biel berdiri mematung memandangku. Tangannya mengepal menahan tubuhnya yang gemetar. 

Kuhampiri Biel. Tanganku refleks memegangi bahunya. “Sabar, Biel.” ucapku. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Tsun Tsun Dere Dere
Keita Puspa
Flash
Bronze
Akankah Kau Mencariku Jika Suatu Hari Aku Menghilang?
Majestic Journey
Flash
BUNGA
Ocha
Novel
Pure Love for Mrs. Pumpkin
EliyNorma
Flash
POSESSIVE ARVIN
natasya03_
Flash
Di Kereta: Kursi Kita
Sena N. A.
Novel
Bronze
Renji-Senara: Forbidden Bloom
Desy Cichika
Novel
Arga Dan Sierra
Dhira Seviana
Novel
Jogja, Aku kira Aku singgah
Bobby Mahmud
Novel
Bronze
SERUMAH DENGAN PANGERAN SEKOLAH
punyanatania
Cerpen
Bronze
BERMADU ATAU ANDARTU?
Iman Siputra
Novel
Gold
LAFAZ CINTA
Mizan Publishing
Komik
Thirtysomething
Kanistha
Flash
Bronze
Di Ruang Rindu, Kita Akan Bertemu
Nuel Lubis
Novel
FALL
Luthfia Izza Nafara
Rekomendasi
Flash
Tsun Tsun Dere Dere
Keita Puspa
Flash
Amplop
Keita Puspa
Novel
He Is Not My Brother
Keita Puspa
Novel
SINTAS 2.0: ENDURE
Keita Puspa
Flash
Masalah Jiwa
Keita Puspa
Flash
Bantuan Terakhir
Keita Puspa
Novel
Bronze
We're (Not) Really Break Up
Keita Puspa
Flash
Kuburan yang Terlupakan
Keita Puspa
Flash
Pecah
Keita Puspa
Flash
KANKER
Keita Puspa
Novel
CAHAYA HITAM
Keita Puspa
Novel
AGASTYA
Keita Puspa
Cerpen
Bronze
My Razor Blade (from Sintas Universe)
Keita Puspa
Flash
Pendosa
Keita Puspa
Novel
JAM PULANG
Keita Puspa