Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Legasi Emak
16
Suka
18,324
Dibaca

Gang Gandaria penuh sesak dengan karangan bunga ucapan belasungkawa, tertulis nama—Ibunda Kami Mbah Seni. Aku mengamati setiap nama pengirim yang tertera, hanya beberapa yang menulis atas nama—Ibunda dari Bunga Cinta, namaku. 

Sebagai seorang HRD muda Supermarket Sinar Store, aku pikir karangan bunga dari relasi bisnisku yang membuat gang ini penuh. Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka satu per satu melalui sebuah pesan singkat. Tadinya.

Hari  ke lima Emak pergi, pelayat masih berdatangan. Banyak dari mereka yang tidak aku kenal.  Emak bukan orang kaya raya, Emak bukan orang terkenal, apalagi orang berpengaruh. 

Emakku seorang pemilik  warteg biasa, di pinggir jalan dekat pasar. Aku terhenyak, apa yang membuat orang ramai berdatangan mendengar kepergian Emak.

“Kita nggak kaya-kaya amat, lebih banyak susahnya. Tapi dia nggak ragu berbagi, meski dia nggak kenal orang-orang yang kebetulan lewat.” Pria China mengenakan batik peony hitam mengusap wajah, mengenang budi Emak.

Sejak tamat SD,  aku melanjutkan sekolah dan besar di luar kota, bahkan kuliah di Aussie. Obsesi membuatku lupa, menjalin kelekatan dengan Emak juga hal yang amat berharga apalagi aku anak tunggal. Rasanya semua pencapaianku jadi percuma.

Hari ini warteg Emak buka kembali, aku menugaskan juru masak andalan Emak–Bulik Tina. Aku juga memastikan tidak ada yang hilang dari kebiasaan baik Emak semasa hidup.

“Makasih, Neng.” Pedagang asongan membawa satu bungkus nasi rames.

Pertama kalinya, aku tersenyum bangga bukan karena pencapaianku yang cemerlang. Tetapi karena legasi Emakku yang kini dikenang, aku adalah anak Mbah Seni pemilik warteg di pinggir jalan. Seorang berhati dermawan yang gemar membagikan  berbungkus-bungkus nasi rames setelah sembahyang subuh. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
SSB
Deden Darmawan
Flash
Legasi Emak
Binar Bestari
Novel
Ternyata Aku Salah..
Aurelia Joelyn Angdri
Cerpen
Bronze
Pertaruhan Reputasi Darmadi
Angga Wiwaha
Flash
Bronze
Firasat Kematian
Sulistiyo Suparno
Novel
Terjeda
Syifa Fathonah
Flash
Bronze
Nasib Buruh Demonstran
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Tiga Seteru
Ahmad Muhaimin
Novel
Bronze
Meet you at 0,001% Chance
Antrasena
Skrip Film
Bintang SMA 102
Yorandy Milan Soraga
Skrip Film
Rainbow In My Love
ArsheilaW
Flash
Tangis Pecahan Vas Bunga
Aniqul Umam
Novel
Bronze
Others 3%
Wulan Murti
Novel
Skripsi
Andri Purnama
Flash
Bronze
Tempe Orek
Autami Anita
Rekomendasi
Flash
Legasi Emak
Binar Bestari
Flash
Cinta dan Pelepah Kurma
Binar Bestari
Flash
Kepingan Malam
Binar Bestari
Flash
It's Oke
Binar Bestari
Flash
Perempuan: Joki Tong Setan
Binar Bestari
Flash
Broken Wedding
Binar Bestari
Flash
Rahasia
Binar Bestari
Flash
Cuci Tangan
Binar Bestari
Flash
Kembalinya Theresia
Binar Bestari
Flash
Bronze
Sketsa Wajah Halwa
Binar Bestari
Flash
Kotak Hitam & Selembar Uang
Binar Bestari
Flash
Kopi 10 Menit
Binar Bestari
Flash
Labirin Luka
Binar Bestari
Flash
Dompet Kulit di Stasiun
Binar Bestari
Flash
Cahaya Di Atas Perahu
Binar Bestari