Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Peristirahatan Terakhir
6
Suka
37,472
Dibaca

Siang ini begitu macet, mobil-mobil enggak bergerak sama sekali. Aku mencoba menyalip, dari arah kiri yang sama saja dipenuhi kendaraan beroda dua. Suara sirine ambulan terdengar nyaring di telinga, ambulan itu melaju di tengah kami yang bergerak seperti siput.

Aku lelah, setelah hampir satu jam terjebak macet di siang yang begitu panas. Aku pun berjalan masuk ke dalam kafe, mencari Sinta. 

“Nara, lama kali kamu datangnya, ini udah kelewatan banget ngaretnya, Nar.”

“Hehe maaf-maaf. Aku tadi kejebak macet, kata orang-orang sih karna ada kecelakaan.”

“Kecelakaan?”

Aku hanya mengganggukkan kepalaku, rasanya sebentar lagi aku akan stres. Aku butuh minuman dingin, untuk pereda panas di kepala. Kecelakaan tadi pasti sangat parah, sampai-sampai mengakibatkan macet yang rumayan panjang, aku jadi kepikiran terus.Tiba-tiba suara telpon berdering nyaring, membuatku tersentak kaget. Memandang handphoneku, bingung.

“Apa... enggak mungkin. Enggak mungkin, ayahku masih sehat, baru dua jam yang lalu aku bertemu ayah dalam keadaan sehat bugar.”

Aku kembali dibuat kaget, suara Sinta begitu nyaring, ia menjerit berbicara dengan orang di telpon. Air mata Sinta mulai keluar, lama kelamaan deras begitu deras. Ia berkata lirih, ‘Kecelakaan?’

“Ayah, Ayah, jangan tinggalin Sinta.” Sinta menangis meraung-raung. Membuatku langsung memeluknya erat. Ya tuhan, ada apa sebenarnya.

“Nara, antarkan aku ke rumah sakit sekarang, ayok, ayokk.”

Aku membantu Sinta berdiri, yang dari tadi aku hanya diam, enggak tahu harus berbicara apa. Aku melajukan motorku dengan perasaan panik, Sinta yang masih saja menangis di belakangku, kepalaku yang tiba-tiba pusing teringat suara sirine siang tadi. Apa yang kecelakaan tadi ayah Sinta. 

Keadaan rumah duka begitu sesak dipenuhi kesedihan di setiap sudut rumah. Aku duduk mencoba fokus membaca surah yasin di tanganku dengan air mata yang gak terasa sudah jatuh menyentuh pipi. Sinta menangis pas di samping ayahnya yang sudah berpulang. Semua orang termasuk diriku pasti akan ke sana, hanya menunggu waktu saja.

Di depanku Sinta berkata lirih ketika aku memegang bahunya pelan. “Nara, ini semua mimpi, kan?”

“Enggak ada firasat apapun yang kurasakan, Nar. Sakit, sesak, aku enggak siap ditinggalkan ayah.”

Air mataku keluar memeluk Sinta. Siapa yang siap ditinggal oleh orang terkasih? Aku juga enggak siap, sangat enggak siap. Pikiranku melayang mengingat orangtuaku, adik-adikku di rumah. Hanya mereka yang kupunya untuk pulang di dunia ini. Ternyata kehilangan dan ditinggalkan adalah hal pasti, dan aku enggak siap.

Di pemakaman, kuburan yang digali sudah kembali tertutup. Pertama kalainya aku mengantarkan jenazah sampai ke tempat peristirahatan terkahir. Ya, di dalam sana adalah tempat pulang kita akhirnya, kuburan. Aku mengusap-usap punggung Sinta, yang masih terdiam di samping kuburan Pak Wanto, pria yang hangat begitu hangat. Hanya tinggal kami berdua di sini, terduduk beralas tanah dengan dedaunan yang berguguran tertiup angin.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Peristirahatan Terakhir
Viola khasturi
Cerpen
Ricuh
SIONE
Novel
KPR (Kapan Pindah Rumah?)
Annisa Diandari Putri
Flash
Menunggu
Aralya Seraquin
Flash
Jalan Pulang Dre
Yuliyani
Skrip Film
Ketulusan
Adhi Saputra Batubara
Flash
Pencari Sayap
Veninda Oktaviana
Flash
Bronze
(Hanya) Pendamping Wisuda
Dian Eska
Flash
AMIGDALA
Bobby Mahmud
Cerpen
Bronze
Mantra untuk Lala
rizki amalia
Novel
Darah Yang Menagih
Sally Diandra
Cerpen
LILIN
Fredhi Lavelle
Novel
Zy
Daisy Fuu
Novel
Je taime Papa
Adlet Almazov
Novel
Rintik dan Rincik di Istanbul
Eka Retnosari
Rekomendasi
Flash
Peristirahatan Terakhir
Viola khasturi
Flash
Pandemi
Viola khasturi
Flash
Ucapan
Viola khasturi
Flash
Apa itu cinta
Viola khasturi
Flash
Tikus Di Kamar
Viola khasturi
Flash
Kecupan Terakhir
Viola khasturi
Cerpen
Bronze
Tetangga Baru
Viola khasturi
Novel
Aku Cinta Kamu
Viola khasturi
Novel
Bronze
Pilihan Hati
Viola khasturi
Cerpen
Persimpangan Jalan
Viola khasturi